Struktur Organisasi Koperasi Contoh Struktur, Fungsi & Tujuannya

Struktur Organisasi Koperasi: Contoh Struktur, Fungsi & Tujuannya

Artikel ini membahas secara lengkap seputar topik srtuktur organisasi, berikut fungsi tujuan serta tingkatan didalamnya.

Struktur organisasi koperasi disebut-sebut sebagai struktur yang demokratis. Tidak seperti kebanyakan bisnis (perseorangan, perseroan terbatas, dan korporasi) yang memiliki struktur kepemimpinan hierarkis.

Sub dalam sistem koperasi meliputi beberapa individu (pemilik dan konsumen akhir), pengusaha perorangan atau kelompok hingga badan usaha yang melayani anggota dan masyarakat sebagaimana pendapat Hanel yang mengatakan bahwa struktur organisasi adalah suatu sistem ekonomi sosial yang berorientasi pada tujuan serta sifatnya terbuka.

Struktur Organisasi Koperasi

Struktur Organisasi Koperasi
toriqa.com

Organisasi adalah sebuah wadah atau perkumpulan sekelompok orang yang bekerjasama secara sistematis guna mencapai suatu tujuan dengan memanfaatkan sumber daya tertentu.

Salah satu contoh dari organisasi ini adalah koperasi. Pengertian dari koperasi sendiri adalah jenis organisasi bisnis yang diarahkan pada kontrol demokratis dan pengambilan keputusan bersama.

Disebut demokratis karena koperasi dimiliki dan dikendalikan oleh anggotanya, yang kebetulan juga menggunakan jasa dan produk koperasi. Artinya, koperasi adalah organisasi nirlaba.

Tidak ada format tunggal/khusus untuk penataan koperasi, karena setiap usaha koperasi dibentuk untuk mencerminkan perhatian dan minat masing-masing anggota.

Terlepas dari penataan/format yang berbeda, koperasi selalu memiliki struktur organisasi koperasi, yaitu sistem yang menguraikan bagaimana kegiatan tertentu akan diarahkan untuk mencapai tujuan.

Kegiatan tersebut dapat mencakup aturan, peran, dan tanggung jawab. Struktur koperasi juga menentukan bagaimana informasi mengalir dari satu tingkat ke tingkat lain. Ada 4 tugas utama dari struktur koperasi:

  • Mengelola usaha koperasi secara sistematis dan dengan metode yang telah disepakati.
  • Membuat serta mengajukan Rancangan RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi) dan Rancangan Program Kerja Koperasi.
  • Mengadakan dan mengurus rapat anggota.
  • Sebagai penanggung jawab tugas dan menyerahkan laporan keuangan koperasi.

Empat tugas di atas djalankan oleh beberapa orang atau tim berbeda seperti berikut ini:

1. Anggota Koperasi

Pengertian anggota koperasi adalah sekelompok orang yang bersedia untuk bekerja sama di suatu koperasi dan sudah terdaftar keanggotaan.

Anggota mengadakan rapat anggota yang biasanya dilaksanakan minimal 1 kali dalam setahun, sehingga rapat anggota disebut juga dengan RAT (Rapat Anggota Tahunan).

Rapat anggota koperasi adalah rapat yang dihadiri oleh para anggota koperasi. Menurut prinsip-prinsip organisasi koperasi, setiap anggota berhak atas suara yang sama.

Artinya, anggota koperasi berhak menyampaikan pendapat atau ide pada pernyataan misi, metode bisnis dan bahkan struktur formalnya dalam rapat anggota. Sedangkan rapat anggota bertujuan untuk:

  • Menentukan anggaran dasar koperasi dalam satu tahun.
  • Mendiskusikan serta memutuskan kebijakan-kebijakan yang akan dijalankan dalam bisnis koperasi.
  • Memilih dan mengangkat, atau memberhentikan pengawas atau pengurus koperasi.
  • Menentukan Rencana Anggaran Pendapatan, Rencana Kerja, dan pengesahan Laporan Keuangan.
  • Mengesahkan laporan pengawas.
  • Menetapkan pembagian hasil dari sisa usaha.
  • Memutuskan hal lain terkait peleburan, penggabungan, atau pembubaran koperasi tersebut.

2. Pengurus

Pengurus koperasi adalah orang yang dipilih langsung oleh anggota, untuk selanjutnya berperan sebagai wakil anggota dalam menjalankan usaha koperasi tersebut. Detail tugas pengurus adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan koperasi sesuai dengan kebijakan dan aturan yang telah ditetapkan oleh dewan direksi.
  • Bertugas mengkoordinasikan serta mengontrol aktivitas bisnis sehari-hari serta karyawan.
  • Membuat rencana jangka pendek sesuai dengan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan oleh dewan direksi.
  • Mencatat/mendata anggota koperasi baru atau yang mengundurkan diri.
  • Mengelola dan menyimpan/mengurus daftar buku anggota dan buku pengawas.

3. Manajer Koperasi

Struktur, anggota dan manajer koperasi
toriqa.com

Manajer koperasi disebut juga dengan pengelola koperasi, yang pada umumnya dipilih/ditunjuk langsung oleh pengurus koperasi. Beberapa kewajiban dari manajer koperasi adalah:

  • Membantu tugas dewan direksi.
  • Sebagai leader dalam kegiatan unit-unit usaha.
  • Sebagai pembimbing staf-staf di bawahnya.
  • Memberikan usul/masukan/laporan kepada pengurus tentang staf yang kinerjanya tidak baik, atau individu yang cocok untuk direkrut.
  • Membuat RAPBK tahunan dan Program Kerja, dan nantinya diserahkan kepada pengurus untuk dievaluasi terlebih dulu sebelum dibahas dalam rapat tahunan.
  • Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang pertanggungjawaban kerja.

Kenali tugas tugas seorang manajer disini.

4. Pengawas Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25, Tahun 1992, Pasal 38, pengawas koperasi biasanya ditentukan oleh anggota koperasi dalam rapat tahunan.

Tugas utama pengawas koperasi adalah memantau dan mengawasi direksi dalam segala aspek pengelolaan koperasi yang telah disetujui dalam rapat umum. Beberapa tugas lainnya mencakup:

  • Mengawasi pelaksanaan kebijaksanaan koperasi.
  • Membuat laporan terperinci dalam bentuk tulisan tentang hasil pengawasannya.
  • Mengecek catatan koperasi.
  • Menjaga rahasia koperasi dan hasil pengawasannya (tidak boleh dibocorkan) kepada pihak luar.
  • Memeriksa laporan keuangan saat memang dibutuhkan (misalnya karena ada dugaan penggelapan oleh staf keuangan atau ada data keuangan yang aneh).

Baca Juga: Pengertian Struktur Organisasi

Tujuan Koperasi

Tujuan Koperasi
toriqa.com

Setiap organisasi atau badan usaha pastinya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek atau panjang. Mengapa koperasi ada? Karena mereka memiliki beberapa tujuan seperti berikut ini:

  • Mewujudkan kebutuhan budaya, ekonomi, dan sosial dari anggota organisasi serta masyarakat di sekitarnya.
  • Salah satu upaya rakyat dalam membantu pemerintah untuk memakmurkan bangsa.
  • Meningkatkan/membantu memperbaiki kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat luas.
  • Menjadi salah satu tempat yang aman dan terdaftar untuk meminjam modal atau dana tambahan bagi para pemilik atau calon pemilik usaha kecil dan menengah.
  • Membantu membangun ekonomi negara.
  • Menjadi salah satu opsi bagi para produsen untuk menawarkan produk.
  • Membuat kemajuan yang efisien pada tujuan-tujuan spesifik yang disepakati bersama.

Daftar di atas adalah tujuan koperasi secara umum, sedangkan tujuan spesifiknya dapat berbeda dari satu koperasi dan yang lainnya.

Fungsi Koperasi

Fungsi koperasi di Indonesia tertulis dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 4. Poin-poin dari fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Menguatkan ekonomi rakyat dan negara, serta membantu mengentaskan kemiskinan.
  • Sebagai salah satu wadah untuk menampung individu-individu yang memiliki skill dan bakat agar mendapat pekerjaan/tidak menganggur, yang berarti mengurangi jumlah pengangguran.
  • Meningkatkan kualitas para anggotanya serta masyarakat luas.
  • Memberikan pinjaman modal untuk usaha atau yang lainnya.
  • Melestarikan kepemimpinan yang adil, demokrasi, dan kekeluargaan.

Lihat juga: Teori Organisasi Menurut Pendapat para Ahli.

Organisasi Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

Organisasi Koperasi Berdasarkan Tingkatannya
toriqa.com

Jenis koperasi sebenarnya ada banyak sekali, yang dikelompokkan dalam beberapa kategori. Berdasarkan tingkatannya, organisasi koperasi yang ada di Indonesia dibagi menjadi empat jenis seperti berikut ini:

1. Koperasi Primer

Koperasi primer sering disebut juga dengan koperasi kecil, karena berada di tingkatan paling dasar dan sudah bisa disebut koperasi hanya dengan 20 orang anggota yang terdaftar resmi.

Namun jumlah tersebut adalah paling sedikit, jadi jika anggotanya lebih dari 20 pun tidak masalah, dan meskipun disebut kecil, koperasi ini tetap harus memiliki surat izin usaha serta berbadan hukum.

Jenis koperasi ini paling banyak ditemukan di tingkat desa atau kecamatan, yang bisa dibentuk oleh warga desa atau oleh sekolah-sekolah.

2. Koperasi Pusat

Jenis koperasi ini terbentuk dari beberapa koperasi kecil/primer (paling sedikit lima koperasi), yang kemudian memiliki pimpinan pusat dan berkedudukan di kota/kabupaten.

3. Koperasi Gabungan

Koperasi ini terbentuk dari setidaknya tiga koperasi pusat yang resmi dan berbadan hukum, yang kemudian berada di tingkat provinsi.

4. Koperasi Induk

Jenis koperasi ini adalah yang paling tinggi, karena kedudukannya berada di tingkat ibukota negara. Agar bisa menjadi koperasi induk, maka minimal harus memiliki 3 koperasi gabungan.

Secara garis besar, koperasi memiliki peran besar untuk bangsa dan negara. Karena itu, struktur organisasi koperasi harus jelas dan lengkap seperti yang sudah disebutkan di atas.

Contoh Struktur Organisasi di Beberapa Bidang

Struktur Organisasi Koperasi Sekolah

Yang pertama ada koperasi sekolah yang umum didirikan daerah lingkungan sekolah baik SD, SMP maupun SMA yang anggotanya terdiri atas siswa-siswi sekolah.

Koperasi sekolah juga dapat diartikan sebagai koperasi yang berada dibawah naungan lembaga pendidikan baik itu formal ataupun non-formal, seperti misalnya pesantren dan lain sebagainya.

Adapun jajaran ataupun kegiatan – kegiatan yang ada di dalam struktur organisasi sekolah biasanya tediri atas:

  • Penasehat Kepala Sekolah.
  • Rapat Anggota.
  • Pengawas Koperasi.
  • Pengurus.
  • Pembina Guru.
  • Bagian Administrasi Organisasi.
  • Bagian Keuangan.
  • Bagian Usaha.

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Sekolah

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Sekolah
toriqa.com

Struktur Organisasi Koperasi Serba usaha

Yang kedua ada koperasi serba usaha yang merupakan koperasi yang segala bentuk kegiatan usahanya ada di berbagai sektor ekonomi.

Sistem koperasi ini biasanya melayani bidang konsumsi, produksi, perkreditan maupun jasa sesuai dengan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi masyarakat.

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Serba Usaha

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Serba Usaha
toriqa.com

Koperasi Simpan Pinjam

Ketiga ada koperasi simpan pinjam, koperasi pada dasarnya ialah sebuah lembaga keuangan yang berbentuk koperasi  yang mana semua kegaitan didalamnya menyangkut kegiatan simpan meminjam uang kepada para anggota dengan adanya keunggulan bunga yang serendah-rendahnya.

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam

Contoh Struktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam
toriqa.com

Dan masih banyak lagi bentuk bentuk koperasi yang membidangi hal – hal tertentu yang tentu didalamnya ada sistem manejen serta strukturalnya.

Mungkin cukup sekian apa yang bisa saya share dalam artikel ini berkaitan dengan topik utama kita yaitu Struktur Organisasi Koperasi berikut tujuan fungsi dan tingkatanya.

Untuk menambah wawasan Anda terkait Koperasi, silahkan lihat Sejarah Koperasi Dunia yang sudah saya bahas sebelumnya.

Tinggalkan komentar