Pengalaman Nyantri Di Pondok Pesanten

Hay gays,,, aku akan sharing-sharing sedikit nih, tetang pengalamaku, waktu masih di pondok.

jadi gini gayss,,,Setelah lulus dari sekolah dasar, aku langung mondok di sebuah pondok pesatren, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku.

Aku mondok sekitar 3 tahun.

Menjadi santri itu seru dan meyenangkan ternyata, berbagai hal baik itu susah maupun senang, itu semua dapat kulaui dengan mandiri, meskipun agak sangat berat menjalaninya bagi seorang yang masih bocah sepertiku waktu itu.

Dalam aritkel kali ini, aku akan mengisahkan pengalaman singkatku, sewaktu di pondok pesantren, dari mulai persiapan keberangkatan, bagaimana aku nyantri, hingga sampai pada proses pelulusan.

Ok ya temen-temen, langsung saja kita nikmati kelajutannya di artkelku kali ini,,,,,!!!

 

Keputusan Kelurga

 keluarga sederhana
sahabat keluarga- kementrian penddikan

semua ini tak lepas dari kenginan dan kuputusan keluarga, untuk menyantrikan saya dipondok pesantren sejak dini.

ya,,mungkin namanya orang tua, pasti menginginkan anaknya jadi anak yang soleh, dan patuh pada orang tuanya, juga sopan pada orang lain, terlebih lagi dekat dengan tuhanya.

Sebenarnya keputusan ini sudah saya duga jauh sebelumya, waktu saya masih baru menginjak kelas 6 SD, ayah saya pernah bilang bahwa setelah lulus nanti, saya akan di masukkan ke pondok pesantren

Cuman beliau memilih pondok pesantren, yang tidak terlalu jauh, agar saya bisa sering sering dijenguk oleh beliau, dan juga pemilihan podok juga tak lepas dari biayanya yang terjangkau

Saya sendiri tidak begitu merisaukan keputusan ini, karna saya yakin, keputusan orang tua sudah pasti yang terbaik untuku, meskipun kalau boleh jujur, saya tidak terlalu suka untuk modok.

karna menurutku, podok itu sesuatu yang menakutkan, dan banyak sekali aturan-aturan, yang harus saya jalani, yang pastinya akan full seharian.

 

Persiapan dan Keberagkatanku Menuju Pondok Pesantren

menuju pondok pesantren
medcom.id

Taklama setelah saya lulus dari sekolah dasar, sayapun sudah mempersipkan diri, baik perlengkapan  yang dibutuhkan nanti di pondok, seperti, berbagai pekaian muslim, alat-alat belajar, pokoknya semualah, yang dibutuhkan nanti pas di pesantren, orang tuaku sudah mempersipkan segala sesuatnya.

Ini juga yang membuat aku haru sampai mau nangis, pengorbanan orang tua yang begitu besar, meski dengan susah payah, masih tetap mengusahain supaya keperluanku semua ada.

Hingga tiba waktunya berangkat, di hari yang sudah orang tua pilih, karna katanya sih ada hari baik untuk memulai suatu.

Akhirnya semua kelurgapun berkumpul, termasuk sanak saudara dan kerabat, semua yang tau bahwa saya akan berangkat ke pondok, semua datang kerumah saya, untuk memberikan restu, atau petuah, dan tentunya ada sedikit uang dari mereka juga hehe,,,!!!

Tapi inilah momen yang bikin aku hampir nangis, yaitu saat saya cium tangan mereka satu persatu, saat itu kebayang gimana rasanya akan jauh dari mereka, yang selama ini sangat dekat sekali dengan saya dari kecil.

Setelah selesai pamitan dengan keluarga dan kerabat, saya pun berangkat dengan diantar oleh keluarga, dan beberapa guru sekolah, dan juga guru ngaji saya waktu kecil, dengan iring-iringan motor kamipun beragkat menuju ke pondok.

 

 

Suka Duka Jadi Santrri Baru

Jadi Santri
Media dayah

Setelah melakukan perjalanan selama beberapa menit, akhirnya saya pun sampai ke pondok pesatren, disitu hatiku mulai deg-dekan tak karuan, denga suasna yang aku lihat.

Sebuah tempat baru yang akan saya tinggali selama beberapa tahun kedepan.

Sesampainya dipondok, saya disambut oleh beberapa ustadz, dan pengurus pondok, lalu mempersilahkan kami untuk masuk ke salah satu ruangan tempat tamu.

Disitu ada perbincangan antara keluargaku dengan pengurus pesantren, sedangkan saya hanya melihat liat saja tampa bebicara apapun.

Maklumlah, seorang bocah mau mondok, pastinya yang ada hanya perasaan kalut antara kerasan dan tidak kerasan haha,,,!!

Acara ini hanya sebentar, Cuma diisi dengan ngobrol-ngobrol tentang tujuan saya yang mau mondok, setelah itu, hanya ada acara makan –makan sebentar, setelah itu, sayapun diantar oleh pengurus pesantren kekamar yang sudah disediakan oleh pihak pesantren.

Akhirnya orang tuakupun pamitan, beserta guru-guruku yang mengantar, sambil beberapa kali memberikan nasehat bijak yang memotifasi saya untuk terus maju, dan menjalani kehidupaku dengan baik di lingkungan pesantren.

setelah itu merekapun pulang kembali kerumah.

Pas saat itu juga adzan asar berkumandang, semua santri serentak berhamburan dikamar, mempersiapkan diri ke mesjid.

Sementara saya yang seorang santri baru, juga ikut saja apa yang jadi rutinitas pondok.

perasaan dan fikiran saya masih belum sepenuhnya bisa saya kontrol, kegiatan yang begitu padatnya membuat saya agak tertekan, karena belum terbiasa dengan kegitan padat seperti di pondok.

tapi saya berusaha untuk terus memotifasi diri sendiri untuk kuat, dan bisa menjalaninya,

Saat itu saya juga masih belum mengenal santri-santri untuk dijadikan teman.

masih agak kesulitan untuk berbaur dengan mereka, pokoknya terasa seperiti dihutan manusia waktu itu, banyak orang tapi tidak ada yang saya kenal, rasanya canggung dan tidak kerasan benar-benar sangat menyiksaku.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar untuk memberanikan diri mendekti tema-teman yang lain.

Satu persatu saya mulai mengenalnya, dan juga ada yang datang berkenalan sendiri denganku, jadi perasaanku sedikiit tenang, karena ada orang yang bisa diajak ngobrol dan curhat kedepanya.

 

 

Momen-Momen Paling Berkesan di Pondok Pesantren

Seiring berjalannya waktu, akhirnya sudak banyak perubahan yang terjadi denganku, baik dari segi mental, kedisiplinan dan tentunya ilmu yang sudah saya proleh selama di pesatren.

Perubahan perubahan itu tentunya tak lepas dari jerih payah dan perjuanganku selama nyantri,

Ada banyak sekali momen-momen penting yang telah aku lalui, hampir semua sangatlah berkesan.

  •  1,Kejadian di Piket Ronda Malam

ronda malam santri


pondok pesantren sidogiri

Dipondokku itu, ada kegiatan piket ronda malam, yang jumlahnya masing-masing 4 orang, dari total santri yang berjumlah kurang lebih 150 orang putra.

Saat itu aku sedang ada piket jaga, bersama degan ke 3 orang temanku.

Kamipun mulai bertugas sejak jam 07.00, malam pas di gerbang depan pondok, semua berajalan seperti biasanya sampai pagi.

Kami kira tidak terjadi apa-apa malam itu, ternyata di jam 09.00, pagi esoknya, kami dipanggil oleh ustads, untuk ditanyakan sesuatu.

kamipun mulai gusar, sebenarya apa yang terjadi,,,?

Ternyata malam itu sedang terjadi pencurian, dan kami tidak menyadari hal itu.

Aku sama teman-teman sangat terkejut dengan kejadian itu, kamipun mendapat teguran dari ustads atas ketidak tauan kami ini.

 

  • 2,Study Tour ke Pondok lain

study tour santri
pondok pesantren al-amien

Ini adalah pengalaman yang paling saya suka selama di pesantren, pas saat aku kelas 3 semester pertama, pondok pesantren megadakan kunjungan ke pondok moderen gontor.

Disana kami bertemu santri-santri yang mungkin tingkat pengetahuanya rata-rata diatas kami, apalagi dari segi ilmu pengetahuan umumnya, dengan berbagai fasiltas yang sangat legkap, sudah pasti kami ketinggalan jauh hehe,,,,!!

Disana kami menjalani beberapa rangkaian acara bersama, sambil bertukar informasi antar pondok dan juga santri hingga semuanya selesai.

 

  • 3 Acara Imtihanan

pentas imtihanan santri
you tube

Ini juga acara yang sangat peting, terutama bagi kami yang kelas 3

Ya,,,ini adalah acara perpisahan, sekaligus perayaan tahunan untuk semua santri, di acara ini semuanya bergembira dengan kedatangan masing masing orang tua wali.

Di acara itu juga dihiasi dengan berbagai pertunjukan, penampilan hiburan yang sangat menarik yang dilakukan sendiri oleh semua santri.

Bagi saya pribadi, ini adalah momen, dimana saya merasa puas dan bangga atas pencapain ini, selama beberapa tahun belajar sealigus nyantri.

 

 

Acara Pelulusanku

wisuda santri
bangka pos

Suasanapun berjalan sangat meriah,, malam itu seluruh siswa seangkatanku berdiri rapi, dengan menggunakan pakaian wisuda, saya juga melihat kedua orang tuaku yang duduk dibangku penonton, sedang melihat kearahku, saya benar-benar terharu atas pencapain ini,

semua ini juga tidak akan terjadi tampa campur tangan dari kedua orang tuaku.

akhirnya kami semua dipanggil oleh MC untuk satu persatu dipersilahkan naik keatas panggung.

untuk diwisuda oleh kepala sekolah, dan ketua yayasan pondok, acara berjalan dengan sangat khidmad.

Setelah turun dari panggung, saya langsug bergegas menghampiri oragtuaku untuk mencium tagan mereka, yang telah berhasil mengantarkan  putranya sampai ke jenjang ini.

mungkin cukup sampai disini dulu cerita kali ini, besok-besok aku akan kembali dengan artikel-artikel baru dan menarik, jangan lupa terus dukung saya untuk terus menulis ya,,,,,!!

assalamualaikum,wr,wb,,,,

 

Tinggalkan komentar