Rumah adat jawa timur

Daftar Rumah Adat Jawa Timur Lengkap +Gambar & Penjelasannya

Artikel kali ini membahas secara lengkap dan mendalam seputar “rumah adat Jawa Timur” setelah sebelumnya juga membahas beragam rumah adat seperti, rumah adat Sumatera Selatan dan juga rumah adat Bali.

Membahas tentang rumah adat Jawa Timur tentu akan menjadi topik yang menarik, karena selain memiliki beberapa jenis rumah adat, rumah tradisional ini juga memiliki kaunikan serta ciri khas yang sejatinya belum banyak diketahui umum.

Maka dari itu, pada artikel ini saya menulis dengan lengkap dari beragam sumber seputar rumah adat Jawa Timur.

Jenis Jenis Rumah Adat Jawa Timur

Berikut ini beberapa jenis rumah adat Jawa Timur.

Rumah Adat Joglo

Rumah Adat Joglo
Nasabamedia

Rumah adat Jawa Timur mempunyai kesamaan bentuk dengan rumah adat Joglo Jawa Tengah.

Rumah adat Jawa Timur disebut dengan Joglo yang banyak ditemukan di daerah Situbondo dan Ponorogo.

Sedang bahan dasar bangunannya terbuat dari material kayu berbentuk limas, atau dara depak.

Rumah ini juga menyiratkan akan kepercayaan kejawen masyarakat Jawa berdasarkan sinkritisme.

Letak ruangnya melambangkan keharmonisan antara manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam sekitarnya.

Joglo merupakan salah satu jenis rumah adat di Jawa Timur yang memiliki 4 buah tiang serta 2 ruanganĀ 

Pondasi, jumlah saka guru atau tiang utamanya bebatur, sedang ornamen yang menyusun rumah adat Joglo mencerminkan kepribadian dari masyarakat Jawa Timur.

Bagi yang masih asing, bebatur merupakan tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari pada tanah yang ada di sekelilingnya.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Joglo, Jawa Timur

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Joglo, Jawa Timur
Rumah Adat Tradisional

Rumah adat Jawa timur Joglo juga memiliki keunikan serta ciri khas tersendiri yang menjadikannya semakin menarik dan berbeda dari rumah adat dari daerah lain.

Keunikan Rumah Adat Joglo Jawa Timur

Sekilas, jika dilihat rumah adat Jawa Timur jenis Joglo ini memang jauh berbeda dengan rumah Joglo yang ada di Jawa Tengah.

Yang menjadi perbedaan mendasar dari keduanya yaitu jenis kayu yang digunakan.

Jika rumah adat Joglo di Jawa Tengah menggunakan banyak jenis kayu untuk digunakan dalam membuat rumah tradisional, maka disini kayu jati merupakan bahan yang cocok.

Selain itu, ciri khas lain dari rumah tradisonal yang satu ini ialah adanya bentuk atap yang menyerupai gunung yang menjulang tinggi.

Hal demikian bukan tanpa alasan, karena bentuknya mendukung filosofi sebuah gunung yang memiliki arti luas dan penuh makna akan kesejahteraan dalam kehidupan.

Tidak hanya itu, pada bagian atapnya terdapat ukiran unik, pondasi dan beberapa lokasi lain yang ada di dalam rumah ini, memiliki makna tentang pendidikan dan bagaimana menyelamatkan hidup dengan baik.

Sehingga siapa saja yang mendiami atau mengunjunginya akan merasakan`aura tenang, sejuk dan nyaman.

Hal ini disebabkan penataan bangunan, sirkulasi udara serta bahan pembuatannya, menjadi kolaborasi yang sempurna.

Ciri Khas Rumah Adat Jawa Timur (Joglo)

Terdapat beberapa jenis rumah adat Joglo yang perlu Anda ketahui diantaranya, yakni Joglo Sinom, Joglo Pangrawit dan Joglo Hageng yang masing – masing memiliki ciri khas tersendiri.

Jenis Rumah Adat Joglo Jawa Timur

Adat tiga type rumah adat Joglo di Jawa Timur dengan ciri khasnya, seperti.

Rumah Joglo Sinom

Rumah Joglo Sinom
Berbol.co.id

Ciri khas dari rumah adat Sinom yaitu menggunakan 36 pilar dan 4 saka guru.

Konsep bangunan ini merupakan perkembangan dari saka Joglo yang menggunakan teras di sekeliling rumah.

Keempat sisi rumah didesain lebih tinggi dan bertingkat.

Rumah Joglo Pangrawit

Rumah Joglo Pangrawit
Informasi Budaya Jawa

Untuk rumah adat Joglo Pangrawit memiliki ciri khas yang lebih detail dari rumah Joglo Sinom, halaman rumahnya pun lebih luas dengan jumlah pilar yang lebih banyak.

Selain itu, ciri khas rumah Joglo Pangrawit yaitu memiliki atap yang menjulang dan mengerucut dan di setiap sudutnya yang memiliki pilar.

Joglo Hageng

Joglo Adat Hageng
toriqa.com

Rumah Joglo Hageng dikenal memiliki konsep yang lebih rumit dari rumah Joglo Pangrawit, yang mana jumlah pilarnya lebih banyak serta halaman rumah yang lebih luas.

Ukuran ruangan rumah Joglo Hageng di desain lebih pendek dengan atap yang tumpul, biasanya rumah ini dimiliki oleh keluarga yang berpenghasilan lebih mencukupi.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Joglo Jawa Timur

Rumah adat Joglo khas daerah Jawa Timur memiliki enam bagian ruangan, di mana setiap bagian memiliki makna yang sangat dalam.

Bagian-bagian ruangan rumah adat Jawa timur, diantaranya ialah Pendopo, Pringgitan, Emperan, Omah njero, Sentong, dan Gadhok.

Anda pasti akan dibuat takjub setelah mengetahui apa arti yang tersirat dari masing-masing ruangan tersebut.

Berikut lebih lengkapnya kami sajikan penjelasannya untuk Anda.

Pendopo

Pendopo khas Jawa Timur
toriqa.com

Umumnya, ruangan ini berada di bagian paling depan sebuah rumah, bagian ini didesain tanpa sekat yang hanya memiliki tiang penyangga serta atap pelindung.

Pada bagian tengah pendopo biasanya terdapat empat pilar utama sebagai simbol empat mata angin.

Pendopo dibuat dengan ruangan yang luas sehingga cukup untuk menampung banyaknya orang.

Pendopo merupakan lokasi khusus yang dijadikan untuk menerima tamu penting sang pemilik rumah

Sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai tempat untuk menerima tamu, tempat diskusi atau rapat para tetua adat, tempat panggelaran kesenian tradisional, serta melaksanakan upacara adat lokal.

Pada jaman dulu, ruangan ini termasuk lokasi yang sakral karena tak sembarang orang dapat melewatinya.

Pringgitan

Bangunan Pringgitan Jawa Timur
toriqa.com

Ruangan ini biasanya berbentuk persegi tiga, dimana bangunan ini adalah sebagai penghubung antara Pendopo dengan rumah bagian dalam.

Bagian dalamnya didesain tidak bersekat, namun mempunyai banyak pilar yang tersebar.

Luas ruangan disesuaikan dengan ukuran rumah Joglo secara keseluruhan dan beberapa orang sering mengunjungi dengan nama lorong penghubung.

Adapun fungsi dari pringgitan, selain digunakan sebagai jalur menuju rumah, biasanya juga dimanfaatkan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit.

Nama Pringgitan sendiri diambil dari bahasa Jawa yakni, pringgit yang artinya wayang.

Kaisar

Bangunan adat Kaisar
Boombastis.com

Sesuai dengan namanya, ruangan rumah ini biasanya terletak di depan Pendopo dengan bentuk seperti emper, ruangan ini juga dilengkapi dengan meja dan kursi.

Biasanya, bagian rumah tradisional ini digunakan untuk, bersantai, bercengkrama setelah melakukan aktivitas, serta menerima tamu sebelum masuk ke pendopo.

Ada dari masyarakat yang lokasi rumahnya berdekatan dengan pendopo dan ada juga yang tidak.

Omah Njero

Struktur bangunan rumah adat Jawa timur
YogYes

Omah Njero merupakan bagian rumah yang digunakan untuk tempat atau ruang keluarga.

Tempatnya pun sangat privat, pasalnya hanya anggota keluarga saja dari pemilik rumah yang boleh berada di sana.

Biasanya, lokasinya berada di tengah bangunan, ruangan ini juga dilengkapi dengan beragam furnitur seperti, meja dan kursi kayu berukir.

Jika diibaratkan sebuah rumah modern, Omah njero lebih mirip dengan ruang keluarga.

Ruangan ini juga sangat terbatas dalam menerima tamu.hanya para tamu yang mendapat izin dari pemilik rumah yang dapat dipersilahkan menempatinya.

Olah karena sifatnya yang privat, maka ruangan ini dilengkapi dinding pembatas dengan ruangan lainnya, serta pilar-pilar yang menyebar ke seluruh bagian ruangan.

Sentong

Ruangan Sentong
Gudegnet

Arti kata Sentong sendiri adalah kamar, umumnya terdapat 3 macam Sentong dalam sebuah rumah tradisional Jawa Timur. Diantaranya yaitu:

Sentong Kiwa (Kiwo)

Letak Sentong ini berada di bagian kiri rumah.

Kamar ini berfungsi sebagai kamar orang tua atau para sesepuh, khusus untuk ruangan ini didesain terhubung langsung dengan bagian belakang, termasuk dapur.

Sentong Tengen

Sentong tengen merupakan sebuah kamar yang letaknya di bagian kanan bangunan rumah, yang terdiri dari satu kamar atau beberapa.

Kamar ini berfungsi sebagai ruangan tidur untuk anak-anak dan kedua orang tuanya.

Tidak hanya itu, kamar ini juga dapat digunakan sebagai tempat menyimpan makanan, seperti beras, minyak, sayur, dan bahan lainnya.

Sentong Tengah

Khusus ruangan ini adalah bagian paling utama dan suci, biasanya kamar ini dimanfaatkan untuk menyimpan barang berharga dan bersejarah.

Menurut tradisi lokal, pada bagian tengah terdapat lampu yang selalu dinyalakan dengan baik, baik siang ataupun malam.

Selain itu, kamar ini juga dilengkapi dengan kasur, bantal, sisir, serta beragam perlengkapan lainnya, untuk keperluan kesucian daerah ini.

Gandhok

Ini merupakan bagian tambahan dari rumah adat Joglo Jawa Timur, yang paling belakang.

Sebagian orang ada yang hanya membuat satu ruangan, namun ada juga yang membuat dua, yaitu pada sisi kanan dan kiri rumah.

Fungsinya ruangan ini adalah sebagai gudang, baik gudang sebagai tempat penyimpanan makanan, maupun gudang untuk menyimpan barang-barang pemilik rumah.

Rumah Adat Dhurung

Rumah Adat Dhurung
toriqa.com

Rumah adat Dhurung merupakan bagian dari jenis rumah adat Jawa Timur, rumah adat Dhurung berbentuk gubuk, dengan dinding yang tidak dilengkapi dengan bambu atau kayu.

Bagian atap rumahnya terbuat dari bahan rumbai daun pepohonan yang populer dalam bahasa Bawean disebut dengan dheun.

Rumah ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk beristirahat setelah bekerja di sawah atau ladang.

Selain itu, rumah ini juga dijadikan tempat untuk bersosialisasi dengan masyarakat atau para tamu dan juga tempat mencari jodoh bagi warga.

Ciri khas rumah adat Dhurung umumnya berbentuk gubuk dengan dinding yang tidak dilengkapi dengan bambu atau kayu dan atap rumah yang terbuat dari rumbai daun pohan

Bangunan adat Dhurung umumnya diletakkan di samping atau depan rumah.

Keunikan rumah adat Jawa Timur yang satu ini adalah mempunyai nilai seni ukir yang sangat indah, namun kini sudah jarang ditemukan di Jawa Timur.

Rumah Adat Limasan Lambang Sari

Rumah Adat Limasan Lambang Sari
Obatrindu.com

Rumah adat Limasan Lambang Sari memiliki konstruksi bentuk atap yang sangat unik, yang mana bentuknya seperti balok penyambung.

Rumah ini memiliki tiang yang berjumlah 16 buah dengan atap berjumlah 4 sisi.

4 sisi atapnya menyatu dengan satu buah bubungan.

Material utama pembangunan rumah ini berasal dari kayu keras dan kuat seperti kayu jati.

Rumah Adat Limasan Trajumas Lawakan

Rumah Adat Limasan Trajumas Lawakan
Obatrindu.com

Untuk rumah adat yang satu ini merupakan perkembangan dari model rumah Limasan Trajumas.

Bedanya, rumah ini sudah mendapat penambahan emperan di sekeliling bangunan.

Pada bagian tengahnya terdapat sebuah tiang kokoh sehingga terbentuk dua rong-rongan di ruang bagian dalam.

Pada atapnya memiliki empat sisi yang masing-masing bersusun dua.

Rumah ini juga dilengkapi dengan 20 tiang sebagai struktur utama sehingga bangunan akan terlihat simetris.

Rumah Adat Using

Rumah Adat Using
toriqa.com

Rumah adat Using merupakan salah satu jenis rumah adat di Jawa Timur yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, yaitu bagian paling timur Pulau Jawa yang berbatasan dengan Selat Bali.

Rumah ini berlokasi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, yang hingga saat ini masih dijaga keasliannya.

Jika Anda berkunjung kesana, Anda dapat merasakan suasana Banyuwangi tempo dulu.

Rumah adat Using memiliki beberapa jenis atau type, diantaranya yaitu, Tikel Balung, Baresan, dan Crocogan.

Bedanya dari ke tiga macam rumah Using, terletak pada jumlah bidang atap atau rab-nya.

Jika rumah Tikel Balung memiliki 4 buah bidang penutup atap, lain halnya dengan rumah Baresan yang memiliki tiga rab.

Sementara rumah Crocogan hanya mempunyai dua rab saja.

Rumah Adat Suku Tengger

Rumah Adat Suku Tengger
toriqa.com

Rumah ini dibangun oleh orang-orang dari suku Tengger yang terletak di lereng Gunung Bromo, Ranupane, Lumajang, Jawa Timur.

Struktur rumahnya berasal dari papan atau batang kayu, biasanya rumah ini tidak ada yang bertingkat.

Ciri khas bangunan adat ini yaitu, bubungan atapnya yang tinggi sehingga terlihat terjal dengan menggunakan satu atau dua jendela saja.

Untuk bagian depannya, rumah ini ada bale-bale yang menyerupai dipan sebagai tempat duduk.

Pola susunan rumah ini juga didesain tidak teratur, tujuannya adalah agar angin tidak dapat menerjang rumah.

Kebanyakan rumah ini disusun secara bergerombol dan saling berdekatan yang hanya dipisahkan oleh jalur pejalan kaki yang sempit.

Kesimpulan dan Penutup

Mirip seperti yang ada di Jawa Tengah, umumnya yang populer sebagai rumah adat Jawa Timur adalah rumah adat Joglo, meski demikian tetap ada beberapa perbedaan yang mencolok dari kedua bangunan adat ini.

Selain rumah adat Joglo, Jawa Timur juga memiliki beberapa jenis rumah adat, seperti rumah adat Dhurung, rumah adat Limasan Lambang sari, rumah adat Limasan Trajumas Lawakan, rumah Using dan rumah adat suku Tengger.

Beragam jenis rumah adat Jawa Timur ini harus kita jaga kelestarianya agar sampai kapanpun kita tetap dapat menikmati kekayaan budaya negeri kita, meski sebagian budaya lain telah di tetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

 

 

 

Tinggalkan komentar