Sejarah Koperasi di Dunia

Mengetahui Sejarah Koperasi Dunia & di Indonesia: Tokoh Tokoh Koperasi

Artikel kali ini akan mengulas secara lengkap mengenai sejarah koperasi dunia, berikut perkembangan, tokoh-tokoh penting hingga lahirnya koperasi di Indonesia.

Sebelum membahas sejarah koperasi dunia, kita harus tau dulu apa itu koperasi?

Koperasi merupakan badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan serta pendayagunaan sumber daya ekonomi untuk para anggotanya berdasarkan pada prinsip-prinsip Koperasi demi meningkatkan taraf hidup anggota dan juga masyarakat daerah kerjanya.

Maka dari itu, koperasi dapat diartikan sebagai gerakan ekonomi rakyat dan koperasi melandaskan kegiatan atas prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Sejarah Koperasi Dunia dan Di Indonesia

Sejarah Koperasi di Dunia

Sejarah Koperasi di Dunia
toriqa.com

Sejarah koperasi dunia baru di mulai pada pertengahan abad ke-18 dan awal abad 19 di Inggris yang mana lembaga ini sering disebut dengan koperasi praindustri.

Pada abad ini juga kemudian bermunculan Revolusi Industri serta sebuah ideologi yang kemudian begitu menguasai tatanan perekonomian dunia yang kemudian kita mengenalnya dengan nama kapitalisme.

Dalam sejarah perjalanan ideologi ini kemudian mendapat lawan yang sepadan dengan hadirnya ideologi sosialisme, yang mana model koperasi ini hadir di antara dua kekuatan besar ekonomi kala itu.

adanya banyak penderitaan yang dialami oleh kebanyakan kaum buruh di berbagai Negara Eropa ternyata dialami juga oleh para pendiri Koperasi konsum si di Rochdale, Inggris, pada tahun 1844.

Pada awalnya Koperasi Rochdale ini gerakannya hanya dalam usaha kebutuhan konsumsi saja.

Dengan  berlandasan pada asasasas Rochdale, akhirnya para pelopor Koperasi Rochdale mampu mengembangkan toko kecil mereka menjadi unit usaha yang mampu mendirikan pabrik serta menyediakan fasilitas perumahan bagi para anggotanya.

Selain itu juga mampu menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan untuk para anggota dan pengurus Koperasi.

Kemudian seiring keberhasilan Koperasi Rochdale, pada tahun 1852 telah berdiri kurang lebih 100 Koperasi Konsumsi di  Inggris.

Koperasi-koperasi ini secara umum didirikan oleh para konsumenS  sebagaimana koperasi Rochdale.

Dalam rangka untuk memperkuat gerakan Koperasi, maka kemudian di tahun 1862, Koperasi-koperasi konsumsmi di  Inggris menyatukan diri sehingga menjadi pusat Koperasi Pembelian dengan  nama The Cooperative Whole-sale Society, atau disingkat C. W. S.

Pada tahun 1945, C. W.  S. semakin berkembang dengan memiliki sekitar 200 buah pabrik berikut tempat usaha dengan 9.000 pekerja, yang menghasilkan perputaran modal hingga mencapai  55.000.000  poundsterling.

Kemudian pada tahun 1950, jumlah anggota Koperasi  mengalami jumlah peningkatan di seluruh  wilayah Inggris hingga berjumlah lebih dari 11.000.000 orang dari sekitar 50.000.000 orang penduduk Inggris.

Tidak hanya di Inggris, koperasi juga berkembang di negara-negara lainnya.

Pada saat Revolusi Perancis bergulir, perkembangan industri dinegara tersebut menimbulkan  kemiskkinan dan penderitaan bagi rakyat Perancis.

Namun, atas dorongan para pelopor di perancis seperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, yang menyadari perlunya perbaikan nasib  rakyat, akhirnya para pengusaha kecil di Perancis mampu bangkit dan membangun Koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi.

Mereka kemudian membentuk gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Perancis atau Federation Nationale Dess Cooperative de  Consommation, yang mana jumlah Koperasi yang tergabung didalamnya ada sebanyak 476 buah.

Anggotanya yang tergabung juga mencapai  3.460.000  orang, dan toko yang dimilikinya berjumlah 9.900 buah sehingga menghasilkan perputaran modal sebesar 3.600  milyar franc/tahun.

Sementara di Jerman, sejarah koperasi dipelopori oleh Herman Schultz-Delitsch pada tahun 1808-1883).

Hakim dan juga anggota parlemen pertama di Jerman yang mampu mengembangkan konsep badi prakarsa serta perkembangan secara bertahap dari koperasi-koperasi kredit perkotaan, koperasi pengadaan sarana produksi bagi pengrajin, yang setelahnya diterapkan oleh para pedagang kecil, dan kelompok lain-lain.

Pedoman kerja Koperasi simpan-pinjam menurut Schulze adalah:

  1. Uang yang simpanan sebagai modal kerja Koperasi akan dikumpulkan dari seluruh anggota koperasi.
  2. Anggotanya yang berwilayah didaerah perkotaan.
  3. Pengurus Koperasi dipilih dan diberikah berdasarkan pekerjaannya.
  4. Pinjaman bersifat jangka pendek.

Keuntungan yang akan didapat dari bunga pinjaman itu akan dibagikan kembali kepada anggota.

Selain itu ada juga seorang pelopor yang bernama Friedrich Wilhelm Raiffeissen pada tahun 1818-1888 yang menrupakan kepala desa di Flemmerfeld, Weyerbush di Jerman.

Sat itu, Raiffeissen menyarankan supaya para petani menyatukan diri dengan membentuk perkumpulan simpan-pinjam yang membentuk koperasi-koperasi kredit yang didasarkan atas solidaritas dan tanggungan tidak terbatas yang ditanggung oleh para anggota perkumpulan koperasi tersebut.

Prinsipnya adalah menolong diri sendiri, mengelola diri sendiri, serta mengawasi diri sendiri.

Sejarah koperasi dunia pertama kali muncul di eropa pada awal abad ke-19.

Secara umum ada dua alasan yang mendasari pengaruh sosialisme yang terdapa di eropa itu muncul dengan alasan sebagai berikut:

  • Adanya persamaan motif antara gerakan koperasi dengan gerakan sosialis.
  • Keinginan untuk membentuk organisasi ekonomi yang berbeda dengan bentuk struktur organisasi ekonomi yang kapitalis.

Sejarah Koperasi di Indonesia

Sejarah Koperasi di Indonesia
toriqa.com

Pada dasarnya, bangsa Indonesia sudah lama mengenal asas kekeluargaan serta kegotongroyongan yang dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, kemudian menjadi dasar input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan sebagai dasar atau pedoman pelaksanaan koperasi.

Prkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di pertengahan abad ke-18 melahirkan banyak penemuan di bidang teknologi yang dikenal dengan revolusi industri sehingga melahirkan tata dunia ekonomi baru.

Struktur dunia ekonomi akhirnya menjadi terpusat pada keuntungan secara individu, yaitu kaum pemilik modal (kapitalisme).

Sistem ekonomi kapitalis atau liberal menjanjikan keuntungan yang sangat besar kepada pemilik modal namun melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Pada awalnya kedatangan mereka memang murni hanya untuk berdagang.

Namun nafsu serakah yang umumnya dimiliki kaum kapitalis akhirnya berubah menjadi bentuk penjajahan yang memelaratkan masyarakat.

Untuk mempermudah memahami perkembangan koperasi di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar terbagi menjadi dua masa, yaitu pada masa penjajahan dan masa kemerdekaan.

(Lihat juga: 12 Jenis Usaha yang Menguntungkan di Desa)

Sejarah Koperasi di Masa Penjajahan

Pada masa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia mulai lahir atas inisatif tokoh R A Wiriaatmadja pada tahun 1986.

Wiriaatmadja yang saat itu merupakan patih Purwokerto (Banyumas) kemudian berhasil menolong para pegawai berkat jasanya itu, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi.

Setelah itu kemudian disusul oleh berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 yang mencoba memajukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi).

Ada juga serikat Islam pada tahun 1913 yang ikut membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi.

Kemudian pada tahun 1927, usaha koperasi diteruskan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) di Surabaya.

Partai Nasional Indonesia (PNI) mengadakan kongres di Jakarta dan berusaha untuk menggelorakan semangat koperasi sehingga kongres ini sering juga disebut kongres koperasi.

Namun, pergerakan koperasi selama penjajahan Belanda tidak berjalan dengan mulus.

Pemerintah hindia belanda membatasi laju perkembangan koperasi dengan mengeluarkan peraturan koperasi Besluit pada tanggal 7 April No 431 tahun 1915, antara lain:

  • Pembentukan koperasi harus melalui izin dari gubernur jenderal.
  • Fakta dibuat dengan perantaraan notaris dengan menggunakan bahasa Belanda.
  • Biaya materai ditetapkan sebesar 50 golden.
  • Hak-hak tanah harus ditentukan berdasrkan hukum Eropa.
  • Pengumuman harus dilakukan di Javasche Courant yang biayanya juga tinggi.

Akibat dari peraturan-peraturan seperti ini maka bermunculan beragam reaksi dari kaum pergerakan nasional dan para penganjurkoperasi.

Oleh karena itu, pada tahun 1920 pemerintah Belanda mendirikan Panitia Koperasi yang dipimpin oleh J H Boeke, panitia ini diberi tugas untuk meneliti mengenai perlunya koperasi.

Kemudian pada tahun 1927 pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan No 91 yang lebih ringan dari perturan di tahun 1915, dan isi dari peraturan No 91 antara lain:

  • Fakta tidak harus menggunakan perantara notaris, namun hanya cukup didaftarkan pada Penasehat Urusan Kredit Rakyat dan Koperasi serta dapat ditulis dalam bahasa daerah(Indonesia).
  • Biaya materai sebesar 3 golden.
  • Hak tanah bisa berdasarkan hukum adat setempat.
  • Pebentukan hanya berlaku untuk orang Indonesia asli, yang mempunyai hak badan hukum secara adat.

Dengan dikeluarkannya peraturan ini, maka gerakan koperasi mulai tumbuh kembali, dan pada tahun 1932, Partai Nasional Indonesia kembali mengadakan kongres koperasi di Jakarta.

Pemerintah kolonial mengeluarkan lagi peraturan No 108 tahun 1933 sebagai pengganti peraturan yang dikeluarkan pada tahun 1915.

Peraturan ini sebenarnya adalah salinan dari peraturan koperasi Belanda di tahun 1925, sehingga tidak cocok dan sulit untuk dilaksanakan oleh rakyat.

SEmentara di masa penjajahan Jepang, koperasi mengalami nasib yang lebih menyedihkan.

Saat itu, kantor Pusat Jawatan Koperasi diganti oleh pemerintah Jepang menjadi Syomin Kumiai Cou Jomusyo sementara kantor Daerah diganti menjadi Syomin Kumiai Saodandyo.

Kumiai merupakan koperasi model Jepang yang pada awalnya koperasi ini bertugas untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan rakyat.

Nyatanya, hal ini hanyalah alat dari Jepang untuk mengumpulkan hasil bumi serta barang-barang kebutuhan untuk Jepang.

Sejarah Koperasi Indonesia Pada Masa Kemerdekaan

Sejarah Koperasi Indonesia Pada Masa Kemerdekaan
toriqa.com

Pada awal kemerdekaan, fungsi utama koperasi adalah untuk mendistribusikan keperluan masyarakat sehari-hari di bawah Jawatan Koperasi dan Kementerian Kemakmuran.

Pada tahun 1946Jawatan Koperasi mengadakan pendaftaran secara suka rela, maka terhimpunlah sebanyak 2.500 buah koperasi.

Koperasi pada saat itu dapat berkembang secara pesat. Namun karena sistem pemerintahan yang berubah-ubah maka terjadi titik kehancuran koperasi Indonesia menjelang pemberontakan G30S / PKI.

Ada banyak partai yang memenfaatkan koperasi untuk kepentingan partainya, bahkan ada yang menggunakan koperasi sebagai alat pemerasan kepada rakyat untuk dirinya sendiri.

Hal ini tentu banyak merugikan koperasi sehingga masyarakat kehilangan kepercayaannya dan takut menjadi anggota koperasi.

Setelah para pemberontak G30S / PKI brhasil di tumpas, maka pembangunan baru dapat dilaksanakan secara normal.

Pemerintah bertekad untuk menerapkan pancasila bersarkan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Pada tahun 1947 pemerintah berhasil menyelenggarakan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat, hasil dari Kongres tersebut antara lain:

  • Mendirikan Organisasi sentral Koperasi Rakyat Indonesia atau SOKRI.
  • Menetapkan gotong royong sebagai dasar koperasi.
  • Hari koperasi ditetapkan pada tanggal 12 Juli.

Namun karena tekanan dari berbagai pihak Agresi Belanda, keputusan Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan secara baik.

Namun, pada tanggal 12 Juli 1953, Kongres Koperasi II kembali diadakan di Bandung, yang isinya antara lain mengambil putusan:

  • Mendirikan Dewan Koperasi Indonesia atau Dekopin sebagai pengganti SOKRI
  • Memutuskan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.
  • Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
  • Pembuatan undang-undang koperasi yang baru akan segera dibuat.

Beberapa hambatan yang dialamai pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Kesadaran masyarakat masih sangat rendah akan pentingnya koperasi, pengalaman masa lampau menyebabkan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi.
  • Pengetahuan masyarakat seputar koperasi juga masih sangat rendah.

Untuk melaksanakan program-progeram koperasi pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :

  • Meningkatkan semangat pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi.
  • Meningkatkan taraf pendidikan serta penerangan koperasi.
  • Memberikan kredit kepada para produsen, baik di lapangan maupun di lingkungan industri dan juga pertanian yang memiliki modal kecil.

Organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi masih perlu diadakan perbaikan, dan cara membantu mereka adalah dengan mendirikan koperasi di kalangan mereka.

Dengan demikian, pemerintah bisa mengalirkan bantuan berupa kredit melalui koperasi tersebut.

Untuk memberikan pengertian tentang bagaimana fungsi koperasi di kalangan masyarakat, maka perlu diadakan penerangan dan pendidikan kader-kader koperasi.

Artikel terkait

(Tokoh-Tokoh Penting Pendiri NU)

(Cerita Silat Jawa Singkat & Menarik)

Sejarah Perkembangan Koperasi di Dunia (Eropa dan Asia)

Sejarah Perkembangan Koperasi di Eropa

  • Prancis.
  • Inggris.
  • Jerman
  • Denmark.
  • Amerika Serikat.

Perkembangan Koperasi di Prancis

Perkembangan Koperasi di Prancis
toriqa.com

Tercatat bahwa pad awal perkembangan industri di prancis telah menimbulkan kemiskkinan dan penderitaan bagi rakyat Perancis.

Namun, berkat  para pelopor yang mendorong diadakannya koperasi seperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, mereka sangat menyadari perlunya perbaikan nasib  rakyat.

Hingga membuat para pengusaha kecil di Perancis berhasil membangun Koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi.

Namun sekarang, di Perancis terdapat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Perancis atau Federation Nationale Dess Cooperative de  Consommation, yamn mana koperasi didalamnya sudah ada 476 buah koperasi.

Bahkan, memiliki jumlah anggota hingga mencapai 3.460.000 orang, serta kepemilikan toko yang berjumlah 9.900 buah dan menghasilkan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun.

Perkembangan Koperasi di Inggris

Di negara Inggris, koperasi didirikan di kota Rochdale, pada tahun 1844.

Koperasi ini dipelopori oleh 28 orang anggota serta mampu bertahan dan sukses karena didasari oleh semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha, koperasi ini terbilang sukses.

Mereka duduk bersama kemudian menyusun berbagai langkah yang akan dilakukan sebelum akhirnya membentuk sebuah satuan usaha yang mampu mempersatukan visi serta tujuan utama mereka.

Mereka mulai menyusun pedoman kerja dan merealisasikan sesuai dengan ketentuan yang mereka susun secara bersama.

Meskipun diawal mereka banyak mengalami hujatan, tapi toko yang dikelola secara bersama-sama itu akhirnya dapat berkembang secara bertahap.

Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society, memiliki prinsip-prinsip koperasi seperti berikut:

  • Keanggotaannya sifatnya terbuka.
  • adanya sistem pengawasan secara demokratis.
  • Bunga yang terbatas adalah modal anggota.
  • Sisa-sisa hasil usaha dikembalikan sesuai dengan jasanya untuk koperasi.
  • Berbagai barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan dilakukan secara tunai.
  • Tidak ada perbedaan apapun baik ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.
  • Barang yang bisa diperjual belikan adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak ataupun palsu.
  • Pendidikan dilakukan terhadap anggota secara berkesinambungan.

Berdasar pada pedoman koperasi di Rochdale inilah prinsip-prinsip pergerakan koperasi kemudian terbentuk.

Meskipun masih amat sederhana, namun apa yang dilakukan koperasi Rochdale dengan prinsip-prinsipnya telah menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia.

Prinsip-prinsip dasr dari koperasi Rochdale tersebut selanjutnya dibakukan oleh I.C.A dan disampaikan dalam konggres I.C.A yang berlangsung di Paris tahun 1937.

Perkembangan Koperasi di Jerman

Pada tahun 1848, ketika Inggris dan Perancis sudah mencapai kemajuan, muncul seorang pelopor yang bernama F W Raiffeisen, ia adalah seorang walikota di Flammersfield.

Dia mengemukakan pendapatnya agar kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan-pinjam.

Setelah dirinya melalui beberapa rintangan, akhirnya Raiffesien mampu membentuk Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut:

  1. Bagi anggota Koperasi harus menyimpan sejumlah uang di koperasi.
  2. Sewaktu-waktu uang simpanan boleh dikeluarkan dalam bentuk pinjaman dengan membayar bunga.
  3. Untuk awal, usaha Koperasi dibatasi untuk daerah pedesaan agar tercapai kerjasama yang erat.
  4. Kepengurusan Koperasi dijalankan oleh anggota yang telah dipilih tanpa mendapatkan upah.
  5. Keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pelopor Koperasi lainnya adalah seorang hakim bernama H Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh.

Pada tahun 1849 dia mempelopori pembentukan Koperasi simpan-pinjam yang fokusnya di daerah perkotaan.

Perkembangan Koperasi Di Denmark

Jumlah anggota Koperasi di negara Denmark terdiri dari 30% dari keseluruhan peduduk negara Denmark.

Hal itu karena hampir 1/3 penduduk pedesaan Denmark yang berusia antara 18 s/d 30 tahun balajar di perguruan tinggi.

Seiring perkembangannya, yang didistribusikan dalam koperasi tidak hanya hasil-hasil pertanian, namun juga meliputi barang-barang kebutuhan sector pertanian itu sendiri.

Di Denmark juga dikembangkan Koperasi konsumsi, Koperasi-koperasi konsumsi ini mayoritas dibentuk oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.

Perkembangan Koperasi di Amerika Serikat.

Perkembangan Koperasi di Amerika Serikat.
toriqa.com

Di pertengahan abad ke 19, keadaan sosial ekonomi Amerika Serikat hampir sama dengan Inggris.

Berdasarkan catatan pada saat itu, jumlah Koperasi yang tumbuh antara tahun 1863-1939, berjumlah 2600 buah, itu sekitar 57% dari Koperasi-koperasi yang mengalami kegagalan.

Menurut catatan, dalam periode antara 1909 sampai 1921, telah ada sekitar 52% dari seluruh pekumpulan Koperasi pertanian yang ada telah bekerja secara efektif.

Di amerika serikat, ada banyak jenis Koperasi yang berkembang.

Tercatat di daerah pedesaan saja dikenal adanya beberapa Koperasi, seperti koperasi Asuransi Bersama, Koperasi Listrik dan Telepon, Koperasi Pengawetan Makanan, Koperasi Simpan-Pinjam dan juga Koperasi Penyediaan Benih.

Sementara beberapa koperasi yang berlokasi di perkotaan ada yang menyelenggarakan toko-toko eceran.

Selain itu, diperkotaan amerika, juga banyak ditemukan adanya koperasi kredit serta Koperasi Perumahan yang banyak berkembang, ada juga Koperasi Rumah Sakit dan Koperasi Kesehatan.

Koperasi yang pertama kali berdiri di Amerika Serikat adalah The Philadelphia Contributionship From Lose By Fire, sejenis asuransi kebakaran.

Selanjutnya ada juga koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian,

Pada tahun 1880, ada beberapa koperasi yang dibentuk, diantaranya adalah pertanian yang besar (History and Performance of Inkopkar 1995).

Disamping itu, di Amerika Serikat juga sudah mengembangkan kumpulan simpan pinjam selama bertahun-tahun yang kemudian dikenal dengan nama Credit Union, berkat arahan dari Alphonso Desjardin tahun 1854- 1921.

Sebelum itu, masyarakat disana juga pernah mencoba membentuk perkumpulan yang serupa, seperti yang pernah dibentuk oleh kaum pekerja di tahun 1892 yang bernama The Boston Globe.

Namun hal itu kurang mendapat dukungan dan sambutan dari masyarakat karena dinilai terlalu mengejar keuntungan, sehingga tidak dilihat sebagai suatu bentuk kerja sama dan tolong menolong.

Pada tahun 1900 an Alphonso, memulai usaha simpan pinjam dengan membentuk sejenis Bank Rakyat di Levis Queebec, dengan cara menggerakkan kegiatan menabung di kalangan petani ataupun buruh dan selanjutnya meminjamkan kepada sesama anggota yang membutuhkan dana.

Perkembangan yang pesat usaha simpan pinjam melalui “bank rakyat ” mendorong Alphonso berpikir akan perlunya landasan hukum bagi usaha tersebut.

Berkat kerja keras Alphonso bersama rekannnya Edward A Filene di tahun 1860-1913, kemudian lahirlah undang-undang pertama tentang koperasi Simpan pinjam di Massachussets pada tahun 1909.

Kemudian seiring perkembangannya, undang-undang tentang koperasi simpan pinjam itu juga mulai melebar ke New Hampshire.

Koperasi simpan pinjam tersebut selanjutnya menjadi contoh atau rujukan bagi koperasi simpan pinjam di seluruh Amerika Serikat, bahkan sampai ke Kanada.

Bahkan hingga tahun 1915, jumlah koperasi simpan pinjam atau credit union terus meningkat hingga menjadi 11 unit, kemudian tiga tahun berikutnya meningkat menjadi 42 unit.

Sampai pada tahun 1934 terus mengalami peningkatan menjadi sekitar 2.400 unit yang tersebar di 38 negara bagian.

Ditahun itu juga Presiden Roosevelt kemudian menandatangani Federal Credit Union Act.

Dan pada tahun itu juga berdirilah Federal Credit Union yang memasukkan diri sebagai National Credit Union Association, yang berpusat di Madison, Wiscounsin.

Sejarah Perkembangan Koperasi Di Asia.

Perkembangan Koperasi Di Jepang

Sejarah Koperasi Dunia, Perkembangan Koperasi Di Jepang
toriqa.com

Dalam catatan sejarah koperasi dunia, Jepang pertama kali mendirikan koperasi pada tahun 1900 yaitu 33 tahun setelah pembaharuan oleh Kaisar Meiji, atau pada saat pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan.

Adapun cikal bakal lahirnya Koperasi di Jepang itu muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman.

Yang mana sejak tahun 1930 gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat, khususnya pada saat penduduk Jepang menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933.

Di Jepang dikenal ada dua bentuk Koperasi pertanian.

Yang pertama ada yang namanya Koperasi Pertanian Umum.

Cara kerja Koperasi ini atas dasar serba usaha, seperti menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha-usaha perasuransian, pemberian penyuluhan serta bimbingan bagi para usaha tani.

Bentuk Koperasi yang kedua disebut dengan Koperasi Khusus, koperasi jenis ini hanya mengadakan satu jenis usaha misalnya, Koperasi daging ternak, koperasi buah, Koperasi bunga-bungaan dan sebagainya.

Secara umum, sebagian besar koperasi pertanian di Jepang menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama.

Sebagai tambahan, Koperasi-koperasi yang mengadakan kegiatan serba usaha juga tergabung dalam sebuah Koperasi Induk yang bernama Gabungan Perkumpulan Koperasi Pertanian Nasional atau Zenkoku Nogyo Kyodokumiai Chuokai.

Adapun fokus dari kegiatan Koperasi Gabungan atau ZEN-Noh ini adalah untuk mendistribusikan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian.

Selain itu, ada juga Induk Koperasi Asuransi Bersama di Jepang, ada juga Induk Koperasi Perbankan untuk pertanian dan kehutanan dan pusat asosiasi penerbitan.

Perkembangan Koperasi Di Korea

Di negara Korea, perkembangan koperasi khususnya Koperasi pedesaan dimulai pada awal abad ke-20.

Untuk yang dipedesaan, ada dua jenis koperasi yang melayani kebutuhan kredit petani, yaitu Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian.

Pada tahun 1961, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional atau National Agricultural Cooperative Federation (NACF) dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang baru.

Sistem koperasi gabungan ini bekerja atas dasar prinsip-prinsip Koperasi yang modern dan melakukan kerjanya atas dasar serba usaha atau Multipurpose.

NACF mempunyai tugas untuk mengembangkan sector pertanian, meningkatkan peran sektor ekonomi dan sosial petani, serta menjalankan usaha-usaha peningkatan budaya rakyat.

Sejarah Perkembangan Koperasi Di Malaysia

Di malaysia, gerakan-gerakan koperasi mulai diperkenalkan mulai tahun 1909 oleh pemerintah kolonial.

Penciptaan RIDA  atau Otorita Pengembangan Pedesaan & Industri pada tahun 1990 membantu mendukung serta menfalisitasi dengan pegembangan pedesaan yang terintegrasi.

Gerakan koperasi yang paling populer di Malaysia adalah gerakan koperasi pengembangan perumahan.

Sejarah Perkembangan Koperasi di Filipina

SEjarah lahirnya koperasi di Filipina dipicu oleh lahirnya kebijakan reformasi Agraria.

Sedangkan Koperasi yang terbilang sukses di Filipina adalah Federasi Koperasi Mindanao atau FEDCO, yang mempunyai sekitar 20 anggota koperasi dan 3600 petani perorangan.

Koperasi ini mengelola hampir 5000 hektar lahan pertania dengan komoditi pisang.

MIDECO merupakan salah satu koperasi yang pendiriannya disupport oleh LSM pada tahun 1986.

Sejarah Perkembangan Koperasi di India

Sejarah koperasi dunia di India dimulai sejak tahun 1907 yang mana kala itu india membentuk koperasi kredit ala Raffesian kemudian diperbaharui pada tahun 1912.

UU koperasi India di kemudian diadaptasi oleh negara-negara di Amerika, Afrika serta di Asia termasuk juga Indonesia.

Sejak awal pperkembangan koperasi di india, yang menjadi adalan adalah koperasi perkreditan dan koperasi peternakan sapi perah, pabrik gula serta bank koperasi.

Sejarah Perkembangan Koperasi di Timor Leste

Sejarah pertumbuhan koperasi di Timor Leste mengadaptasi model koperasi wanita, atau Setia Budi Wanita (SBW) di JawaTimur, terutama dalam hal manajemen tanggung renteng.

Di Timor Leste, koperasi menjadi salah satu pilar ekonomi Negara selain sektor publik dan juga swasta.

Jumlah koperasi yang berdiri di Timur Leste ada sebanyak 84 unit.

Kegiatannya pun berjalan seimbang antara koperasi simpan pinjam dan koperasi serbausaha.

Hingga di tahun 2017, pemerintah menargetkan koperasi tumbuh menjadi 300 koperasi.

Tokoh Tokoh Koperasi Dunia

Dalam sejarah koperasi dunia, tercatat ada beberapa tokoh penting dalam pembentukan koperasi dari beberapa negara di dunia, diantaranya.

Adam Smith

Sejarah Koperasi Dunia, adam smit
toriqa.com

Adam Smith merupakan tokoh terkemuka di bidang teori pembangunan ekonomi, ia lahir di kota Kirkcaldy, Skotlandia pada tahun 1723.

Dari tahun 1751 hingga tahun 1764 Adam Smith menjadi guru besar di Universitas Glasgow.

Selama mengajar di perguruan tinggi tersebut, ia mulai menerbitkan buku pertamanya, Theory of Moral Sentiments, yang mengangkat dirinya ke tengah-tengah masyarakat intelektual.

Namun, puncak kepopuleran serta kemahsyurannya terletak pada buku dan karya besarnya An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations, yang terbit pada tahun 1776.

Robert Owen

Robert Owen di lahirkan di Newton, Powys, Montgomeryshire, Wales, pada 14 Mei 1771 dan meninggal pada 17 November 1858 di usianya yang ke 87 tahun.

Robert Owen merupakan pemikir utama sosialisme utopis, dirinya juga seorang pelaku bisnis sukses yang telah menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya untuk peningkatan hidup karyawannya.

Atas semua karya dan jasa-jasa besarnya, dia dianggap sebagai Bapak gerakan koperasi.

William King

Dr William King di lahirkan di Ipwich pada tahun 1786, ia merupakan perintis koperasi terbesar kedua di Inggris.

Mohammad Hatta

Bung Hatta lahir di kota Bukittinggi pada tangal 12 Agustus 1902.

Beliau menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penderitaan rakyat kecil sehingga mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi.

Prinsip utamanya adalah untuk memperbaiki nasib golongan miskin serta kelompok ekonomi lemah, atas jasa dan perjuangannya itu, Bung Hatta kemudian diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia.

Demikianlah pembahasan seputar sejarah koperasi dunia dan di Indonesia, semoga bisa bermanfaat dan meningkatkan taraf pengetahuan kita mengenai sejarah lahirnya koperasi.

Lihat juga artikel lengkap kami seperti 18 Cerita Rakyat Pilihan dan juga Cerita silat Jawa singkat dan Menarik untuk Anda baca.

Tinggalkan komentar