Sejarah Shorinji kempo

Mengetahui Sejarah Shorinji Kempo di Dunia dan Indonesia Secara Lengkap!

Berbicara bela diri tentu tidak lepas dari sejarah, olah raga, pertahanan hingga kesenian yang turun temurun dilestarikan hingga sekarang, nah sekarang saya akan membahas seputar sejarah shorinji kempo, berikut teknik, hingga sejarah masuknya shorinji kempo ke Indonesia.

Shorinji Kempo merupakan seni bela diri yang berasal dari Jepang dimana di Indonesia lebih akrab disebut Kempo saja.

Bela diri ini cukup lengkap dan komplit karena terdiri dari pukulan, tendangan hingga tangkisan, ditambah dengan bantingan, tangkapan, kuncian hingga lemparan membuat bela diri ini cukup berbahaya dan banyak peminatnya.

Uniknya, tidak hanya belajar teknik bertarung saja, namun juga ada seiho yang merupakan teknik totokan maupun pijatan pada bagian tubuh tertentu yang dapat berfungsi ganda, bisa untuk melumpuhkan lawan dan dapat juga digunakan untuk pengobatan.

Tapi tenang dulu ya, pembahasannya masih panjang kebawah. Baiknya kita bahas dari awal dulu, yuk langsung aja.

Sejarah Shorinji Kempo

Pengertian dan Sejarah Shorinji Kempo
toriqa.com

Menurut sejarah yang cukup populer, yang membawa teknik-teknik bertarung kempo adalah Bodhidharma ke Tiongkok 1500 tahun yang lalu.

Dia mulai meninggalkan India untuk menyampaikan ajaran Buddha yang benar dan mengakhiri perjalanannya di Kuil Shaolin Songshan yang kini dikenal sebagai Propinsi Hainan.

Dari teknik-teknik inilah kemudian lahir beragam seni bela diri yang tersebar ke seluruh daratan Tiongkok.

Kaiso mulai melakukan perjalanan ke Tiongkok pada tahun 1928 dengan tujuan yang kuat.

Dia juga sempat mempelajari beragam teknik esoterik dari banyak guru yang ia temui sehubungan dengan ”pekerjaannya yang tidak biasa”.

Awal Mula Berdirinya Bela Diri Shorinji Kempo

Shorinji Kempo Pada Masa Perang Dunia Dua dan Setelahnya

Shorinji Kempo Pada Masa Perang Dunia Dua dan Setelahnya
torontoshorinji.org

Pada saat perang masih berkecamuk di daerah timur laut tiongkok tahun 1945, Kaiso menyaksikan keadaan politik dunia yang keras, dimana kepentingan-kepentingan negara dan ras mengambil tempat utama, dan hanya yang kuat yang benar.

Dalam situasi yang masih seperti ini, Kaiso menyadari bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi sangat dipengaruhi oleh karakter dan cara berpikir orang-orang yang memiliki pengaruh.

Kaiso menyatakan realita ini sebagai akibat dari sifat – sifat manusianya.

Ia berfikir bahwa “jika saja masyarakat diatur oleh orang-orang, maka kedamaian sesungguhnya hanya bisa diperoleh dari pengembangan rasa kasih sayang, keberanian serta keadilan dalam setiap diri orang.”

Dengan alasan mulia ia kemudian mengumpulkan anak-anak muda, kemudian menerangkan sikap ini kepada mereka, serta mengajari mereka yang kurang akan rasa keadilan, memotivasi mereka yang kurang kepercayaan diri, keberanian dan semangat, serta mendidik orang-orang yang ingin berjuang untuk kebangkitan tanah airnya.

Setelah ia kembali dari Tiongkok, Kaiso dihadapkan pada kekacauan Jepang karena kekalahan.

Nilai kemanusiaan dan moralitas seakan hilang, banyak masyarakat Jepang saling bermusuhan karena ketidakadilan dan kekerasan yang dilakukan secara terbuka di mata umum.

Sebagian besar masyarakat Jepang baik anak-anak muda dan dewasa tidak punya harapan akan masa depan dan mengisi hidup dari hari ke hari saja, seperti gembala yang kebingungan.

Kaiso kemudian menanggapi hal ini dengan mememerintahkan dan menyusun teknik teknik yang telah ia pelajari selama berada di Tiongkok.

Dia mulai menerapkan sentuhan kreasinya sendiri untuk menciptakan suatu sistem teknik yang baru dan bisa dinikmati oleh para individu untuk dipelajari.

Ia mengalih fungsikan rumahnya menjadi tempat latihan, serta mengajarkan teknik-teknik dan kata-kata nasihat guna memahami pandangan hidupnya dan mengenai dunia.

Dia berhasil mengubah masyarakat melalui cara yang damai, dimulai dari teknik-teknik bela diri dengan tujuan memperbaiki individu secara fisik dan mental.

Dari situlah Kaiso menemukan Shorinji Kempo dengan tujuan sama yakni mengembangkan individu, serta mewujudkan masyarakat yang damai baik secara materi ataupun spiritual.

Beberapa Organisasi Shorinji Kempo

Beberapa Organisasi Shorinji Kempo
toriqa.com

Pada bulan Oktober 1947, Kaiso mengatur dan menyusun teknik-teknik yang sudah ia pelajari selama berada di Tiongkok di kampung halamannya Tadotsu, di daerah Kagawa pada bulan Oktober 1947, dia juga menambah sentuhan kreatifnya sendiri, kemudian menamakan sistem tersebut Shorinji Kempo .

Di tahun – tahun berikutnya, Kaiso juga banyak mendirikan organisasi untuk ajaran bela diri ini.

  • Oktober 1947: Kaiso membentuk Nippon Hoppa Shorinji Kempo Kai dan Komanji Kyodan.
  • Desember 1951), Kongo Zen Sohonzan Shorinji.
  • 1956: Nihon Shorinji Bugei Semmon Gakko atau akademi Budo Shorinji Jepang.
  • Tahun 1957: Zen Nihon Shorinji Kempo Remmei atau Federasi Shorinji Kempo Jepang).
  • Pada tahun 1963: Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Remmei  atau Yayasan Federasi Shorinji Kempo Jepang) untuk para pemuda

Kaiso sudah menghabiskan 33 tahun dalam menciptakan Shorinji Kempo sejak tahun 1980, dia juga mengajak anak-anak muda untuk menguatkan tubuh serta pikiran mereka dengan cara pendekatan ken zen ichinyo dalam latihan.

Kaiso meninggal dunia meninggalkan karya besar pada tanggal 12 Mei 1980.

Dan sekarang, berkat Shike Doshin So II, Yuuki So yang mengemban misi Kaiso, Shorinji Kempo tetap di kembangkan.

Sejarah Berdirinya Bela Diri Kempo

Sejarah Berdirinya Bela Diri Kempo
Golden Rama

Kaiso menyadari bahwa semua ilmu bela diri yang sudah dia dipelajarinya mengandung tiga unsur utama, yakni gerakan mendasar, gerakan berputar, lurus dan melambung.

Kaiso mengolah dan menggabungkan unsur-unsur ini menjadi 10 metode, yakni:

  • Metode halus (ju ho): yaitu menunduk, memutar, melempar, menekan, mencekik dan membungkuk.
  • Metode keras (go ho) memukul, menyerang, menendang hingga memotong.

Kemudian ia mengembangkan dengan menganalisis dan menyusun gerakan ini berdasarkan prinsip fisik dan fisiologi.

Ia ingin membuat metoda untuk melatih tubuh dan pikiran secara bersamaan sebagai inti dari bela diri itu sendiri.

Latihan fisik dan pendidikan jasmani merupakan latihan inti untuk membantu menyempurnakan karakter seseorang.

Untuk itu, ia menggunakan peraturan latihan yang mudah untuk dipelajari yang ia tulis pada dinding byaku-eden di Kuil Shaolin dan menyusunnya kembali ke dalam bentuk yang biasa pada masanya.

Semuanya juga ditambah dengan pengalamannya selama bertempur selama masa perang, ia memasukkan elemen ciptaannya sendiri sehingga terbentuklah Shorinji Kempo.

Sejarah Masuknya Shorinji Kempo di Indonesia

Sejarah Masuknya Shorinji Kempo di Indonesia
toriqa.com

Sejarah shorinji kempo di Indonesia dimulai sejak tahun 1959 akhir, yang mana pada saat itu pemerintah Jepang mulai membuka diri menerima mahasiwa dan pemuda dari Indonesia untuk belajar dan latihan sebagai bentuk pembayaran atas rampasan perang.

Sejak saat itu, ada ratusan mahasiswa yang mendaftar untuk ikut belajar secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965.

Banyak diantara mereka yang sangat antusias dan memanfaatkan waktu senggang dan liburannya untuk belajar serta memperdalam seni beladiri seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.

Setelah mereka kembali ke tanah air, otomatis mereka tidak hanya memperoleh ijazah sesuai dengan bidang studinya, lebih dari itu mereka juga memperoleh tambahan keterampilan berupa penguasaan beberapa seni bela diri.

Nah, dalam suatu acara kesenian yang diadakan mahasiswa Indonesia tahun 1964, dalam rangka menyambut tamu-tamu dari tanah airnya, seorang pemuda yang bernama Utin Syahraz melakukan pertunjukan bela diri Shorinji Kempo.

Ada banyak yang tertarik terhadap demonstrasi pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya, diantaranya Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa orang lainnya.

Selanjutnya mereka mendatangi pusat Shorinji Kempo yang terletak di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri itu.

Sejarah Shorinji Kempo di Indonesia

Untuk melanjutkan warisan seni bela diri itu di Indonesia, ketiga pemuda tersebut seperti Utin Sahras (almarhum), Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita, mereka mendirikan sebuah organisasi olahraga Shorinji Kempo di Indonesia.

mereka menamainya dengan PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia) pada tanggal 2 Februari 1966.

Perkemi di Indonesia berada dibawah naungan KONI Pusat.

Perkemi juga menjadi anggota penuh dari WSKO (World Shorinji Kempo Organization) atau Organiasasi Federasi Shorinji Kempo se-Dunia yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang.

Mulai dari tahun 1966 sampai tahun 1976, PB. PERKEMI menyelenggarakan pemilihan pengurus setiap dua tahun sekali.

Namun sejak tahun 1976 hingga sekarang masa bakti pengurus berlangsung selama empat tahun.

Kejuaraan Nasional Kempo yang pertama diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1970, dan Kejuaraan Kempo antar Perguruan Tinggi pertama diadakan mulai tahun 1971.

Kempo juga mulai diikut sertakan dalam pertandingkan PON IX sejak tahun 1977 di Jakarta.

Kemudian di tahun 2014 nama Perkemi diubah, dari Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia, menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia.

Teknik Dasar Shorinji Kempo

Setiap bela diri memili teknik dasar sebagai materi awal dan penguat tubuh sebelum menerima materi yang lebih tinggi, contoh saja di pencak silat PSHT ada senam dasar 1 sampai 30. begitu juga dengan teknik dasar judo maupun karate. Semuanya memiliki teknik dasar sebagai pengasah awal.

Teknik dasar dalam bela diri shorinji kempo ada banyak sekali, mulai dari zazen atau sikap berdiri gerakan tubuh, langkah kaki, pukulan, tendangan, tangkisan, dan sebagainya.

Kita akan mempelajarinya satu-satu.

Teknik Zazen

Teknik Zazen Shorinji kempo
Berita Jempol

Teknik dasar Shorinji kempo yang pertama adalah zazen, Zazen merupakan suatu cara meditasi berasal dari Zen.

Sebagai latihan mental, Shorinji Kempo menggabungkan Zazen sebagai cara penting.

Pada saat berlatih Zazen, bebaskan pikiranmu dan bernafas teratur.

Berikut ini cara duduk untuk Zazen, dimulai ketika masih posisi berdiri, mengambil langkah-langkah untuk duduk sebagai berikut.

  1. Berdiri sikap Kesshu gamae.
  2. Mundurkan kaki kananmu.
  3. Tempelkan lutut kaki kananmu di lantai.
  4. Lutut kanan masukkan ke sisi kanan dan bawah pinggulmu tepat sesudah pergelangan kaki kananmu.
  5. Atur pinggulmu di lantai dan duduklah tepat ditekuk kaki kanan di depan pinggulmu.
  6. Selajutnya tariklah pergelangan kaki kirimu ke pergelangan kaki kananmu, Anda juga dapat menggunakan tangan untuk membantu menarik pergelangan kaki kirimu. Intinya seprti posisi bersila dengan posisi kaki kiri berada di atas paha kaki kanan.

Masih banyak istilah-istilah dalam Shorinji Kempo yang mungkin belum semua kita tau dan mengerti karena istilah tersebut memang kebanyakan menggunakan bahasa asing di telinga kita, yaitu Bahasa Jepang.

Untuk itu saya tuliskan dibawah ini istilah dasar yang harus atau wajib diingat dan dipahami bagi para kenshi, karena istilah-istilah ini banyak digunakan ketika melakukan pemanasan dankihon. Berikut ini diantaranya:

  1. Zazen: yaitu semedi atau teknik mengatur pernapasan.
  2. Kesshu: yaitu posisi istirahat.
  3. Happo Moku Chinkon: yaitu konsentrasi penuh atau pandangan lurus ke depan.
  4. Furiko: yaitu perpindahan berat badan (seperti gerakan anak lonceng).
  5. Gassho Rei: yaitu memberi salam persaudaraan.
  6. Zomen: yaitu kuda-kuda dengan posisi kedua kaki dibuka.
  7. Kamae: yaitu kuda-kuda.

 

Selain itu ada juga Istilah Hitungan, Seperti,

  • Ichi : satu.
  • Ni : dua.
  • San : tiga.
  • Shi : empat.
  • Go : lima.
  • Roku : enam.
  • Shichi : tujuh.
  • Hachi : delapan.
  • Kyuu : Sembilan.
  • Juu : sepuluh, dan seterusnya.

Teknik Zuki (Pukulan)

Teknik Zuki (Pukulan) shorinji kempo
East London shorinji kempo
  1. Jodan Zuki: yakni pukulan yang mengarah ke arah kepala.
  2. Chudan Zuki: yaitu pukulan yang mengarah ke arah ulu hati (suigetsu).
  3. Uraken Zuki: yaitu pukulan ke arah pelipis.
  4. Furi Zuki: yaitu pukulan dengan senjata hiraken (pukulan melingkar).
  5. Kagi Zuki: yaitu pukulan ke arah san mai (ulu hati) atau di kenal dengan pukulan pendek.
  6. Kumade Zuki: yaitu pukulan ke arah dagu dengan tapak beruang.
  7. Hiji Ate Zuki: yaitu pukulan dengan siku (shita, yoko, ushiro).
  8. Wanto Uchi: yaitu pukulan dengan senjata naiwanto.
  9. Shuto Uchi: yaitu pukulan dengan senjata shuto.
  10. Shuto Kiri: yaitu pukulan ke arah leher lawan.
  11. Me Uchi: yaitu kepret yang diarahkan ke mata untuk merusak konsentrasi lawan.
  12. Torite Zuki: yaitu pukulan arah mata, yakni pada saat menyerang, jari-jari tangan membentuk paruh burung.

Teknik Geri (Tedangan)

Teknik Geri (Tedangan) shorinji kempo
APKPure.com
  1. Geri Komi: yakni teknik tendangan ke arah suigetsu (ulu hati).
  2. Geri Age: yaitu teknik tendangan ke arah kepala.
  3. Ushiro Geri: yaitu teknik tendangan ke arah belakang.
  4. Mawashi Geri: yaitu teknik tendangan melingkar yang di arahkan ke sanmae  atau tulang rusuk.
  5. Shokuto Geri: yaitu teknik tendangan dengan senjata shokuto.
  6. Kinteki Geri: yaitu teknik tendangan dengan arah kemaluan.

Teknik Tangkisan (Uke)

Teknik Tangkisan (Uke) shorinji kempo
toriqa.com
  1. Uwa Uke: yaitu tangkisan ke arah atas.
  2. Shita Uke: yaitu tangkisan ke arah bawah.
  3. Shoto Uke: yaitu tangkisan ke luar menggunakan lengan bagian luar.
  4. Uchi Uke: yaitu tangkisan ke dalam menggunakan lengan bagian dalam.
  5. Harai Uke: yaitu tangkisan dengan mengayun lengan ke luar.

Teknik Dasar Shorinji Kempo

Taisabaki Atau Teknik Gerakan Tubuh

Apa itu taisabaki?

Taisabaki artinya “gerakan tubuh”, yaitu gerakan untuk menghindari pukulan dan tendangan dengan cara mengubah arah tubuh.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menghindari pukulan ataupun tendangan menggunakan taisabaki.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti nama-nama dari gerakan taisabaki, antara lain:

Yoko Furimi

Langkahkan kaki kananmu ke kanan sedikit, kemudian ayunkan tubuhmu ke kanan seperti gerakan furiko.

Ryusui

Langkahkan kaki kanan ke kanan sedikit, kemudian gerakkan tubuh Anda 45 derajat ke arah kanan bersamaan dengan bahu kiri sehingga tubuh bergerak ke kanan.

Sorimi

Letakkan berat badanmu ke kaki belakang dan ayun atau tarik tubuhmu ke belakang.

Hikimi 

Tarik tubuh bagian tengah ke belakang agar jauh dari jangkauan lawan.

Selain itu, ada beberapa cara dasar mengubah arah atau posisi tubuh, yaitu:

Han Tenshin

Tarik kaki belakang di belakang kaki kiri untuk berbelok ke kanan, kemudian geser tubuh ke arah kiri.

Aturan Pertandingan Shorinji Kempo

Aturan Pertandingan Shorinji Kempo
SuaraNews.com

Pertandingan kempo tetap mengikuti peraturan Pertandingan yang dikeluarkan oleh World Shorinji Kempo (WOSKO), sama saja dan dalam Shorinji Kempo, ada pembagian pertandingan, yaitu:

  1. Randori (perkelahian bebas) perorangan atau beregu,
  2. EMBU (kerapian teknik atau jurus-jurus Kempo) dengan berpasangan ataupun beregu.

Yang boleh mengikuti pertandingan hanyalah seorang kenshi yang terdaftar pada organisasi kempo tertentu, dilengkapi dengna alat pertandingan yang telah ditentukan, seprti:

  • DO (penutup dada).
  • Hands Gloves (sarung tangan).

Alat penutup dada (DO) harus terbuat dari bahan “fibre galss” dengan berat Hands Gloves antara 10 – 12 ons.

Alat pelindung tersebut juga tidak boleh menambah alat-alat lain.

Kaki ataupun tangan kenshi tidak boleh ada semacam “bandage” dan sebagainya.

Para peserta wajib bertindak atau bersikap ksatria, berpakaian lengkap (DOGI), bersih, rapih dan menguasai atau mengetahui Peraturan Pertandingan Kempo.

Pertandingan diadakan dalam arena dengan ketentuan, luasnya 5 x 5 meter, dengan empat garis batas yang terlihat atau jelas.

Pertandingan “randori” dimulai dengan CHUDAN KAMAE kemudian lanjut dengan menggunakan KAMAE (kuda-kuda) kempo.

Randori Beregu

Randori beregu biasa dilakukan antara satu kenshi dan satu kenshi dari regu yang berlainan.

Satu regu terdiri dari enam orang, namun yang ikut bertanding hanya lima orang saja (satu orang sebagai cadangan).

Embu

Peserta “embu” harus memenuhi kriteria yang ditentukan serta kualifikasi tingkatan kempo yang telah ditetapkan oleh Panitia Pertandingan.

Batas waktu dalam “embu” ini adalah berkisar antara 1,5 menit hingga 2 menit, dan pada saat menit ke 1,5 bel peringatan biasanya dibunyikan.

kelebihan atau kekurangan waktu setiap 10 detik dikurangi nilai sebanyak 1,5 angka, dan jika lebih dari 3 menit maka akan didiskualifikasi.

Nilai Untuk Randori

Pertandingan “randori” ini menentukan pemenang berdasarkan teknik-teknik kempo, misalnya “goho” dan “juho”.

Untuk “goho” perserta harus menghasilkan HARD CONTACT terhadap sasaran dan harus memenuhi prinsip ATEMI NO GO YOSHO atau lima syarat serangan.

Nilai IPPON adalah angka 10, nilai ini diberikan kepada peserta yang menyerang lawan tanpa tertangkis.

Namun jika serangan ini kurang sempurna, misalnya kurang keras (kiai) atau kurang bagus kuda-kudanya, maka akan diberi nila WAZA ARI (angka 5).

Dua kali melakukan serangn waza ari (awaze waza) maka nilainya sama dengan “ippon” (angka 10).

Jika menggunakan teknik “juho” maka harus desertai KATAME (kuncian), jika tidak terdapat kuncian maka serangan hanya boleh ke arah dada (DO).

Dan jika mampu menaklukan lawan menggunakan teknik GYAKU WAZA atau teknik lipatan dan kuncian secara sempurna, maka dapat diputuskan kemenangan mutlak (MUJOKEN KACHI).

Nilai Untuk Embu

Nilai tertinggi untuk nomor ini adalah 100, penilaian ini diberikan dengan beberapa ketentuan, seperti ketepatan atau kerapihan (SEI KAKU), harmonis, semangat dan sebagainya.

Ketika sudah tiba pada babak penyisihan, team penilai berjumlah sekitar tiga (3) orang, dan pada babak final team penilai terdiri dari lima (5) orang, dan cara menentukan pemenang adalah sebagai berikut:

“Pada saat pertandingan, nilai tertinggi dan nilai terendah ditiadakan dari dari semua nilai yang di berikan oleh kelima tim penilai, selanjutnya pemenang akan ditetapkan berdasrkan jumlah nilai yang tersisa.”

Sedangkan untuk pertandingan randori, wasit biasanya terdiri dari satu wasit utama dan dua orang wasit pembantu.

Dan jika dirasa perlu tambahan wasit (terutama di babak final) maka wasit pembantu dapat ditambah menjadi empat (4) orang.

Wasit utama tetap menjadi pimpinan pertandingan, sementara wasit pembantu tugasnya hanya membantu dalam mengatur jalannya pertandingan serta menetapkan kebijaksanaan dan keputusan.

Keputusan wasit bersifat mutlak sehingga tidak dapat diganggu gugat, kecuali oleh DEWAN ARBITRASI.

Ok temen – temen, demikianlah pembahasan kita kali ini tentang sejarah shorinji kempo, berikut teknik dan sejarah shorinji kempo masuk ke Indonesia, semoga informasi singkat ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah luasnya wawasan kita.

Lihat juga ulasan lengkap seputar senam dasar PSHT 1 – 30, atau teknik teknik karate dan judo di sini ya.

Tinggalkan komentar