Properti Tari Baksa Kembang [Terlengkap] dari Tarian Khas Asal Banjar

Setelah usai membahas tentang properti tari merak, kali ini kita akan membahas tentang properti tari baksa kembang.

Tarian ini tumbuh dan berkembang di daerah asalnya (kalimantan selatan) sebagai media hiburan ditengah acara-acara masyarakat.

Sebagai salah satu tarian asal Banjarmasin, tarian ini cukup banyak sekali peminatnya, tentu saja dengan beragam ciri khas dan daya tarik yang dimilikinya. Yang membedakannya dengan kebanyakan tarian yang lain.

Jika ada tari Sintren dan tari Serimpi yang diciptakan sebagai sarana khusus upacara sakral dan magis, namun berbeda dengan tarian ini yang diciptakan sebagai media hiburan dalam rangka penyambutan tamu-tamu agung kraton.

Sejarah Tari Baksa Kembang

Sejarah Tari Baksa Kembang
toriqa.com

Tari Baksa Kembang diciptakan pada awalnya hanyalah sebagai media penyambutan para tamu agung, namun Seiring berjalannya waktu tarian ini menjadi hal lumrah sebagai media hiburan di kalangan masyarakat.

Tarian ini cukup banyak peminatnya sebagai tari tradisional klassik dengan nuansa gerakan yang lembut yang mengikuti tempo iringan musiknya. Hal inilah yang membuat tarian ini tetap lestari ditengah-tengah perkembangan kesenian masyarakat.

Tari baksa kembang banyak ditampilkan sebagai hiburan untuk acara-acara tertentu, misal acara pernikahan, perayaan daerah maupun berbagai hajatan keluarga.

Bahkan anda bisa lebih mudah mendapati pertunjukan Tari Baksa Kembang dalam acara hajatan pengantin maupun acara selamatan, terutama didaerah asalnya di kalimantan.

Saat ini, sudah muncul beberapa versi sebagai respon perkembangan dari Tari Baksa Kembang, namun untuk versi aslinya tetap tidak ditinggalkan, misal untuk versi aslinya dari tari Baksa Kembang ialah seperti Jumana, Lagureh, Tapung, Kijik dan Tali.

Adanya banyak versi dari tari Baksa Kembang membuat Taman Budaya di Kalimantan Selatan memutuskan untuk mengumpulkan para pelatih Baksa Kembang, tujuannya adalah untuk menyatukan Tari Baksa Kembang menjadi satu kesatuan yang baku.

Hal demikian juga pernah dilakukan pada tahun 90-an.

Versi asli dari Tari Baksa Kembang didalamnya menceritakan akan kegembiraan seorang remaja putri yang cantik saat bermain main, tarian ini dilakukan oleh para wanita dengan jumlah yang ganjil.

Properti Tari Baksa Kembang

Tari Baksa Kembang mempunyai beberapa properti yang digunakan untuk menyertai setiap penampilannya.

Adanya beragam properti ini menjadikan tarian Baksa Kembang terlihat lebih menarik dengan ciri khasnya tersendiri.

Ketika ada acara penyambutan tamu maupun acara lainnya, berbagai properti ini akan terlihat pada para penari Baksa Kembang dengan fungsinya masing-masing.

Nah, beragam properti ini tentu saja akan menambah daya tarik tari baksa kembang, adapun properti-properti tersebut adalah sebagai berikut:

Mahkota Gajah Gemuling

Mahkota Gajah Gemuling
toriqa.com

Properti yang satu ini berfungsi sebagai hiasan kepala para penari Baksa Kembang, bentuknya sendiri berupa mahkota dengan hiasan kembang bogam dan juga halilipan.

Kembang bogam ini lebih tepatnya akan dipasang di bagian pelipis penari, nanti halilipan ini akan menjuntai pada bagian sanggul belakang penari. Mahkota dengan bentuk yang unik ini menjadi ciri khas tersendiri dari tari Baksa Kembang.

Mahkota Pancar matahari

Properti yang satu ini digunakan oleh penari dengan diletakkan di bagian atas kepala, properti ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding mahkota gajah gemuling..

Sampur atau Selendang

Sampur atau Selendang
toriqa.com

Para penari tari baksa kembang juga menggunakan perlengkapan berupa sampur atau selendang, adapun selendang atau sampur yang biasa digunakan tidak bermotif namun berwarna cerah.

Nah, salah satu penari biasanya membutuhkan sebanyak 2 selendang dengan warna yang berbeda-beda yang nantinya dililit ataupun diikatkan pada bagian pinggang.

Kembang Bogam

Kembang bogam juga merupakan bagian dari properti yang akan dipersembahkan untuk para pengunjung ataupun para tamu yang disambut.

Kembang bogam ini akan di pasangkan di tangan oleh para penari yang mana terdiri dari bagai jenis bunga seperti mawar Kenanga Kantil dan melati.

Halilipan

Halilipan merupakan bagian dari properti yang terbuat dari anyaman janur dan sudah sangat umum digunakan oleh pengantin serta penari Banjar untuk hiasan di bagian sanggul.

Makna dari Halilipan ialah kerendahan hati, karena merujuk pada kebiasaan hewan melata lipan yang kerap merayap di tempat yang rendah.

Kembang Goyang

Perlengkapan lain yang digunakan yaitu kembang goyang yang berbentuk replika beberapa tangkai bunga.

Kembang goyang ini dicat lagi memakai warna emas, kembang goyang akan digunakan pada mahkota Pancar matahari yang yang dipakai sebagai hiasan kepala penari.

Melati Kenanga dan Roncengan Bunga Kantil

Melati Kenanga dan Roncengan Bunga Kantil
toriqa.com

Penari Baksa Kembang terlihat kebih cantik dengan menggunakan roncengan bunga yang akan dipasang pada bagian kepala penari.

Nah, untuk bunga yang digunakan hanyalah bunga kantil, bunga kenanga dan juga bunga melati.

Kida Kida

Bagi sebagian orang properti yang satu ini sangat aisng namanya, kida-kida ini merupakan kain yang dihias dengan manik-manik, hiasan emas benang yang dijahitkan mengikuti pola tertentu.

Dan terkadang, ditambahkan lagi rumbai-rumbai sebagai hiasan tambahan.

Selain sebagai alat untuk mempercantik penampilan, properti ini difungsikan untuk menutupi bagian dada penari yang memakai baju khas Banjar.

Selain bagian depan, kida- kida juga bisa menutup punggung atas.

Baju Kudak

Salah satu properti yang cukup penting adalah Baju kudak yang biasa dipakai oleh para penari Baksa Kembang saat pentas.

Bentuk dari pakaian khas ini hampir menyerupai kemben, namun kainnya berbeda dengan kemben penari Jawa.

Biasanya bedak yang dipakai oleh penari Baksa Kembang berwarna emas.

Ikat Pinggang

Terdapat ikat pinggang khusus yang digunakan oleh para penari Baksa Kembang yang terbuat dari logam dengan warna emas maupun perak.

Fungsi dari penggunaan ikat pinggang ini selain untuk mengencangkan pakaian para penari juga untuk tempat dililitkan nya selendang penari.

Kilat Bahu

Properti berikutnya ada Kilat Bahu, bentuknya mirip gelang yang dipakai pada lengan bagian atas para penari.

Properti kilat bahu ini dipasangkan di kedua lengan.

Gelang jenis ini biasanya terbuat dari logam dengan warna perak maupun emas.

Anting Barumbai

Properti tari beksa kembang
toriqa.com

Properti yangtak kalah penting untuk digunakan adalah anting berumbai, hiasan ini digunakan pada bagian telinga para penari Baksa Kembang.

Anting berumbai ini biasanya dibuat dari logam mulia seperti emas murni maupun bahan-bahan bernilai lainnya, selain mengunakan anting berumbai, penari juga dihiasi dengan Permata maupun replika lainnya.

Gelang Kaki Giring-Giring

Gelang kaki yang digunakan penari baksa kembang memiliki krincing, saat penari bergerak dengan tariannya maka gelang kaki ini akan mengeluarkan suara-suara yang khas yang menambah daya tarik tarian ini didepan peminatnya.

Sebelum pertunjukan, para penari akan menggunakan perlengkapan ini pada kedua kaki mereka.

Tapih Air Guci

Tapih Air Guci merupakan bagian dari properti tari baksa berupa selembar kain beludru tebal yang memiliki ukuran lebar 1,5 m dan panjang 2 m.

Properti ini akan digunakan sebagai latar belakang dekorasi.

Biasanya warna yang umum digunakan itu ada 3, yaitu biru kehitaman, merah tua dan hijau tua.

Air Guci ( atau oleh masyarakat Banjar Kuala menyebutnya Erguci ) merupakan gaya dekorasi hiasan dinding yang dibuat dari kain beludru yang biasanya dipakai dalam sebuah pesta, misalnya perkawinan di Kalimantan Selatan.

Iringan Tari Baksa Kembang

Umumnya, tari Baksa Kembang dibawakan oleh penari menggunakan iringan musik berupa gamelan yang mengeluarkan Irama lagu.

Musik yang digunakan adalah baku, yaitu seperti lagu Jang klong ma atau yang disebut kambing murni dan Parang Lima Ketawang dan juga lagu Ayakan.

Sebenarnya masih ada beberapa alat musik yang biasa digunakan dalam mengiringi tarian Baksa Kembang.

Dan rata-rata alat musik yang digunakan terdiri dari alat musik tradisional Kalimantan Selatan berupa sarun, santan, ganong dau, gong besar, gong kecil, kangsi dan babun.

uniknya, tari Baksa Kembang ini menggunakan iringan musik dengan tempo pelan dan juga lembut supaya penari bisa melakukan banyak gerakan-gerakan yang terbilang lemah gemulai dan juga lembut.

Pola Gerakan

Pola gerakan tari baksa kembang kebanyakan menerapkan gerakan-gerakan lembut dengan tempo yang pelan seiring berjalannya irama musik,

Dalam tarian ini menggambarkan akan putri-putri keraton yang sedang bermain dan memetik bunga di taman yang indah.

Para putri tersebut sedang asyik memetik bunga sambil memperagakan gerakan tangan yang lentik dan lemah gemulai.

Kemudian, bunga-bunga yang mereka petik mereka rangkai kembali untuk dijadikan kembang bogem yang nantinya dipersembahkan untuk tamu undangan atau penonton setelah tarian usai.

Keunikan Gerak Tari Baksa Kembang

Keunikan Gerak Tari Baksa Kembang
toriqa.com

Setiap tarian memiliki sisi keunikan yang terkandung dalam gerakan maupun propertinya yang sehingga membedakannnya dengan tarian-tarian lainnya.

Misalnya saja ada tari merak dan tari kemuning yang masing-masing punya ciri dan sisi keunikan tersendiri.

Begitu juga dengan tari beksa kembang.

Untuk tari beksa kembang selain punya daya tarik dari segi penggunaan beragam properti untukpenari yang cukup rumit, tarian ini juga menggunakan busana tarian dan juga iringan alat musik Tari sebagai bagian dari ciri khas penampilannya.

Dalam pementasannya, para penari akan dibalut dengan busana khas tari Baksa Kembang yang menampilkan corak bunga-bunga tertentu. Sperti menggunakan bunga kantil, melati dan kenanga.

Tambahan hiasan bunga-bunga ini mampu menambah kecantikan dan menampilkan kesan yang lebih indah saat dibawa menari oleh para penari Baksa Kembang.

Tidak hanya itu, sebagai properti wajib penari juga menggunakan selendang yang akan mempercantik tarian.

Tak lupa pula dengan busananya.

Para penari Baksa Kembang memakai pakaian khas tari Baksa Kembang dengan corak dan warna tertentu. Yang biasanya didominasi dengan warna hijau dan warna kuning.

Tak lupa pula dengan gerakan tari beksa kembang, tarian disini merepresentasikan remaja cantik yang bermain di taman bunga serta memetik kuntum yang kemudian dapat dirangkai menjadi kembang bogam.

Nantinya kembang logam inilah yang dibawa oleh penari bersama dengan gerakan tarian yang lemah gemulai dan lembut.

Asal Tari Baksa Kembang

Menurut sejarahnya, tari Baksa Kembang berasal dari Kalimantan Selatan lebih tepatnya dari Kabupaten Banjar.

Pada zaman dahulu tarian ini dipentaskan oleh para putri keraton di Banjar sebagai tarian penyambutan untuk tamu yang datang ke istana.

Namun sekarang, seiring berkembangnya zaman tarian ini juga sudah sering ditarikan di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai acara.

Bahkan bukan hanya untuk penyambutan tamu, melainkan juga untuk acara-acara hiburan termasuk hajatan, selamatan, maupun pesta-pesta pernikahan.

Tarian beksa kembang dapat ditarikan dengan tunggal maupun berkelompok, namun dengan syarat berjumlah ganjil. Lihat tentang tari tunggal dan tari kelompok disini.

Sejarah Tari Baksa Kembang

Sejarah Tari Baksa Kembang
toriqa.com

Menurut salah seorang sejarawan klasik asal Banjar bernama Yuliani johansyah mengatakan bahwa Tari Baksa Kembang ini sudah ada sebelum berdirinya pemerintahan raja pertama kerajaan Banjar Suriansyah.

Bahkan, tari Baksa Kembang keberadaannya sudah ada sejak zaman Hindu yang bersamaan dengan hadirnya baksa lainnya seperti Baksa tameng, Baksa panah, Baksa Dadap dan Baksa lilin.

Pada awalnya, tari Baksa Kembang dipentaskan untuk menyambut para tamu agung.

Namun sejalan beriringnya waktu, tarian ini sudah dipakai di berbagai kalangan masyarakat.

Artinya tidak hanya sekedar untuk kepentingan penyambutan tamu saja, namun Tari Baksa Kembang juga bisa ditampilkan sebagai hiburan untuk berbagai acara penting lain.

Bahkan di daerah asalnya maupun di berbagai daerah lain, tarian ini juga akan mudah ditemukan sebagai media hiburan.

Tari ini punya beberapa versi karena pesatnya perkembangannya, mulai dari Jumana, Lagureh, Tapung, Kijik dan Tali.

Perkembangan Tari Baksa Kembang

Seperti yang telah kita tau bahwa sebelumnya (pada awalnya) tari baksa kembang ditarikan oleh putri-putri keraton Kerajaan Banjar, lalu kemudian tarian ini mulai dikenal oleh masyarakat luas karena pihak Kerajaan membuka akses tarian ini untuk masyarakat umum dan menjadi bagian dari budaya masyarakat banjar yang sering ditampilkan pada acara-acara tertentu.

Seiring dengan perkembangannya, beberapa seniman maupun kelompok masyarakat juga turut menciptakan beberapa versi baru seperti tapung tali, jumanang, lagureh, dan kijik yang ditampilkan pada acara hajatan seperti pernikahan, atau upacara adat lainnya.

Maka dengan demikian, kita sekarang ini semakin mudah untuk mempelajari tarian-tarian tradisional yang ada di Indonesia seperti tari baksa kembang khas kalimantan Selatan, sehingga tidak membuatnya terkikis oleh beragam serangan budaya baru yang masuk ke wilayah Indonesia tercinta ini.

Mungkin cukup sekian penjelasannya tentang properti tari Baksa Kembang.

Pecinta seni dan budaya juga harus melihat beragam kesenian dan kebudayaan milik kita yang lain, seperti apa saja properti tari merak dan juga pola lantai tari Seudati.

Semoga bisa membantu dan memberikan solusi untuk anda.

Tinggalkan komentar