15+ Tarian Adat Sunda: Iringan Musik, Busana Hingga Filosofi Sejarahnya

Tarian Adat Sunda – Masyarakat Sunda secara umum mengenal ada banyak ragam seni tari yang berkembang dari sejak zaman dahulu, dan bahkan beberapa diataranya sudah sangat populer di Nusantara (Indonesia), seperti misalnya tari jaipong dan tarian menawan lainnya.

Kesenian Sunda (dalam hal ini beragam karya tariannya) masih tetap hidup dan lestari hingga saat ini, dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi, bahkan tari tradisional Sunda sering dipentaskan untuk berbagai acara kenegaraan di Indonesia.

Banyak orang merasa senang bahkan terpukau dengan penampilan tarian adat Sunda, dengan lekukan tangan yang sangat gemulai, disertai goyangan tubuh penarinya yang berirama, membuat tarian Sunda ini semakin mengagumkan mata penontonnya.

Uniknya, dalam seni tari Sunda terkandung banyak pesan dan cerita yang termuat, mulai dari cerita rakyat, kerajaan hingga pesan kedamaian untuk seluruh Nusantara.

Maka tak heran jika tari tradisional Sunda semakin kesini semakin banyak peminatnya.

Tak hanya warga lokal saja yang banyak menyukainya, tapi ada juga beberapa wisatawan asing yang sengaja datang dari jauh ke Indonesia hanya untuk mempelajari tari tradisional Sunda.

Tahukah anda bahwa jenis tarian Sunda itu ada banyak sekali macamnya.

Apalagi setiap tariannya mempunyai ciri khas gerakan tersendiri serta menggunakan peralatan yang berbeda-beda.

Mau tahu lebih jelasnya?

Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh, dibawah akan saya bahas setidaknya 17 jenis tarian adat Sunda yang sudah saya susun dari berbagai sumber.

Maka dari itu, silahkan sobat simak dengan baik ya! sebagaimana makna dari kata Sunda, yaitu berarti ‘ baik.

Sekilas Tentang Tarian Adat Sunda

Sekilas Tentang Tarian Adat Sunda
toriqa.com
Bagi yang belum tau, Suku Sunda merupakan salah satu suku di Indoesia yang menempati wilayah Indonesia bagian barat seperti, Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Lihat selengkapnya seputar wilayah dan sejarah lengkap Jawa Barat Disini.
Suku Sunda juga termasuk suku kedua terbesar di Indonesia setelah suku Jawa.
Sebagian besar masyarakat Sunda itu beragama Islam dengan beragam aliran.
Baiklah, kembali ke topik, kita akan membahas seputar daftar Tarian Tradisonal Sunda sebagai mahakarya masyarakat suatu daerah yang penting untuk kita bersama tau dan menjaga kelestariannya.

Jenis Jenis Tarian Adat Sunda yang Populer di Indonesia

Macam macam tarian adat Sunda itu ada banyak sekali dengan masing punya ciri khas dalam setiap gerakan maupun busana yang dipakainya, pun juga dengan beragam properti yang mengirinya.

Setidaknya saya akan memberikan informasi terkait tari tradisional yang berasal dari Jawa Barat ini sekitar 17 jenis tarian yang sudah berhasil saya susun sebaik dan seakurat mungkin dari beberapa sumber, sehingga menjadi bisa dijadikan sumber refrensi bagi siapapun yang membutuhkan informasi penting ini.

Baiklah, kita kita akan mulai dari yang paling populer dikenal sebagai tarian khas daerah Sunda, yaitu tari Jaipong.

Tari Jaipong

Jenis Jenis Tarian Adat Sunda yang Populer di Indonesia
toriqa.com

Sudah bukan rahasia lagi jika tarian populer yang satu ini memang sudah boming sekali ditengah masyarakat kita, tentu dengan banyaknya alasan.

Tari Jaipong tidak hanya booming di Provinsi Jawa Barat saja, akan tetapi tari ini juga boming di daerah lainnya, bahkan hingga kepelosok dengan beragam tingkatan umur.

Tari Jaipong dapat di kelompokkan sebagai tarian yang modern, karena lahir dari tarian-tarian tradisional yang sudah diperbarui.

Tarian ini diciptakan oleh Pencipta dari Tari Jaipong adalah seorang seniman kenamaan yang bernama Gugum Gumbira.

Tari jaipong di tahun 1980 pernah menuai kontroversi karena dianggap terlalu erotis.

Namun, seiring siring berjalannya waktu, kini jaipong sudah bisa diterima lagi oleh masyarakat luas, bahkan hingga lirik oleh masyarakat luar negeri.

Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian orang Sunda mempunyai karkateristik tersendiri yang beragam, namun tetap mengedepankan keindahan dalam pertunjukannya.

Alat musik yang digunakan dalam tarian ini diantaranya:

  • Gong.
  • Kecrek.
  • Gendang.
  • Rebab.

Sementara beberapa properti yang digunakan pada tiap tiap penampilannya antara lain:

  • Sinjang atau celana panjang.
  • Sampur atau selendang yang biasa diletakkan di leher tiap penari.
  • Apok, yaitu baju atasan yang dipakai penari berupa kebaya.

SElengkapnya tentang tari Jaipong bisa anda baca disini.

Tari Ketuk Tilu

Mengenal lebih dalam Tari Ketuk Tilu
toriqa.com

Tari ketuk tilu merupakan salah satu jenis tarian yang menjadi cikal bakal terciptanya jaipongan.

Pada zaman dahulu, tarian ini dijadikan sebagai bentuk ritual menyambut masa panen padi, sebagai bentuk rasa syukur dari masyarakat yang percaya terhadap Dewi Sri.

Namun sekarang, tarian khas Sunda ini sudah murni bersifat hiburan saja, dan banyak ditampilkan pada acara-acara pernikahan, khususnya di daerah Masyarakat Sunda.

Penggunaan nama ketuk tilu merujuk pada alat musik yang mengiringinya, yang mana setidaknya ada tiga macam ketuk (bonang) dengan pola irama rebab.

Gerakan tari ketuk tilu terdiri dari gabungan goyangan, muncid, geol, gitak, dan pencak, dan cara memaikannya dilakukan secara berpasangan maupun tunggal.

Tari Topeng Babakan

Mengenal Tari Topeng Babakan
toriqa.com

Tari topeng babakan punya ciri khas tersendiri, yaitu dibawakan per babak atau per bagian saja. Berbeda dengan tari topeng Priangan dan Cirebon yang memiliki banyak kisah dan karkater dalam alur penampilannya.

Satu tarian topeng berarti satu babak, dua tarian topeng itu berarti dua babak, jadi jumlah babaknya tergantung dari jumlah tarian yang dibawakan.

Alat musik yang mengiringi pementasan tarian khas Sunda ini diantaranya ada rebab, gendang besar, kempul, kromong tiga, kecrek, kulanter dan gong buyung. Yang kesemuanya merupakan alat musik Betawi.

Apa yang kalian ketahui tentang tari kupu kupu khas Bali, ingin tahu lebih jauh lihat saja disini.

Tari Topeng Kuncaran

Tarian tradisional Khas Sunda
toriqa.com

Berdasarkan sejarahnya, tari topeng kuncaran sebenarnya mengkisahkan akan sebuah dendam dari seorang raja yang teramat dalam karena cintanya ditolak oleh seorang gadis.

Sang raja tersebut meluapkan semua perasaannya melalui sebuah gerakan tarian, sehingga terciptalah tari Topeng Kuncaran.

Adapun busana serta musik yang digunakan disetiap penampilan tari ini adalah:

Alat musik: seperti gong, bonang, saron, dan alat musik tradisional lainnya.

Busana yang digunakan: berupa baju lengan pendek, celana sepertiga, topeng, selendang hingga hiasan kepala.

Contoh Tarian Adat Sunda (Tari Topeng)

Contoh tarian adat sunda
toriqa.com

Sejarah atau asal usul tari topeng sebenarnya berasal dari Cirebon, yaitu pada abad ke 29, tahun 1930.

Alkisah, saat itu datanglah segerombolan bertopeng dengan peran wayang wong dan dalangnya yang bernama koncer dan wetan.

Berdasarkan wilayahnya, untuk lebih detailnya tari topeng ini terbagi menjadi dua, yaitu Tari Topeng Cirebon dan Tari topeng priangan.

  • Tari Topeng Cirebon terdiri dari:

  1. Topeng Kuputarung.
  2. Topeng Hajatan.
  3. Topeng Priangan.
  4. Topeng ngunjung.
  5. Topeng Babarong.

SEmentara Tari topeng Cirebon terdiri dari 5 bagian pada untuk pertunjukannya, yaitu : Panji, Pamindo, Rumyang, Tumenggung, Patih dan Kelana.

  • Tari Topeng Priangan

Sedangkan untuk jenis Tarian Topeng Priangan memiliki 1 bentuk saja dan tidak ada nama lainnya. Selain itu, tarian ini sifatnya lebih

kepada hiburan, bukan menceritakan suatu histori secara lengkap sehingga dibawakan dengan santai.

Berdasarkan karakternya, tari topeng Priangan masih terdiri dari 3 karakter, yaitu :

  • Tari Topeng Tumenggung

Tarian ini berperan dengan sebuah karakter seorang pejabat yang sangat disegani, dirinya juga karismatik serta memiliki pengaruh yang cukup besar ditengah-tengah masyarakatnya.

  • Tari Topeng Kencana Wungu

  • Tari Topeng Kelana

Tari topeng kelana memiliki sebuah karakter yang cenderung lebih kasar serta sangat enerjik.

Tarian ini bisa dibilang cukup menguras banyak tenaga dalam menampilkannya karena harus melakukan beragam gerakan secara cepat dan kuat.

Contoh Tarian Tradisional Khas Sunda (Tari Wayang)

Macam macam tarian adat Sunda
toriqa.com

Sebenarnya Tari Wayang ini sudah dikenal oleh masyarakat Jawa Barat sejak abad ke 16 pada zaman kesultanan Cirebon yang dipimpin oleh Sykh Syarif Hidayatullah.

Perkembangan kesenian Wayang ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga ke beberapa kota yang ada di Jawa Barat seperti:

  • Sumedang.
  • Garut.
  • Tasikmalaya.
  • Bandung dan Bogor.

Perkembangan dari seni tari wayang ini tentu tidak lepas dari peran para seniman keliling yang datang dari berbagai wilayah.

Alat musik tari wayang yang mengiringinya terdiri dari: Gamelan, seperangkat alat musik perkusi dan petik serta gesek dengan jumlah yang banyak.

Beberapa macam gemelan antara lain, ada bonang, gambang, gendang, gong, siter dan kempul.

Cara memainkan alat musik gemelan dilakukan secara bersama-sama dengan membentuk alunan musik yang biasa disebut gending sebagai bentuk kreasi dalam sebuah pergelaran wayang.

Nah, untuk busananya yang dipakai para penari Tari wayang itu ada Sumping, gumbala, wok, kelat bahu, gelang, kalung robyong, kalung penanggalan, kalur ulur, gimbalan, praba, uncal, badhong dan binggel.

Tidak hanya itu saja.

Berdasarkan jenis dan cara pertunjukannya, seni tari wayang terbagi menjadi 3 bagian, yakni :

  1. Tari Tunggal : Umumnya, jenis tarian ini hanya dibawakan oleh satu orang penari saja dengan memerankan suatu tokoh wayang, misalnya Gatot Kaca, Arjuna, maupun peran pewayangan lainnya.
  2. Tari Berpasangan : Tarian ini ditampilkan secara berpasangandimana setiap penari bisa saling melengkapi disetiap gerakannya sehingga menghasilkan sebuah tarian yang sempurna, contohnya seperti Tari Subali dan Tari Sugriwa.
  3. Tari Massal : Pada tarian ini dibawakan secara massal atau beramairamai menggunakan gerakan yang sama, contohnya kisalkan, Tari Badaya dan Monggawa.

Tari Rampak Gendang

Macam macam tarian tradisional Sunda Jawa Barat
toriqa.com

Tari Rampak Gendang merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari Jawa Barat (Sunda) yang juga sudah sangat populer di masyarakat Indonesia, bahkan sudah sampai di Amerika Serikat.

Bahkan sampai ada beberapa mahasiswa dari Amerika yang secara khsusus datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari tarian tradisional Sunda.

Salah satu keunikan yang menjadikan tarian ini diminati banyak orang ialah gerakannya yang energik.

Sesuai dengan namanya, tari Rampak Gendang ini mempunyai instrument musik utama, yang terdiri dari sebuah gendang (kendang).

Pemain musiknya dan juga menarinya naik ke atas pentas atau panggung yang tampak seperti sebuah perkusi.

Untuk jumlah penarinya, biasanya hanya dimainkan oleh lebih dari 2 orang penari dengan mengutamkan keselarasan gerakan serta tekanan pemukulan kendang yang sama dan seirama ketika memainkannya.

Terkadang untuk alat musiknya tarian Rampak Gendang juga diiringi sebuah alat musik yang lain, seperti gitar dan juga rebab.

Ini dia informasi komplit seputar 38+ Contoh Tari Kelompok yang Tersususun Secara Lengkap.

Tarian Adat Sunda – Tari Merak

Mengenal lebih jauh Tari tradisional Merak
toriqa.com

Tarian yang diiringi oleh gamelan ini punya ciri khas mencolok pada bagian kostum penarinya.

Iya, setiap penari untuk kostumnya menggunakan kemben seperti biasa, hanya saja ada sayap seperti burung merak di bagian punggungnya.

Pada saat tampil atau pementasan, sayap-sayap ini akan dikibaskan-kibaskan sebagai bagian dari gerakan tariannya.

Tari merak berasal dari daerah Pasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri.

Sebagaimana namanya, tarian ini memang dibuat karena sang seniman terinspirasi saat melihat burung merak melenggak-lenggok manis.

Dalam penampilan tari merak yang berpasangan, tiap pasangan penari akan memerankan burung merak jantan dan merak betina dengan diiringi alat musik tradisional yaitu gending macan ucul, musik selingan waditra bonang, serta lagu-lagu Cingcangkeling

Untuk histori kemunculannya memang tidak terlalu terkenal dan tidak ada cerita khusus didalamnya layaknya tarian lain yang mengandung mitos atau kepercayaan tertentu.

Hanya saja ada hal yang sangat menarik ketika menyaksikan penampilannya yang berupa lenggokan penari yang menyerupai burung cantik seperti merak, dan untuk melakukan itu bukanlah seuatu hal yang mudah tentunya, diperlukan tubuh yang lentur serta latihan yang rutin untuk bisa melakukannya.

Tari Keurseus

Mengenal Tari Keurseus khas Sunda Jawa Barat
toriqa.com

Tari keurseus merupakan salah satu tarian adat Sunda yang bersejarah disusun oleh R. Sambas Wirakoesoemah dari Rancaekek, Bandung.

Tarian ini memang pada awalnya tidak memiliki dasar, artinya gerakannya asal karena ditampilkan oleh penari di bawah pengaruh minuman keras.

Hal inilah yang menginspirasi R. Sambas untuk kembali menyusun gerakan tari menjadi lebih baik, dengan tujuan untuk menata budi para pejabat.

Alat musik yang mengiringi tarian adat ini adalah gamelan lengkap dengan laras slendro (alat musik yang punya 5 nada beroktaf yaitu 1 2 3 5 6) serta pelog (mempunyai 7 nada beroktaf yaitu 1 2 3 4 5 6 7).

Perangkat lain yang digunakan juga ada seperangkat kendang, demung, rebab, gambang, bonang, dan lain-lain.

Untuk busana atau pakaian tari keurseus itu terdiri dari pakaian menak masa itu, seperti:

  • Baju dengan model takwa tutup.
  • Prangwadana atau jas buka.
  • Sinjang (kain panjang) menggunakan berbagai motif batik yang pada umumnya menggunakan motif Garutan atau motif lain yang ada di priangan.

Tari Buyung

Tari Buyung adalah salah satu di antara banyaknya tarian tradisional Sunda (Jawa Barat) yang biasanya tampil dalam memeriahkan upacara Seren Taun, upacara panen padi khas Jawa Barat.

Tarian ini diciptakan oleh Emalia Djatikusuma pada tahun 1969, ia adalah istri dari seorang sesepuh adat, Pangeran Djatikusumah.

Buyung sendiri adalah suatu istilah yang biasa dipakai untuk menyebut tempat air yang terbuat dari tanah liat.

Dalam gerakan tari ini, para penari akan menari di atas kendi, sedang di kepalanya terdapat sebuah buyung yang tidak boleh sampai jatuh.

Jumlah penari biasanya sekitar 12 orang perempuan berkebaya.

Alat musik sebagai pengiringnya dalam tarian ini berupa Kecapi rincik, Gendang, Seruling, Gong dan Kecapi Indung.

Sementara busana yang dipakai saat penampilan bernama Apok, ini semacam kostum yang dipakai penari untuk menampilkan tarian ini.

Apok adalah sebuah pakaian yang bahan pembuatannya dari songket, penari biasanya menggunakan apok ini untuk membungkus tubuhnya supaya terlihat lebih menarik.

Lihat juga refrensi seputar Daftar Contoh tari Tunggal Beserta nama Asalnya.

Ronggeng Bugis

Mengenal Tari Ronggeng Bugis
toriqa.com

Tari Ronggeng Bugis merupakan tarian asal Jawa Barat untuk daerah Cirebon.

Tarian ini berupa sebuah tarian komedi yang biasanya diperankan oleh 12 – 20 penari berdandan dan menari seperti perempuan.

Alih-alih berpenampilan cantik, justru para penari didandani mirip seperti badut dengan memakai riasan sedemikian rupa sehingga mengundang gelak tawa.

Menurut sejarahnya kemunculannya, tari ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam.

Pada zaman itu, sunan Gunung Djati selaku Raja Cirebon meminta seorang kerabat yang berasal dari Bugis untuk pergi memata-matai atau dalam istilahnya “telik sandi” ke Kerajaan Pajajaran.

Karena itulah, maka kemudian tarian ini juga terkadang dinamakan Tari Telik Sandi.

Dalam penampilannya, tarian ini di iringan alat musik tradisional dari Jawa Barat, seperti Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, dan Kecrek.

Tari Sitren

Contoh tarian adat sunda Tari Sitren
toriqa.com

Tari sintren atau yang populer juga disebut Lais merupakan jenis tari tradisional Jawa Barat dan juga Jawa Tengah.

Kesenian pada akhirnya juga menyebar di sekitar wilayah pesisir utara, Indramayu, Cirebon, Jatibarang, Brebes, Tegal, Banyumas, Kuningan, hingga ke daerah Pekalongan.

Tarian ini juga dikenal sebagai tarian mistis karena bersumber dari sebuah legenda cinta antara Sulandono dan Sulasih yang terhalang restu ayah Sulandono, Ki Bahurekso. Hingga pada akhirnya, kedua pemuda ini lebih memilih bertapa dan Sulasih sendiri menjadi penari.

Meskipun terpisah, masyarakat menyakini bahwa keduanya selalu bertemu di alam gaib.

Penari tari ini diperankan oleh gadis suci, bersama dengan seorang pawang serta pengiring gending berjumlah 6 orang.

Pada awalnya, penari masuk dalam kurungan ayam tertutup kain, dan pawangnya mengitarinya untuk memanggil roh bidadari.

Jika ritual tersebut berhasil, maka pada saat di buka, penari akan kerasukan dan mulai menari.

Tari Sampiung

Tarian Sampiung merupakan tari Jawa Barat yang mana pada awalnya berfungsi sebagai bagian dari upacara adat Sunda, seperti contoh Upacara Seren Taun, Ngaruat, Rebo Wekasan dan upacara lainnya.

Selain itu, tarian ini juga sering ditampilkan pada hari-hari besar Nasional, seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Asal usul dari Nama tarian ini diambil dari lagu yang mengiringinya yang berjudul Sampiung. Ada juga yang menyebutnya Tari Ngekngek karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa, yaitu sejenis Rebab atau yang populer disebut juga Ngekngek.

Ada juga yang menyebut Tari Jentreng, karena merujuk pada alat musik pengiringnya yang lain.

Adapun busana yang dikenakan oleh para penari terdiri dari kebaya, kain batik atau sinjang, slendang serta rambut yang disanggul layaknya pakaian adat tari tradisional Sunda pada umumnya.

Tari Ronggeng Gunung

Mengenal tari tradisional Indonesia Tari Ronggeng Gunung
toriqa.com

Selanjutnya ada Tari tradisional Jawa Barat yang tumbuh dan berkembang di wilayah sekitar Ciamis Selatan dan juga daerah Pengandaran, seperti Ciparakan, Banjarsari, Panyutran, Pangandaran, Burujul, dan Cijulang.

Secara umum, Tari Ronggeng Gunung ini tidak jauh berbeda dengan tari ronggeng biasanya.

Dalam pementasannya, tarian ini ditampilkan oleh seorang penari atau lebih, dengan iringan alat musik gamelan.

Busana khas yang dipakai oleh para penari Ronggeng Gunung berupa kostum kebaya, samping kebat (kain batik), selendang sebagai kelengkapan penting saat menari.

Selendang yang dipakai berfungsi untuk mengajak lawan main (laki-laki) yang berasal dari para penonton yang hadir saat acara tersebut.

Sementara Alat musik yang digunakan untuk mengiringi kesenian ronggeng gunung umumnya terdiri dari tiga buah waditra yakni:

  • Goong.
  • Kendang, dan ketuk.

Alat musik diatas termasuk bagian dari alat musik gamelan, namun dalam kesenian ronggeng gunung yang digunakan hanya ketiga alat musik ini.

Tari Dolalak

Tari Dolalan merupakan tarin adat Sunda yang berkembang di wilayah Purworejo, Jawa Barat.

Para penari dari Tarian Dolalak ini terdiri dari beberapa penari dengan busana yang mirip dengan baju prajurit Perancis atau Belanda pada jaman dahulu.

Pada saat pementasan, Tari Dolalak diiringi oleh bunyi-bunyian dari alat musik rebana, kendang, kentrung, serta kencer.

Konon, sejarah munculnya tarian ini sudah ada sejak masa peperangan Aceh, yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah lainnya.

Ciri Khas Tarian Adat Sunda

Dalam tari tradisional Sunda, gerakan para penari cenderung lebih lincah, energik, dan erotis.

Gerakan pingul serta panggal bahu memunculkan daya tarik yang kuat, langkah kakinya juga cepat serta ringan.

Sedang gerakan yang dipergerakan oleh para penari putra banyak mengambil atau mirip dengan gerakan pada pencak silat.

Mungkin cukup sekian pembahasan mengenai daftar tarian adat Sunda sebagai tari tradisonal kebanggaan masyarakat Sunda.

Mudah-mudahan sajian artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan anda terkait kebudayaan Suku Sunda, khususnya kreasi tari daerahnya. Disini saya sajikan juga berikut alat musik yang mengiringinya serta busana yang dipakai oleh para penari.

Tinggalkan komentar