Candi Jolotundo majapahit

√ 11 + Peninggalan Kerajaan Majapahit [ Paling Populer Di Indonesia ]

Peninggalan kerajaan majapahitMajapahit adalah kerajaan besar yang bercorak Hindu Budha yang berpusat di  Jawa Timur. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada tahun 1293 dan mengalami keruntuhan pada abad 15 masehi.

Dimasa pemerintahan Hayam Wuruk Dan Maha Patih Gajah Mada Majapahit mencapai puncak kejayaanya. Kerajaan ini hampir menguasai seluruh nusantara yang meliputi, Kalimantan, Sumatra, Jawa, Semenanjung Malaya, Indonesia timur dan sebagian Filipina.

Pusat Ibu Kota Majapahit berada di Trowulan Mojokerto. Pendiri pertama kerajaan ini adalah Raden Wijaya sekaligus raja pertama setelah berhasil menggulingkan kekuasaan Jaya Katwang yang memberontak terhadap mertuanya Raja Singosari.

Nah berikut ini beberapa peninggalan kerajaan Majapahit dan situs arkeologi di beberapa daerah yang masih terawat hingga sekarang:

Candi Pari Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

Peninggalan Kerajaan Majapahit Trowulan
Indonesiaimages.net

Candi pari diperkirakan berdiri pada masa pemerintahaan Prabu Hayam Wuruk yang terletak di Desa Pari, kecamatan porong Sidoarjo jawa timur. Candi ini berbentuk seperti pura di Bali yang tertata dengan batu berbentuk persegi empat.

Candi ini  dibangun untuk memperingati hilangnya adik angkat sekaligus sahabat putra Prabu Brawijaya karna menolak untuk tinggal di Istana.

Candi ini jika dilihat dari segi arsitekturnya sangat mirip dengan Budaya Campa. Karena dulunya Indonesia menjalin hubungan yang cukup erat dengan Vietnam.

Saat itu vietnam mengalami masalah pada sektor perekonomian negaranya. Hingga banyak warganya mengungsi ke Jawa Timur

( Baca Juga: Sejarah Bahasa Indonesia Lengkap )

Candi Waringin Lawang di Jawa Timur

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi
Catatan Sang Amurwabumi

Candi Waringin Lawang merupakan candi yang berada di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Candi ini materialnya berasal dari susunan bata merah seperti Candi Jabung dengan tinggi mencapai 15.5 meter berukuran 13 x 11 meter. Candi waringin lawang diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-14 Masehi.

Jika diperhatikan dengan detail, gaya arsitektur dari Gapura Waringin Lawang ini hampir mirip dengan Candi Bentar dan banyak pada ahli berpendapat pada jaman dulu pintu untuk menuju ke kediaman Mahapatih Gajah Mada dan juga pintu masuk ke berbagai bangunan penting Ibu kota Majapahit itu melalui jalan ini.

Sisa Peninggalan Majapahit Candi Brahu

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Brahu
You Tube.com

Candi Brahu adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang letaknya berada di kawasan situs arkeologi Trowulan. Di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Mpu sendok merupakan pembuat dari prasasti ini yang berguna sebagai tempat pembakaran Jenazah bagi raja-raja Majapahit.

Perkiraan dari nama Brahu sendiri berasal dari kata Wanaru atau Warahu yang diperoleh dari sebutan bangunan suci dan terdapat pada prasasti Alasantan. Prasasti itu ditemukan di lokasi yang tidak terlalu jauh dari candi tersebut.

Pembangunan dari candi ini memakai gaya kultur Budha yang menghadap ke Utara. Materialnya menggunakan batu bata merah dengan panjang 22.5 meter, lebar 18 meter dan ketinggian sampai 20 meter.

Candi Brahu ini diperkirakan pembangunannya dimulai pada abad ke-15 Masehi, meski juga banyak para ahli yang juga mempunyai perbedaan pendapat tentang hal tersebut.

Ada sebagian ahli yang berpendapat bahwa candi ini berusia lebih tua dibandingkan dengan candi yang lain yang ada di Komplek Trowulan.

Di dalam Prasasti Candi Brahu disebut sebagai tempat pembakaran jenazah para raja-raja Majapahit. Akan tetapi pada penelitian yang sudah dilakukan tidak bisa ditemukan sisa abu dari mayat yang ada pada candi tersebut.

dalam pembangunannya Candi Brahu menggunakan susunan batu bata merah yang menghadap ke arah Barat. Dengan ukuran panjang 22.5 meter, lebar 18 meter dan tinggi 20 meter yang dibangun menerapkan kultur Buddha.

Prasasti yang ditulis oleh Mpu Sendok pada tanggal 9 September 939, candi ini merupakan tempat pembakaran jenazah para raja Majapahit. Menurut perkiraan para ahli, ada banyak candi berukuran kecil yang ada di sekitar Candi Brahu.

Tetapi hampir semuanya sudah runtuh dan hanya tersisa reruntuhannya saja yaitu Candi Gedung, Candi Muteran, Candi Tengah dan juga Candi Gentong.

Ketika dilakukan penggalian, ada banyak ditemukan benda kuno. Seperti alat upacara keagamaan yang terbuat dari logam, arca, perhiasan emas dan berbagai benda lainnya.

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Cetho

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Cetho
Pinterenst

Candi Cetho adalah candi sisa peninggalan majapahit sekitar abad ke -15. Kemudian ditemukan kembali oleh arkeolog berkebangsaan Belanda melalui tulisannya.

Tempat ini juga sering digunakan oleh para petapa dari masyarakat kejawen kuno. Penggalian pertama dilakukan oleh dinas kepurbakalaan Belanda untuk rekontruksi.

Dalam penelitian tersebut di temukan bahwa usianya hampir sama dengan candi Sukuh yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi candi cetho.

Candi Cetho juga mempunyai 13 buah teras dan juga banyak anak tangga yang juga dilengkapi dengan banyak archa serta punden di sepanjang tangga tersebut. Sedangkan Diatas candi ini terdapat Puri yang disebut dengan Puri Saraswati.

Candi Cetho ini ditemukan dalam bentuk reruntuhan dengan 14 teras atau punden bertingkat dengan bentuk memanjang dari barat menuju ke timur.

Sekarang hanya tersisa 13 teras saja. Pemugaran sudah dilakukan pada kesembilan buah teras dan struktur teras yang berundak ini diduga merupakan kultur asli Nusantara Hinduisme yang semakin diperkuat dengan aspek ikonografi.

Kemudian Relief yang ada pada candi ini berbentuk tubuh manusia seperti wayang kulit dengan muka menghadap ke samping namun tubuhnya menghadap ke ara depan.

Pemugaran juga dilakukan di akhir tahun 1970 yang dilakukan sepihak oleh Sudjono Humardani, asisten pribadi dari Suharto dan ia mengubah begitu banyak struktur dari candi tersebut.

Pemugaran ini kemudian banyak mendapatkan kritikan dari pada arkeolog sebab pemugaran pada situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa dipelajari secara mendalam.

Selain itu ada beberapa objek hasil dari pemugaran yang sudah dianggap tidak asli lagi yakni gapura mewah dan megah di bagian depan kompleks. bangunan kayu tempat bertapa, patung yang dinisbatkan sebagai Brawijaya V, Sabdapalon, Nayagenggong dan phallus sera kubus di pucak punden.

Artikel terkait:

     ( Sejarah Pahlawan Nasional )

     ( Sejarah Kemerdekaan Indonesia )

     ( Sejarah Pendidikan Islam )

    ( Sejarah Bahasa Indonesia Lengkap )

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Sukuh

Peninggalan Kerajaan Majapahit Candi Sukuh
Pegipegi

Candi sukuh merupakan candi peninggalan kerajaan majapahit yang di bangun sekitar tahun 1437 masehi. Candi ini berlokasi di desa berso kecamatan ngargoyoso karanganyar jawa tengah.

Candi ini berbentuk piramid dan masuk kedalam jenis candi hindu.

Struktur menarik dari candi ini ialah adanya banyak objek Lingga dan Yoni yang melambangkan seksualitas dengan dihiasi berbagai relief dan patung yang memperlihatkan organ intim manusia.

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh johnson yang dikumpulkan dalam bentuk data dalam bukunya” Histori of Java” dan pada Tahun 1842 diteliti kembali  oleh arkeolog Belanda bernama van der vlies. setelah mengalami pemugaran dan di usulkan menjadi salah satu warisan dunia pada tahun 1995.

Candi Bajang Ratu Peninggalan kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit Trowulan
You Tube

Candi bajang ratu adalah salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang struktur bangunannya berbentuk gapura.

Candi ini berada di Desa Temon kecamatan Trowulan Mojokerto. Candi ini diberi nama Bajang Ratu sejak tahun 1915 dan proses pembangunannya terjadi pada abad ke 14 sebelum masehi.

Hal unik dari situs ini juga adalah adanya kepercayaan dalam masyarakat bahwa bagi seorang pejabat yang melintasi gerbang candi bajang ratu maka nasib buruk akan segera menimpanya.

Peninggalan Majapahit Candi Kedaton

Wisata Lengkap

candi kedaton merupakan salah satu candi yang berlokasi di kompleks situs arkeologi di kecamatan Trowulan. Candi peninggalan Majapahit ini bercorak hindu yang memiliki struktur berbentuk pondasi yang terbuat dari batu bata merah.

Candi Kedaton dulu diperkirakan merupakan komleks untuk tempat tinggal para bangsawan dan orang orang elit kerajaan yang mempunyai kedudukan istimewa pada masa Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Majapahit Candi Jolotundo

Candi Jolotundo majapahit
indonesia tourism

Candi Jolotundo merupakan salah satu  peninggalan kerajaan Majapahit yang memiliki bentuk petirtaan yang mengalirkan mata air.

Banyak masyarakat mempercayai bahwa kualitas dari air ini sangat bagus setelah air zam zam. Candi ini terletak di desa Seloliman kecamatan Terawas kabupaten Mojokerto.

Peninggalan Majapahit Candi Gentong

Candi Gentong majapahit
Sejarah lengkap

Candi Gentong adalah sebuah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang dulunya berjejer bersama tiga candi lainnya yakni gedong candi tengah dan candi gentong.

Dari ke tiga candi tersebut yang tersisa hanyalah Candi Gentong yang berlokasi di Desa Telogo Gede, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.

Peninggalan Majapahit Candi Tikus

Peninggalan Majapahit Candi tikus
You Tube

Candi tikus juga merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlokasi di pedukuhan Dinuk, Desa Temon kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto.

Candi Tikus sempat mengalami pemugaran pada tahun 1914 setelah sebelumnya terkubur dan ditemukan kembali pada tahun 1914.

Peninnggalan Majapahit Candi Waringin Branjang

Situs Peninggalan Majapahit Candi waringin Branjang
Candi-waringin-branjang_business_site

Candi Waringin Branjang merupakan situs yang terdapat di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi ini punya bentuk yang terlihat sederhana dan tidak dilengkapi dengan kaki candi tapi hanya atap dan badan candi saja.

Candi ini memiliki panjang 400 cm, lebar 300 cm dan tinggi 500 cm, dan untuk lebar pintu masuknya adalah 100 cm dan tinggi sampai 200 cm.

Di bagian dinding juga tidak ada relief seperti pada candi umumnya. Namun hanya ada lubang ventilasi pada candi ini.

Candi ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan alat untuk upacara dan sejenisnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar