Pembentukan Provinsi Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat Yang Wajib Kita Tau [ Sejarah Lengkap ] +Gambar

Hay sobat, kali ini saya akan berbagi informasi tentang Sejarah Jawa Barat, salah satu daerah Provinsi di indonesia yang Ibu Kotanya berada di Bandung.

Sebelumnya, saya juga telah menulis tentang daftar Nama Jawa kerren dan unik untuk si kecil, dan juga Sejarah Pantai Pandawa yang merupakan destinasi wisata unggulan Bali yang memiliki keindahan pemandangan luar biasa.

Kembali lagi ke pembahasan ini, tau gak sih,, bahwa dalam Sejarah, Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama kali dibentuk di wilayah Indonesia.

Jawa Barat juga merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, namun juga Provinsi dengan penyumbang pendapatan terbesar kedua setelah jakarta.

Yuk, kita cari tau lebih jauh seputar Sejarah Jawa Barat dalam pembahasan artikel berikut ini.

Sejarah Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat
Wilayahku.com

Dalam sejarah jawa barat, sejak abad ke-5 wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara.

Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara, yang tersebar di Jawa Barat.

Dalam sebuah penelitian oleh badan arkeologi, ditemukan tujuh prasasti yang tertulis dalam aksara Wengi yang menggunakan tulisan Palawa ( India ), menggunakan bahasa Sansakerta, yang sebagian besar menceritakan tentang para raja Tarumanagara.

Setelah kerajaan Tarumanagara runtuh, kekuasaan di daerah barat Pulau Jawa, dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.

Salah satu prasasti yang berasal dari zaman Kerajaan Sunda salah satunya adalah prasasti Kebon Kopi II yang merupakan peninggalan dari tahun 932.

Pakuan Pajajaran merupakan ibu kota dari kerajaan sunda yang sekarang jadi daerah otonomi kota Bogor.

Sejak abad ke-16, Kesultanan Demak berkembang menjadi saingan politik dan ekonomi Kerajaan Sunda.

Pelabuhan Cerbon yang kelak menjadi Kota Cirebon, juga melepaskan diri dari Kerajaan Sunda karena pengaruh dari Kesultanan Demak.

Sebelum Jawa Barat berdiri, daerah ini pernah dikuasai oleh beberapa kerajaan, diantaranya adalah Kerajaan tarumanegara dan Kerajaan Sunda. 

Sejak saat itu kerajaan ini tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang mampu membangun daerah kekuasaannya sendiri.

Selain itu pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon yang kemudian juga tumbuh menjadi Kesultanan Banten.

Kerja Sama Kerajaan Sunda – Portugis

Kerja Sama Kerajaan Sunda - Portugis
123RF.com

Untuk menghadapi dan mengatasi ancaman ini, Sri Baduga Maharaja yang merupakan raja Sunda kala itu memerintahkan putranya Surawisesa, untuk berangkat ke Malaka dan membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis.

Hal ini terpaksa dilakukan untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kalapa ( yang sekarang Jakarta) kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak.

Pada saat Surawisesa naik tahta menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa, dibuatlah perjanjian pertahanan keamanan Sunda-Portugis.

Kerja sama ini ditandai dengan didirikannya Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal, yang ditandatangani dalam tahun 1512.

Sebagai timbal baliknya, Portugis diberi akses untuk mendirikan benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses untuk melakukan kegiatan perdagangan di sana.

Untuk mewujudkan perjanjian pertahanan dan keamanan bersama portugis, maka pada tahun 1522 dibangun sebuah monumen batu yang disebut padrão di tepi Ci Liwung.

Meskipun perjanjian pertahanan dan keamanan dengan Portugis telah disepakati, namun pelaksanaannya tidak dapat terwujud.

Karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon – Demak menyerang dan berhasil menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa dibawah pimpinan Fatahilah atau Paletehan.

Perang yang terjadi antara Kerajaan Sunda dan aliansi Cirebon – Demak berlangsung lima tahun, hingga akhirnya pada tahun 1531, dibuat suatu perjanjian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.

Sejak tahun 1567 hingga 1579, Kerajaan Sunda dibawah kepemimpinan Raja Mulya atau Prabu Surawisesa mengalami kemunduran yang sangat besar akibat tekanan dari Kesultanan Banten.

Kemudian pada tahun 1576, kerajaan Sunda tidak mampu mempertahankan Pakuan Pajajaran yang merupakan ibu kota Kerajaan Sunda, dan akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten.

Di zaman pemerintahan Kesultanan Banten, jawa Barat bagian tenggara ( Priangan ) jatuh ke tangan Kesultanan Mataram.

Artikel terkait

( Nama Jawa Kuno )

( Legenda Bahasa Jawa )

Pembentukan Provinsi

Pembentukan Provinsi Jawa Barat
Kota Kita

Dalam sejarah Jawa Barat, proses administratif daerah Jawa Barat mulai difungsikan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat.

Pembentukan provinsi itu dilakukan oleh belanda sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi daerah jajahan Hindia Belanda menjadi kesatuan-kesatuan daerah provinsi.

Penggunaan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan sebelum tahun 1925 juga digunakan sebagai istilah geografi, untuk menyebut bagian Pulau Jawa di daerah barat Sungai Cilosari dan Citanduy.

Daerah tersebut sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.

Setelah indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Jawa Barat merupakan Provinsi pertama yang dibentuk sejak masa kolonial Belanda tahun 1925.

Berdasarkan hasil dari kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar, Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda, maka pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat.

Kesepakatan ini juga disaksikan langsung oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan dari PBB.

Baru pada tahun 1950, Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia sebagai daerah provinsi.

Penduduk Jawa Barat

Penduduk dan populasi
Pixabay

 

Hampir sebagian besar penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda, yang bertutur menggunakan Bahasa Sunda.

Sedang di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon dituturkan bahasa Cirebon yang mirip dengan Bahasa Banyumasan dengan dialek Brebes.

Di Kabupaten Indramayu bahasa Cirebon menggunakan dialek Indramayu atau dikenal dengan dermayon.

Begitu juga dengan beberapa kecamatan yang berada di pantai utara kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang, seperti Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon dan Pedes juga menggunakan bahasa Cirebon yang hampir sama dengan bahasa Cirebon dialek dermayon.

Sedangkan daerah lain yang juga berbatasan dengan DKI Jakarta seperti sebagian Kota Bekasi, Kecamatan Tarumajaya dan Babelan (Kabupaten Bekasi) dan Kota Depok bagian utaranya menggunakan bahasa Melayu dialek Betawi.

Di daerah Jawa Barat terdapat karakter yang mirip dengan dua identitas masyarakat perkotaan yang sebagian besar mendiami wilayah Jabodetabek, serta Bandung Raya dan juga masyarakat tradisional yang hidup di pedesaan yang tersisa.

Populasi rakyat Jawa Barat Pada tahun 2002, mencapai 37.548.565 jiwa, dengan rata-rata kepadatan penduduk 1.033 jika/km persegi.

Jika bandingkan dengan angka pertumbuhan nasional (2,14% per tahun), Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat terendah, yakni 2,02% per tahun.

( Lihat Juga: Sejarah Pantai Pandawa )

Perekonomian Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat
Pixabay

Selama lebih dari tiga dekade terakhir, Jawa Barat telah mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat.

Saat ini, kemajuan ekonomi modern ditandai dengan peningkatan pada sektor manufaktur dan jasa.

Selain dalam perkembangan sosial dan infrastruktur, sektor manufaktur terhitung terbesar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi.

Jawa barat menjadi pusat di hampir tiga perempat industri-industri manufaktur non minyak di seluruh indonesia.

Pada tahun 2003 PDRB Jawa Barat mencapai Rp.231.764 miliar (US$ 27.26 Billion) menyumbang 14-15 persen dari total PDB Nasional, angka ini terbilang tinggi untuk sebuah Provinsi.

Bagaimanapun juga karena jumlah penduduk jawa barat yang besar, PDB per kapitanya adalah Rp. 5.476.034 (US$644.24) yang termasuk minyak dan gas, ini menggambarkan 82,4 persen dan 86,1 persen dari rata-rata nasional.

Pertumbuhan ekonomi jawa barat tahun 2003 mencapai 4,21 persen, termasuk minyak dan gas 4,91 persen, ini lebih baik dari Indonesia secara keseluruhan, (US$1 = Rp. 14.200,-).

Geografi Jawa Barat

Geografi
Pixabay

Secara geografis, Provinsi Jawa Barat terletak di bagian barat Pulau Jawa.

Wilayah sekitar jawa barat berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat.

Di kawasan pantai utara merupakan dataran rendah, sedang bagian tengahnya merupakan daerah pegunungan, atau rangkaian dari pegunungan yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa.

Gunung Ciremay merupakan titik tertinggi, yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon.

Sedang sungai-sungai yang cukup penting di wilayah jawa barat antara lain, Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk, yang bermuara di Laut Jawa.

Iklim Daerah Jawa Barat

Iklim Daerah Jawa Barat
Pixabay

Sama seperti daerah lain di indonesia, Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan suhu 9 °C di Puncak Gunung Pangrango dan 34 °C di Pantai Utara.

Rata-rata memiliki curah hujan 2.000 mm per tahun, namun di beberapa daerah pegunungan terjadi curah hujan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.

Topografi Jawa Barat

Ciri – ciri utama daratan Jawa Barat, sebagian dari wilayahnya adalah jalur pegunungan api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi.

Daratan jawa barat dapat dibedakan atas wilayah pegunungan yang curam di  sebelah selatan, dengan ketinggian mencapai 1.500 m di atas permukaan laut.

Daerah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, dan wilayah dataran luas di utara memiliki ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.

Manufaktur Jawa Barat

Manufaktur di sunda
Finansian – Bisnis.com

Provinsi Jawa Barat mempunyai tingkat konsentrasi yang tinggi terhadap pengembangan manufaktur, termasuk diantaranya elektronik, industri kulit, pengolahan makanan, tekstil, furnitur dan industri pesawat.

Selain itu juga ada panas bumi, minyak dan gas, serta industri petrokimia menjadi andalan Jawa Barat.

Kontribusi terbesar terhadap GRDP Jawa Barat antara lain, Sektor manufaktur (36,72%), hotel, perdagangan dan pertanian (14,45%),  totalnya mencapai 51,17%.

Jawa Barat tetap menjadi pusat beberapa industri tekstil modern dan garmen nasional, berbeda halnya dengan daerah lain yang menjadi pusat dari industri tekstil tradisional, terlepas dari adanya krisis nasional.

Hal ini menjadikan Jawa Barat sebagai penyumbang hampir seperempat dari nilai total hasil produksi Indonesia di sektor non Migas.

Sekitar 55,45% ekspor utama jawa barat berupa tekstil, yang merupakan total ekspor jawa Barat, sedang yang lainnya adalah besi baja, alas kaki, furnitur, rotan, elektronika, komponen pesawat dan lainnya.

Pertanian Daerah Jawa Barat ( Lahan dan Perairan )

Lahan dan perairan
Pixabay

Jawa barat dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, hampir 23 persen lahan dari total luas 29,3 ribu kilometer persegi dialokasikan untuk produksi beras.

Hal ini menjadikan jawa Jawa Barat sebagai Rumah Produksi bagi ekonomi Indonesia, tidak dapat dipungkiri, bahwa hasil pertanian Provinsi Jawa Barat menyumbangkan 15 persen dari nilai total pertanian Indonesia.

Tanaman pangan yang dihasilkan meliputi beras, kentang manis, jagung, buah-buahan dan sayuran, selain itu juga terdapat komoditi seperti teh, kelapa, minyak sawit, karet alam, gula, coklat dan kopi.

Produksi peternakan dari daerah ini juga menghasilkan sekitar 120.000 ekor sapi ternak, itu artinya 34% dari total nasional.

Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja

Sejarah Jawa Barat

Jawa barat memiliki jumlah penduduk sekitar 37 juta manusia pada tahun 2003, 16 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia.

Pertumbuhan urbanisasi di Provinsi ini berkembang sangat cepat, khususnya didaerah sekitar JABODETABEK (sekitar Jakarta).

Jawa Barat juga memiliki tenaga pekerja berpendidikan yang berjumlah sekitar 15,7 juta orang pada tahun 2001, atau 18 persen dari total tenaga kerja nasional yang berpendidikan.

Mayoritas tenaga kerja bekerja dibidang kehutanan, pertanian dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor pelayanan (29%).

Minyak-Mineral dan geothermal

Sejarah Jawa Barat
Pixabay

Daerah ini juga termasuk penghasil minyak yang cukup besar, yang dapat ditemukan di sepanjang Laut Jawa, utara Jawa Barat.

Sementara cadangan geothermal atau panas bumi terletak di beberapa daerah di Jawa Barat.

Selain itu tambang lain seperti Batu gamping, andesit, marmer, tanah liat merupakan pertambangan mineral yang dapat ditemukan di daerah ini.

Termasuk juga mineral yang cadangan depositnya sangat potensial, seperti Emas yang dikelola oleh salah satu perusahaan swasta, dan berpotensi menghasilkan deposit sebesar 5,5 million ton, dan menghasilkan 12,1 gram emas per ton.

Pendidikan di Jawa Barat

Daftar Perguruan Tinggi Negeri Jawa Barat

Perguruan Tinggi Negeri Jawa Barat
Mamikos
  1. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati, didaerah Cirebon.
  2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di daerah Sumedang.
  3. Institut Pertanian Bogor (IPB), di daerah Bogor.
  4. Institut Teknologi Bandung (ITB), di daerah Bandung.
  5. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), di daerah Bandung.
  6. Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung (Poltekkes), di daerah Bandung.
  7. Politeknik Manufaktur Bandung (POLMAN), d/h Politeknik Mekanik Swis-ITB di daerah Kota Bandung.
  8. Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), d/h Politeknik ITB di daerah Kota Bandung.
  9. Politeknik Negeri Sukabumi (Polsu), di daerah Sukabumi
  10. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS Bandung), di daerah Bandung.
  11. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), d/h National Hotel Institute (NHI), di daerah Bandung
  12. Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung (STSI Bandung), d/h ASTI Bandung, di daerah Bandung
  13. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT), d/h Institut Teknologi Tekstil (ITT), di daerah Bandung
  14. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), di daerah Bekasi
  15. Universitas Indonesia (UI), di daerah Kota Depok
  16. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati atau UIN Bandung yang berlokasi di daerah Bandung
  17. Universitas Padjadjaran (Unpad), yang kampunya berlokasi di daerah Bandung dan Sumedang,
  18. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), d/h IKIP Bandung, dengan kampus pusatnya di Kota Bandung, dan kampus daerah di Kabupaten Bandung, Purwakarta, Sumedang, dan Tasikmalaya.
  19. Universitas Siliwangi (UNSIL), di daerah Tasikmalaya
  20. Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), di daerah Karawang

Daftar Perguruan Tinggi Swasta Jawa Barat

Perguruan Tinggi Swasta Jawa Barat
Beasiswa – ID.net
  • Institut Teknologi Nasional atau Itenas, di daerah Kota Bandung.
  • Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), di daerah Tasikmalaya.
  • Institut Agama Islam Darussalam Ciamis atau IAID, di daerah Ciamis.
  • Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), di daerah Bandung.
  • Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), di daerah Bandung.
  • Universitas Telkom, di daerah Bandung.
  • Universitas Katolik Parahyangan (Unpar),di daerah Bandung.
  • Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani),di daerah Bandung.
  • Universitas Langlangbuana (Unla), di daerah Bandung.
  • Universitas Kristen Maranatha, di daerah Bandung.
  • Universitas Islam Bandung (Unisba), di daerah Bandung.
  • Universitas Pasundan (Unpas), di daerah Bandung.
  • Universitas Widyatama (Utama), di daerah Bandung.
  • Universitas Garut (Uniga), di daerah Kota Garut.
  • Universitas Islam Nusantara (Uninus), di daerah Bandung.
  • Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), di daerah Cirebon.
  • Universitas Perjuangan (Unper), di daerah Tasikmalaya.
  • Universitas Galuh (Unigal), di daerah Ciamis.
  • Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), di daerah Bogor.
  • Universitas Pakuan (Unpak), di daerah Bogor.
  • Universitas Komputer Indonesia (Unikom), di daerah Bandung.
  • Universitas Winaya Mukti (Unwim), di daerah Jatinangor Kota Sumedang.
  • Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), di daerah Jatinangor Kota Sumedang.
  • Universitas Sebelas April (Unsap), di daerah Sumedang.
  • Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (Unibi), di daerah Kota Bandung.
  • Universitas Majalengka (Unma), di daerah Majalengka.
  • Universitas Kuningan (Uniku), di daerah Kuningan.
  • Sekolah Tinggi Kesehatan Kuningan (STIKKU), di daerah Kuningan.
  • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Al-IHYA), di daerah Kuningan.
  • Sekolah Tinggi Agama Islam AT-TAQWA (STAIA), di daerah Bekasi.
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA JAKARTA (STIE IPWIJA), yang berlokasi di Nagrak, Gunung Puteri, Cileungsi daerah Bogor Timur atau Kabupaten Bogor.
  • Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), di daerah Bandung.
  • Universitas Bale Bandung (Unibba), di daerah Bandung.
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Al-Ishlah (STEI Al-ISHLAH), di daerah Cirebon.
  • Sekolah Tinggi Teknologi Nusa Putra (STT NUSA PUTRA), di daerah Sukabumi.
  • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Al-AMIN), di daerah Sukabumi.

Struktur Pemerintahan Jawa Barat

Jawa Barat mempunyai 17 kabupaten dan 9 kota, Kota-kota ini adalah hasil pemekaran dari tahun 1996, Berikut ini Kota – Kota hasil pemekaran di Jawa Barat antara lain:

  1. Kota Bekasi, yang dimekarkan dari Kabupaten Bekasi sejak tahun 1996.
  2. Kota Depok, yang dimekarkan dari Kabupaten Bogor sejak tahun 1999.
  3. Kota Cimahi, yang dimekarkan dari Kabupaten Bandung sejak tahun 2001.
  4. Kota Tasikmalaya, yang dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya sejak tahun 2001.
  5. Kota Banjar, yang dimekarkan dari Kabupaten Ciamis sejak tahun 2002.
  6. Kabupaten Bandung Barat, yang dimekarkan dari Kabupaten Bandung dari tahun 2007.

Kabupaten dan Kota Di Jawa Barat

Kabupaten dan Kota Di indonesia
Jalajah Nusae
  1. Kabupaten Bandung, pusat pemerintahan ( Soreang )
  2. Kabupaten Bandung Barat, pusat pemerintahan ( Ngamprah )
  3. Kabupaten Bekasi, pusat pemerintahan ( Cikarang )
  4. Kabupaten Bogor, pusat pemerintahan ( Cibinong )
  5. Kabupaten Ciamis, pusat pemerintahan ( Ciamis )
  6. Kabupaten Cianjur, pusat pemerintahan ( Cianjur )
  7. Kabupaten Cirebon, pusat pemerintahan ( Sumber )
  8. Kabupaten Garut, pusat pemerintahan ( Garut )
  9. Kabupaten Indramayu, pusat pemerintahan ( Indramayu )
  10. Kabupaten Karawang, pusat pemerintahan ( Karawang )
  11. Kabupaten Kuningan, pusat pemerintahan ( Kuningan )
  12. Kabupaten Majalengka, pusat pemerintahan ( Majalengka )
  13. Kabupaten Purwakarta, pusat pemerintahan ( Purwakarta )
  14. Kabupaten Subang, pusat pemerintahan ( Subang )
  15. Kabupaten Sukabumi, pusat pemerintahan ( Pelabuhanratu )
  16. Kabupaten Sumedang, pusat pemerintahan ( Sumedang )
  17. Kabupaten Tasikmalaya, pusat pemerintahan ( Singaparna )
  18. ( Kota Bandung ) Bandung.
  19. ( Kota Banjar ) Banjar.
  20. ( Kota Bekasi ) Bekasi.
  21. ( Kota Bogor ) Bogor.
  22. ( Kota Cimahi ) Cimahi.
  23. ( Kota Cirebon ) Cirebon.
  24. ( Kota Depok ) Depok.
  25. ( Kota Sukabumi ) Cisaat.
  26. ( Kota Tasikmalaya ) Tasikmalaya.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini tentang sejarah jawa barat yang penting untuk kita ketahui sebagai generasi bangsa yang baik.

Artikel ini tidak hanya menjelaskan tentang sejarah jawa barat, namun juga membahas lebih luas lagi dari segala sisi, dengan tujuan untuk menambah wawasan kita tentang segala hal seputar daerah jawa barat, salah satu daerah terpenting di indonesia ini.

Semoga bermanfaat, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik tulisan maupun pembahasan dalam artikel ini.

Tinggalkan komentar