Teknik judo

Teknik Judo Lengkap: Dasar Dasar Ilmu Judo Untuk Pemula +Gambarnya

Halo teman teman, salam olah raga salam bela diri Indonesia, pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan kemaren yang mana kita telah membahas tuntas seputar senam dasar PSHT 1-30, nah sekarang kita akan membahas bela diri lagi yakni seputar teknik Judo.

Judo merupakan Bela diri asli Jepang yang cukup populer di Indonesia setelah Pencak Silat.

Namun taukah Anda:

  • Apa saja teknik-teknik dasar judo yang biasa digunakan.
  • Apa saja teknik jatuhan judo yang menjadi ciri khas bela diri ini.
  • Apa saja perlengkapan judo yang diperlukan dalam latihan maupun pertandingan.
  • Apa saja peraturan yang berlaku dan di terapkan dalam bela diri judo.
  • Apa bedanya antara judo dan Jujutsu.

Berikut ini gambaran atau penjelasan dari beberapa pertanyaan umum di atas, so jangan bosan membaca ya..!

Definisi / Pengertian Judo

Pengertian dan definisi judo
Pixabay

Setiap bela diri punya ciri khas asal usul tersendiri, begiti juga dengan judo, judo berasal dari negara Jepang.

Bela diri ini tercipta tidak lepas dari falsafah jiwa atau spiritual yang positif, pertumbuhan fisik dan kesegaran jasmani yang baik, serta untuk pembelaan diri dari bahaya.

Judo sendiri merupakan gabungan dari kata “Ju” yang artinya lembut dan “Do” yang artinya cara, maka jika digabungkan, Judo adalah “cara yang lembut”.

Sebagai perlengkapan latihan judo membutuhkan beberapa perlengkapan penting, seperti matras sebagai tempat latihan yang dikena dengan istilah “dojo”, kedua adalah pakaian judo yang dikenal dengan istilah “judogi”.

Dibela diri judo ada dua teknik penghormatan, yaitu penghormatan dengan cara berdiri (Ritsurei) dan penghormatan dengan cara duduk (Zarei) yang akan kita bahas dibawah bersamaan dengan teknik judo lainnya.

Teknik Dasar Judo

Sama halnya dengan bela diri lain, di Judo ada beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai dengan baik, diantaranya sebagai berikut.

Teknik Penghormatan / Rei

Teknik penghormatan judo
Pixabay

Untuk teknik penghormatan itu bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sikap berdiri, zarei (sikap duduk).

Selain teknik penghormatan ada juga beberapa teknik dasar lain seperti:

  • Teknik bertahan.
  • Teknik Shizentai atau sikap berdiri biasa.
  • Teknik kumikata atau teknik pegangan.
  • Teknik tai – sabaki atau gerak memutar.
  • Teknik melangkah.

Berikut uraian dan cara-caranya.

Teknik Berdiri

  1. Diawal posisikan tubuh tegak berdiri.
  2. Kemudian badan bungkukkan ke depan

Teknik Judo Bertahan

Teknik berdiri dan bertahan judo
FaktualNews.com

Pertama posisikan tubuh agar berdiri tegak di mana kaki dalam keadaan terbuka kira-kira 60 cm lalu tekuk kedua lutut.

  1. Jenis pertama dari teknik bertahan ini adalah jogu-hontai, yaitu berdiri tegak sambil menekuk lutut dan merendahkan panggul, dan berat badan ditumpukan ke tengah.
  2. Jenis kedua yaitu mogi-jigotai, caranya dengan memasukkan kaki kanan ke arah depan.
  3. Jenis ketiga yaitu hindari-jigotai, tekniknya yaitu dengan memasukkan kaki kiri ke arah depan.

Shizentai Atau Teknik Berdiri Biasa

  1. Shizen-hontai adalah jenis yang pertama, yaitu sikap berdiri secara rileks sambil membuka kedua kaki, keluarkan ibu jari kaki sambil pandangan harus tetap dijaga untuk mengarah ke depan.
  2. Migi-shizentai adalah jenis kedua, caranya dengan memposisikan kaki kanan ke arah depan sekitar 30 cm.
  3. Hindari-shizentai adalah jenis ketiga, yaitu dengan memposisikan kaki kiri di belakang sekitar 30 cm sambil kedua tangan juga tetap ada di sisi tubuh.

Teknik Judo (Kumikata) atau Pegangan

Teknik pegangan judo
Picture

Untuk teknik yang satu ini, kita perlu menggunakan tangan kiri kita untuk memegang tangan kanan lawan.

Sementara itu tangan kanan kita gunakan untuk memegang kerah lawan.

Yang perlu Anda perhatikan, kekuatan utama sebenarnya ada pada jari manis dan jari kelingking.

Tai-Sabaki atau Teknik Melangkah dan Memutar

Shintai atau hakobi ashi merupakan istilah yang biasa dipakai dalam bela diri Judo untuk menyebut gerakan melangkah atau berjalan.

Teknik melangkah kita bisa mengarahkannya menuju ke arah depan, ke samping, maupun menuju arah belakang.

Selain gerak melangkah tersebut, juga dikenal gerakan memutar atau dalam istilah judo  Teknik tai sabaki.

Tai sabaki ini berfungsi dalam mengatur posisi tungkai pada saat kita melakukan teknik bantingan.

Tai-sabaki sendiri ada 5 (lima) macam teknik, yaitu sebagai berikut:

  1. Pertama ada Mae-sabaki, yaitu kaki kiri dikedepankan dan memutar kaki kanan searah kaki kiri.
  2. Teknik Ushiro-sabaki, caranya dengan memundurkan kaki ke belakang dan memutar kaki lainnya searah kaki pertama.
  3. Mae-mawas-sabaki merupakan jenis yang ketiga, caranya dengan majukan kaki secara silang ke depan sambil menarik kaki lainnya berputar ke belakang, abaki atau Gerak Memutar.
  4. Ushiro Sabaki yaitu teknik memutar ke samping belakang.

Teknik Kuda-Kuda Judo / (Shizen)

Shizen merupakan teknik ketika tubuh berdiri sebagai persiapan untuk membela dan atau menyerang.

Di bela diri lai, Shizen ini dinamakan kuda-kuda atau persiapan, setidaknya ada 6 (enam) macam shizen, di bela diri judo yaitu sebagai berikut.

  • Shizen Hontai, kuda-kuda tengah.
  • Migi Sizentai, kuda-kuda kanan.
  • Hidari Shezentai, kuda-kuda kiri.
  • Ligo Hontai, kuda-kuda bertahan tengah.
  • Migi Ligotai, kuda-kuda bertahan kanan.
  • Higari Jigota, kuda-kuda bertahan kiri.

Teknik Bantingan Judo (Nage Waza)

Teknik Bantingan Judo (Nage Waza)
Fighthingfitjudo.cu.uk

Bantingan merupakan spesialisasi dan juga teknik utama dari olahraga bela diri judo.

Teknik bantingan sendiri ada banyak macamnya, diantaranya:

  1. Hiza guruma, yaitu membanting lawan dengan menyapu lutut.
  2. Deashi barai, yaitu teknik membanting lawan dengan sapuan samping.
  3. Kouchi gari, yaitu teknik membanting lawan dengan menyapu kaki lawan dari depan.
  4. Osoto gari, merupakan bantingan dengan cara menyapu kaki lawan dari belakang.
  5. Uchi mata, yaitu teknik membanting lawan dengan menyapu paha lawan.
  6. Hara ghosi,yaitu teknik membanting lawan dengan paha sendiri.
  7. Tomoe nage, yaitu teknik membanting lawan dengan menggulingkan tubuh sendiri ke tanah.
  8. Tai otoshi, yaitu teknik membanting lawan dengan cara mengangkat langsung bodi lawan.
  9. Seoi nage, yaitu teknik membanting lawan dengan menggunakan tenaga bahu sendiri.

Teknik Kuncian Judo (Katame Waza)

Teknik Kuncian Judo (Katame Waza)
toriqa.com

Kuncian merupakan teknik lanjutan untuk membuat lawan tidak bisa bergerak lagi setelah di banting, ada beberapa jenis kuncian dalam bela diri judo, diantaranya:.

  • Kata Gatame: meruapakan teknik judo yang digunakan untuk mengunci lengan lawan sehingga lawan bisa dilumpuhkan dan mendapatkan poin.
  • Kesa Gatame: yaitu teiknik judu yang digunakan untuk mengunci tubuh lawan menggunakan pinggang dengan cara menumpunya.
  • Yoko Shiho Gatame: yaitu teknik kuncian yang dipakai untuk mengunci seluruh bagaian tubuh lawan.
  • Ude Garami: yaitu teknik judo untuk mengunci tangan lawan.
  • Okuri erijime: Yaitu teknik judo untuk mengunci leher lawan.
  • Ude hishigi gatame: Yaitu teknik judo yang dipakai untuk melakukan kuncian pada kedua lengan lawan.

Teknik Judo Jatuh (Ukemi)

Ukemi merupakan suatu gerakan ketika tubuh jatuh ke matras.

Ada 5 (lima) jenis teknik jatuhan, yaitu sebagai berikut.

  • Mae Ukemi, jatuh ke depan.
  • Ushiro Ukemi, jatuh ke belakang.
  • Yoso Ukemi, jatuh ke samping.

Teknik Serangan Judo

Judo merupakan bela diri yang memanfaatkan kekuatan lawan untuk mengalahkannya (membanting dan menguncinya)

Maka dari itu, kita akan banyak melihat serangan dalam bela diri judo banyak dilakukan dengan membanting lawan, kemudian mengunci atau mematahkannya.

Teknik-teknik tersebut diantaranya yaitu:

  1. De Ashi Harai: yaitu teknik membanting lawan dengan cara menyapu kaki lawan.
  2. Uki Goshi: yaitu teknik bantingan dengan cara melempar pinggang.
  3. Soto Gari: yaitu teknik membanting dengan menyabit bagian belakang kaki lawan.

Itulah tadi beberapa macam teknik judo yang perlu diketahui untuk pemula.

Perlengkapan Judo

Perlengkapan wajib yang dibutuhkan dalam latihan bela diri judo minimal ada dua (perlengkapan), yaitu tempat latihan (Dojo) dan pakaian (Judogi).

Untuk tempat latihannya berupa tatami (matras) dengan ukuran sekitar (14 x 14) meter, sedangkan pakaian judo menggunakan pakaian khusus yang berwarna khas putih.

Pakaian judo terdiri dari celana panjang dan baju lengan yang tebal dan longgar.

Dalam latihan para pejudo harus menggunakan perlengkapan sabuk atau ikat pinggang yang dinamakan obi, ini juga pengenal dalam tingkatan latihan mereka.

Peraturan Peraturan Dalam Pertandingan Judo

Peraturan Peraturan Dalam Pertandingan Judo
Pixabay

Adapun peraturan Peraturan dalam olahraga beladiri judo antara lain sebagai berikut.

Durasi Pertandingan

Dalam setiap pertandingan judo biasanya dilangsungkan selama 3 hingga 20 menit.

Sistem Penilaian

Setiap pertandingan judo, para pejudo akan dinilai berdasarkan angka yang diperoleh yaitu:

Satu Angka (Ippon) Bisa Diperoleh Dengan:

  • Bantingan (nage waza): yaitu jika pejudo berhasil mengungguli teknik lawan dengan mampu membantingnya menggunakan tenaga maupun kecepatannya dengan punggung membentur lantai terlebih dahulu.
  • Kuncian (katame waza): yaitu jika ketika pejudo berhasil mengunci lawannya hingga sang lawan menyatakan menyerah “Aku menyerah!” (maitta), atau lawan menepuk lantai dua kali dengan tangan atau kaki, pingsan. Atau ketika berhasil mengunci lawan selama paling sedikit 30 detik (osae waza) dan wasit mengumumkan bahwa pertandingan berakhir (osae komi)

Larangan Dalam Pertandingan Judo

Secara umum berikut ini beberapa larangan bagi para pejudo yang wajib dihindari ketika sedang bertarung dalam pertandingan:

  1. Melepas ikat pinggang lawan tanpa izin juri.
  2. Menggigit seragam lawan.
  3. Menyentuh wajah lawan.
  4. Menarik rambut lawan.
  5. Mencoba mematahkan jari lawan.
  6. Menendang tangan lawan.
  7. Dan apapun yang membahayakan lawan.

Tingkatan Judo dan Warna Ikat Pinggang

Tingkatan sabuk bela diri judo
Info Judo

Pertama yaitu kelas pemula atau shoshinsha, seorang judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima.

Setelah melewatingkatan pertama, seorang judoka naik tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama.

Selanjutnya adalah tingkatan DAN, sistem penomorannya dibalik menjadi DAN pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga DAN kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di bela diri judo.

Namun, sang pendiri, Kano Jigoro, pernah mengatakan bahwa tingkatan dalam bela diri judo tidak dibatasi hingga dan kesepuluh.

Banyak yang beranggapan hingga DAN 10 karena hingga saat ini hanya ada 15 orang yang pernah sampai ke tingkat DAN kesepuluh, dan belum ada yang melampaui tingkatan tersebut.

Tingkatan sabuk umumnya ada dua yakni kyu ataupun dan.

Untuk pemula adalah kyu kelima dan keempat yang ditandai dengan menggunakan warna putih; sedang kyu ketiga, kedua, dan pertama menggunakan warna cokelat.

Nah, untuk yang warna hitam hanya dipakai oleh judoka yang sudah mencapai tahapan DAN, mulai dari shodan, atau DAN pertama, hingga DAN kelima.

Sedangkan untuk tingkatan DAN enam sampai dengan DAN sembilan, mereka menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna merah dan putih, namun ada juga dari mereka yang menggunakan warna hitam.

Kemudian ada DAN kesepuluh yang merupakan tingkatan paling atas, biasanya untuk tingkatan ini menggunakan ikat-pinggang merah-putih atau merah.

Para judoka wanita yang sudah mencapai tahap DAN ke atas, ikat pinggang hitam mereka memiliki garis putih memanjang di bagian tengahnya.

Pertolongan Pertama Judo

Tidak jarang pada saat pertandingan judo, seorang judoka mengalami asphyxia, yaitu kondisi dimana judoka mengalami kesulitan bernapas karena kekurangan oksigen.

Maka dari itu, judo juga telah mengembangkan sistem pertolongan pertama guna mengembalikan kesadaran mereka yang terkena asphyxia atau aspiksia.

Biasanya keadaan demikian dapat terjadi karena kuncian yang dilakukan terlalu kuat sehingga menyebabkan lawan berhenti bernapas sesaat.

Orang yang mengalami hal tersebut harus segera memerlukan pertolongan darurat di tempat.

Biasanya ketika ada pertandingan yang diselenggarakan, akan ada dokter yang bertugas mengawasi dan siaga untuk melakukan pertolongan dini.

Perbedaan Judo dan Jujutsu

Perbedaan Judo dan Jujutsu
Evolve MMA

Kedua beladiri ini hampir-hampir sama jika diperhatikan sekilas, karena memiliki teknik-teknik yang juga hampir sama, sehingga agak sulit untuk membedakannya. Terutama yang masih awam.

Secara harfiah, arti kata ‘judo‘ adalah ‘cara yang halus’. ‘Cara’ atau ‘jalan’ yang dimaksud disini punya arti konotasi secara etika dan filosofis.

Kano jigoro yang merupakan pendiri bela diri ini mengungkapkan tentang konsep filosofinya dengan dua frasa, “Seiryoku Zen’yo” artinya penggunaan energi secara efisien, dan “Jita Kyoei” artinya keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain.

Judo juga bisa diartikan sebagai ‘cara yang lentur‘, karena walaupun disebut halus, namun sebenarnya judo merupakan kombinasi dari teknik-teknik keras dan lembut.

Sementara itu, Jujutsu memiliki terjemahan harafiah yakni ‘kemampuan yang halus‘.

Maka dari itu, latihan jujutsu lebih fokus pada cara-cara (Kata) tertentu dan formal, sedangkan judo lebih fokus pada latihan bebas dengan teknik tertentu dalam perkelahian bebas (randori).

Hal ini yang membuat pelatihan judo berjalan secara lebih dinamis.

Pada saat pertunjukan atau pertandingan, para jujutsu menggunakan seragam yang relatif berat yang disebut (hakama).

Sementara untuk para praktisi awal judo, mereka menggunakan semacam celana pendek, namun lambat laun mereka lebih memilih menggunakan busana Barat yang dianggap lebih memiliki keunggulan secara fungsi sehingga lebih efektif dalam pergerakan yang lebih bebas.

Pakaian judo modern (judogi) baru mulai dikembangkan sejak tahun 1907.

Perbedaan selanjutnya, jika pada teknik jujutsu, mereka banyak menggunakan teknik dasar seperti melempar dan menahan, menggunakan pukulan, tendangan, bahkan menggunakan senjata pendek.

Lain halnya dengan judo yang menghindari tendangan dan pukulan-pukulan yang berbahaya, dan lebih dipusatkan pada teknik membanting yang terorganisir dan teknik bertahan.

Penggunaan Akhiran -Do dan –Jutsu

Di jepang banyak aliran bela diri yang mempunyai nama akhiran yang sama, yaitu ‘-do’ dan ‘-jutsu’.

Contohnya seperti bujutsu dan budo serta Kenjutsu dan kendo, kebanyakan berakhiran do dan jutsu.

Meski belakangnya punya banyak persamaan, namun perbedaan yang cukup mendasar dari keduanya jelas terletak pada maknannya, jika ‘-do’ berarti ‘jalan’ maka ‘-jutsu’ artinya adalah ‘jurus’ atau ‘ilmu’.

Seain itu, perbedaan pada beberapa aliran bela diri yang berakhiran ‘-do’ itu biasanya lebih banyak peraturan yang tidak memungkinkan seseorang untuk terluka akibat serangan yang fatal.

Namun tidak demikian halnya dengan bela diri yang berakhiran kata ‘-jutsu’, misalnya di dalam kenjutsu.

Di bela diri Kendo, hanya bagian tangan, perut, kaki, dan bagian bawah dagu yang boleh diserang, sedangkan kenjutsu itu sah-sah saja jika menyerang ke semua bagian tubuh lainnya.

Dan untuk bela diri budo, (‘bu-‘ artinya prajurit) bela diri ini merupakan pengembangan dari bujutsu yang telah disesuaikan dengan zaman sekarang, yakni hanya untuk olahraga, bukan berkelahi.

Beberapa contoh bujutsu yang dikembangkan menjadi budo:

  • Jujutsu -> Judo
  • Kenjutsu -> Kendo
  • Aiki-Jujutsu -> Aikido
  • Karate jutsu -> Karate Do
  • Battoujutsu/Iaijutsu -> Battoudo/Iaido.

Ok teman-teman itulah tadi beberapa pembahasan kita seputar teknik judo meliputi, teknik kuncian judo, teknik jatuhan judo hingga perlengkapan dan peraturan dalam pertandingan dan latiahan judo.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian seputar seni bela diri judo.

Jika kalian tertarik seputar bela dri, baca juga pembahasan lengkap seputar senam dasar PSHT 1 – 30, berikut makna dibalik gerakan khasnya.

Tinggalkan komentar