Properti Tari Indang Lengkap + Sejarah, Alat Musik, Busana, Teknik Gerakan

Properti Tari Indang – Artikel ini akan mengulas tuntas seputar berbagai properti yang digunakan dalam tari indang, mulai dari busana atau pakaiannya, alat musik pengiringnya, hingga perlengkapan serta setting panggungnya yang baik itu bagaimana.

Sedikit kita juga akan membahas mengenai gerakan tari Indang, gerakan dasar dan pola lantainya.

Dan membahas mengenai tari Indang, ada hal menarik yang menurut saya harus kita ketahui bersama, terlebih masalah asal usul atau sejarah munculnya tarian ini, menrut saya hal sangat menarik sekali.

Selain itu, fungsi tarian ini sejak awal oleh penciptanya (Rapai) dimaksudkan sebagai media dakwah yang terinspirasi dari bertumbuhnya ajaran Islam di tanah Nusantara (Melayu) oleh para pedagang arab.

Selengkapnya stip by stip bisa kita simak secara singkat dalam pembahasan di bawah ini.

Mengenal Tari Indang, Sejarah dan Asalnya

Properti tari indang
toriqa.com

Tari Indang merupakan tarian yang berasal dari daerah Sumatera Barat, tarian Indang juga dikenal dengan nama Tari Dindin Badindin ini biasanya ditampilkan oleh sepasang pria dan wanita.

Tari Indang sejak awal kemunculannya dijadikan sebagai Media dakwah sehingga lokasinya dipentaskan di surau atau masjid, namun kini seiring perkembangan zaman tarian ini dibawakan dalam berbagai acara.

Kostum yang yang digunakan oleh para penari berupa pakaian adat Minang atau kadang kala juga mengenakan pakaian adat Melayu.

Setiap kali ada kegiatan pementasan, Tari Indang biasanya dibagi ke dalam tiga Babak, yang tiap babaknya terdiri dari gerak pasambahan, gerakan inti, dan gerak penutup.

Asal usul munculnya atau terciptanya Tari Indang ini dimulai sekitar abad 13, yaitu pada masa ramainya pedagang Arab datang menjajakan dagangannya di pesisir tanah Minang.

Saat itu juga terjadi proses Islamisasi atau dakwah Islam oleh para pedagang di Sumatera Barat, sehingga proses tersebut juga menyebabkan terjadinya akulturasi budaya Minang dengan Islam.

Tari Indang diciptakan oleh seorang seniman bernama Rapa’i, beliau adalah seorang tokoh pengikut setia Syekh Burhanuddin yang selalu memperingati tabuik atau peringatan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad.

Pada saat acara-acara tersebuat digelar, beliau memperkenalkan Tari Indang sebagai salah satu media dakwahnya dan hingga sekarang, Tari Indang turut memeriahkan perayaan tabuik, terutama di Pariaman.

Dengan ciri khasnya yang ala melayu dan arab tarian ini juga dierima setiap kalangan masyarakat dan terus berkembang di surau-surau maupun masjid.

Lagu-lagunya pun memuat ajaran Agama Islam.

Jadi, fungsi pokok yang paling utama sudah tentu sebagai media penyebaran Islam.

Hingga sekarang, Tari Indang masih bisa dinikmati oleh semua kalangan sebagai bentuk pertunjukkan hiburan, penyambutan tamu agung, dan pelengkap acara adat.

Sebagai pelengkap kesempurnaannya, Rapa’i juga menggunakan alat musik perkusi seperti rebana atau gendang pipih bundar yang dibuat dari tabung kayu pendek dan agak lebar ujungnya, sedang di salah satu bagiannya diberi kulit kambing, ini gunakan sebagai pengatur tempo.

Tari Indang yang dulu sakral, memiliki sipatuang sirah dalam setiap kelompok tarinya. Dia adalah orang tua yang punya kekuatan magis atau gaib untuk melindungi kelompoknya dari kekuatan jahat.

Uniknya, pada zaman dahulu Tari Indang sangat memperhitungkan waktu saat akan mementaskannya. Sehingga ada Indang naik dan Indang turun.

Indang naik ialah waktu penampilan Indang di awal atau hari pertama yang mana dimulai pada tengah malam, yaitu sekitar jam 11-12 malam, sementara Indang turun ialah permainan Indang untuk hari keduanya yang dimulai pada senja atau bakda salat magrib.

Setiap pempilan dan gerakan-kerakannya mengandung makna serta filosofi tersendiri, yang mana hal ini terlihat dari babak atau tahap dalam satu penampilan Indang.

Pementasan tari Indang terbagi menjadi tiga babak yaitu: gerak pasambahan, yaitu gerakan bertujuan untuk mengingat dan menghormati orang-orang yang sudah berjasa dalam penyebaran agama Islam melalui wasilah pertunjukan Indang.

Gerak inti, merupakan penampilan serangkaian gerakan yang merepresentasikan usaha yang harus dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan dan juga menggambarkan kegembiraan masyarakat.

Sedang gerakan panutup, yaitu gerakan yang mengajarkan adab, permohonan maaf, yang mana semua tindakan serta ucapan manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

Info Menarik Lainnya Seputar Macam Macam Tari Tradisional Khas Sunda juga Bisa Kalian Lihat disini Secara Lengkap.

Properti Tari Indang di Bidang Alat Musik Pengiringnya

Properti Tari Indang di Bidang Alat Musik Pengiringnya
toriqa.com

Berbicara masalah alat musik, setiap Tarian tradisional mempunyai iringan alat musik untuk memperelok setiap penampilannya, dan Tari Indang juga punya alat musik pengiring sebut saja gedang rapa’i atau rebana indang.

Alat musik disini berfungsi sebagai pengatur tempo dan juga memeriahkan suasana penampilan Tari Indang.

Selain itu, jia tidak memungkikan adanya alat musik bisa digantikan dengan tepukan pada lantai panggung ketika beradu dengan gerakan tangan para penari.

Gedang rapa’i juga dapat ditabuhkan oleh para penari atau para pemain musik di samping panggung. Selain itu, ada juga alat musik lainnya seperti marwas, kecrek, biola, akordeon, piano, dan alat musik lainnya.

Untuk penarinya kita mengenal istilah Tukang Alih, di musiknya pun juga ada yang namanya Tukang Zikir.

Mereka ini yang bertugas menyanyikan lagu Indang, dan pada saat tukang zikir menyanyi, nyanyian akan diulang dan diikuti oleh semua penari secara bersama-sama.

Lagu yang cukup familiar bagi pecinta seni tari, khususnya tari Indang adalah Lagu Dindin Badindin yang di populerkan oleh Elly Kasim dan Tiar Ramon sekitar tahun 1980-an.

Adapun lirik lagunya adalah sebagai berikut.

properti tari indang
toriqa.com

Properti Tari Indang di Bidang Busana

Kostum atau busana yang yang dipakai oleh para penari adalah pakaian adat Minang atau disebuat juga dengan pakaian adat Melayu.

Secara umum, busana yang dikenakan oleh para penari anatara lain:

  1. Kopiah atau mahkota kepala.
  2. Baju yang sedikit longgar.
  3. Celana longgar hitam.
  4. Kain sarung berbentuk sampir khas Minang.
  5. Penutup Kepala untuk Wanita.

Warna pada bajunya juga bermacam macam, dan setiap penampilan satu kelompok penari harus berwarna serasi (sama) dengan tiga macam warna.

Untuk Tukang Zikir maupun pemusiknya, mereka bebas menggunakan pakaian apa saja asalkan sopan (biasanya baju koko muslim).

Artikel Terkait: Properti Tari Merak.

Properti Tari Indang Untuk Penataan Panggung

Properti Tari Indang Untuk Penataan Panggung
toriqa.com

Umumnya, untuk ukuran panggungnya yang cocok untuk menari Indang adalah sekitar 8 x 6 meter atau lebih.

Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat jumlah penari Indang itu setiap pementasan ada cukup banyak.

Pastikan juga lantainya datar dan aman karena banyak gerakan tarian berfokuskan dilantai, sehingga tidak sakit dan tentu nyaman untuk lutut dan juga kaki para penarinya.

Untuk hiasannya pada panggung bisa bebas menyesuaikan dengan kebutuhan, meskipun tidak ada juga sebenarnya tidak masalah.

Setting Panggung Tari Indang

Sebenarnya jika berlandasan pada agama, tari Indang ini hanya boleh ditampilkan oleh para penari pria saja, karena sesuai dengan ajaran agama islam, wanita tidak diperkenankan mempertontonkan dirinya di khalayak umum.

Akan tetapi aturan tersebut makin kesini makin ditinggalkan, hal ini bisa kita lihat dari beberapa pementasan tari indang yang selalu ditampilkan oleh penari perempuan.

Untuk jumlah penarinya sendiri bisa beragam, namun setiap kali ada kegiatan pertunjukan biasanya penarinya selalu berjumlah ganjil, kadang 7, 9, 11, atau 13 orang dengan satu atau dua orang akan bertindak sebagai tukang dzikir.

Para penari tari Indang dalam kebudayaan minangkabau, mereka ini disebut dengan istilah “anak Indang“.

Sudah Tau Belum Tentang Tari Kupu Kupu Khas Bali. Belum? yuk lihat dulu disini.

Tata Rias Tari Indang

Pola lantai dan Tata Rias Tari Indang
toriqa.com

Sebenarnya tidak ada patokan yang secara spesifik menjelaskan harus seperti apa riasan untuk penari maupun pemusik Tari Indan, baik untuk laki-lakinya maupun untuk perempuan.

Mereka hanya diberi riasan seperlunya saja, yang penting membuat wajah mereka tampak cerah dan ceria ketika akan tampil di depan para penontonnya.

Make up nya juga tidak terlalu tebal.

Pola Lantai Tari Indang

Ada cukup banyak pertanyaan seperti apa pola lantai yang digunakan dalam tarian indang, benar begitu kan?

Nah, untuk tari indang atau dindin badindin ini menerapkan pola lantai dengan bentuk horizontal atau berbanjar ke kanan dan ke kiri.

Meskipun kebanyakan di sertiap pertunjukannya mereka membuat satu banjar lurus, namun ada juga yang menambah bentuk pola lantai seperti bentuk huruf V, melingkar, zig-zag dan juga seling depan dan belakang.

Terkadang juga berbentuk seling berpasangan dua-dua atau tiga-tiga.

Acara – Acara Yang Menampilkan Tarian Indang

Pada acara apa saja taraian ini dipertunjukkan?

Sebagai tarian khas yang berasal dari tanah minang, untuk pada awalnya tarian ini hanya dipentaskan sebagai media dakwah yang dahulu kala hanya dipentaskan setiap kali ada acara upacara tabuik, yaitu upacara yang dilakukan masyarakat Minang dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad setiap tanggal 10 Muharam.

Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini juga dipentaskan untuk berbagai acara Nasional, misal acara HUT kemerdekaan, penyambutan tamu-tamu penting kenegaraan serta acara hari – hari penting Nasional.

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai properti tari Indang (Dindin-Badindin), sebagai salah satu Tarian Daerah Minangkabau. Semoga informasi seputar properti, busana, sejarah, makna & fungsi, gerakan hingga musik pengiring Tari Indang ini bisa memberikan serta menambah wawasan anda.

Tinggalkan komentar