Pakaian Adat Jawa Timur

Mengetahui Pakaian Adat Jawa Timur [Lengkap] Penjelasan dan Gambarnya

Artikel ini mengulas secara lengkap dan mendalam terkait topik “pakaian adat Jawa Timur” Anda akan mengetahui berbagai hal menarik dari pakaian adat ini.

Setidaknya Anda akan mengetahui beberapa hal penting.

  1. Nama-nama pakaian adat Jawa Timur.
  2. Jenis dan fungsi dari pakaian tradisional khas Jawa Timur.
  3. Makna dan filosofis dari pakaian khas Jawa Timur.
  4. Perlengkapan hingga aksesorris penting yang sering dipakai ketika menggunakan pakaian tradisional Jawa Timur.

Sudah siap membedah informasi lengkap dan menarik dalam artikel ini? lets go.

Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian Adat Jawa Timur
Essay.Co.Id

Pakaian adat Jawa Timur merupakan suatu simbol kebudayaan yang melambangkan ciri khas Jawa Timur.

Meskipun Saat ini kebudayaan daerah ini sedang rentan mengalami degradasi budaya, namun pakaian adat ini tetap tidak akan mudah dilupakan dari ingatan masyarakat.

Hal ini karena masih banyak masyarakat yang tetap menjaga kelestarian pakaian adat ini, sehingga keutuhan budaya masih tetap kokoh terjaga ketika menghadapi arus modernisasi.

Pakaian khas Jawa Timur ini sering digunakan oleh para pasangan pengantin pada saat acara pernikahan adat Jawa Timur.

Kendati demikian, namun tetap ada beberapa wilayah di Jawa Timur yang sebagian masih tetap menggunakan pakaian adat ini diluar acara formal.

Jawa Timur memiliki busana khas sebagai simbol kebudayaan dan identitas wilayah yang melambangkan ciri khas Jawa Timur.

Misalnya saja pada suku Madura, dimana wilayah di timur Kota Surabaya ini sangat kental dengan ketaatan terhadap adat-istiadat setempat.

Pakaian Adat Jawa Timur Sebagai Identitas Budaya

Pakaian Adat Jawa Timur Sebagai Identitas Budaya
Thegorbalsha

Sebagai pakaian adat yang cukup populer di nusantara, pakaian adat Jawa Timur mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakan pakaian ini dengan pakaian adat yang lain

Ciri khas ini dapat kita lihat pada bentuk fisik ataupun filosofi yang terkandung dalam pakaian adat ini.

Tiap-tiap daerah memiliki tradisi unik sebagai identitas budaya 

Sebagai pakaian adat yang tentu memiliki pesona khusus, dan membuat orang lain penasaran akan tampilannya, maka saya akan menjabarkan ciri khas pakaian adat Jawa Timur berikut ini:

Ciri Khas Pakaian Adat Jawa Timur

Ciri Khas Pakaian Adat Jawa Timur
Talde Brooklyn

Ciri khas yang cukup mencolok pada Pakaian adat Jawa Timur ada pada keindahan dan keelokan pada saat dipandang.

Jika kita lihat sekilas, akan nampak bahwa pakaian Jawa Timur ini memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat Jawa Tengah.

Hal demikian mungkin wajar karena pengaruh kebudayaan masyarakat Jawa Tengah dulu yang terkenal dengan kekuasaan yang besar.

Kendati demikian tetap ada perbedaan yang cukup mendasar dan kontras dari segi filosofisnya.

Misalnya saja pada corak pakaian adat Jawa Tengah yang melambangkan nilai-nilai kesopanan serta tata krama yang tinggi.

Sedangkan corak pada pakaian Jawa Timur lebih cenderung menunjukkan nilai-nilai ketegasan, namun sarat dengan nilai etika yang tinggi.

Jika diperhatikan, masing – masing ciri khas pada pakaian adat Jawa Timur sejatinya sudah nampak pada masing-masing jenis pakaian adat itu sendiri.

Kebudayaan yang menonjol dari masyarakat Jawa Timur, terutama pakaian adatnya dapat dilihat dari desain dari masing-masing pakaian adat serta keindahannya 

Pakaian khas adat Jawa Timur juga memiliki beberapa perangkat penting, mulai dari seperangkat baju, hingga aksesoris-aksesoris yang mewah sebagai pelengkapnya.

Selain itu, dari jenis-jenis pakaian tradisional tersebut juga menunjukkan akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Timur.

Oleh karena itu, berikut akan disebutkan nama serta jenis pakaian adat secara lengkap dari provinsi Jawa Timur, beserta penjabarannya.

Nama Nama Pakaian Adat Jawa Timur

Nama Nama Pakaian Adat Jawa Timur
Celebrity

Di Jawa Timur, terdapat beberapa jenis pakaian adat yang cukup dikenal, tentu saja bagi masyarakat Jawa Timur sendiri.

Pakaian ini berasal dari beberapa daerah yang mudah untuk kita jumpai pada acara-acara besar, seperti pernikahan, dan lain sebagainya.

Berikut ini nama-nama pakaian adat yang khas dari provinsi terluas di pulau Jawa.

1. Pakaian Adat Mantenan Jawa Timur

Pakaian Adat Mantenan Jawa Timur
toriqa.com

 

Ketika mendengar kata Mantenan, pasti langsung tertuju pada makna pernikahan bagi orang yang merupakan asli pulau Jawa.

Hal demikian tidak salah, karena memang nama pakaian adat Jawa Timur ini merujuk pada pakaian yang sering dipakai pada saat acara pernikahan.

Pakaian adat mantenan di Jawa Timur biasanya dipakai pada saat kedua mempelai sedang melakukan prosesi pernikahan dengan menggunakan tata cara adat Jawa Timur.

Bahkan hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang melestarikan pakaian adat ini dengan tetap menggunakannya ketika hendak akan melangsungkan pernikahan.

Sebagai pelengkapnya, pada saat mengenakan pakaian adat yang satu ini, umumnya juga dibarengi dengan berbagai aksesoris lain. .

Misalnya saja seperti Odheng, kain selempang, arloji, rantai, bunga melati, tongkat serta beberapa aksesoris yang lainnya.

Adapun corak yang terdapat pada baju mantenan, baik untuk laki-laki ataupun perempuan biasanya sama.

Keduanya sama-sama serasi menggunakan warna dasar hitam yang dipadukan dengan motif merah sebagai hiasannya.

Namun seiring dengan perkembangan zaman khususnya fashion, maka baju adat mantenan juga sedikit mengalami modifikasi sesuai dengan tren fashion yang sedang berkembang.

2. Pakaian Pesean Kas Madura

Pakaian Pesean Kas Madura
Info Budaya Indonesia

Pakaian Pesean merupakan salah satu pakaian tradisional asli dari Jawa Timur yang berasal dari Madura, pakaian inilah yang sering diingat oleh masyarakat pada umumnya karena memang cukup familiar.

Bentuk dari pakaian adat ini terdiri dari dua, yakni baju luar yang berwarna hitam serta baju dalaman berupa kaos belang yang memiliki warna merah putih atau merah hitam.

Celananya sendiri biasanya agak longgar, dan memiliki ukuran panjang hingga sampai pada mata kaki.

Pakaian adat Pese’an dari Madura ini juga sudah sangat terkenal, baik secara nasional maupun bahkan hingga mancanegara.

Namun pada awalnya dulu, pakaian ini hanya pakaian biasa yang digunakan oleh orang-orang Madura saja.

Namun seiring berjalannya waktu, pakaian ini juga mengikuti perkembangan zaman, yang pada akhirnya dipakai oleh banyak orang di seluruh wilayah Jawa Timur, sehingga kemudian dipatenkannya menjadi pakaian adat Jawa Timur.

Uniknya dari pakaian ini, pada jaman dulu, bahan-bahan pembuatannya itu berasal dari kain China, namun sekarang sudah dimodifikasi menggunakan bahan tetoran yang dirancang oleh orang-orang Madura.

3. Pakaian Kebaya Rancongan

Pakaian Kebaya Rancongan
Berbol.co.id

Berbicara tentang Pakaian adat pesa’an, rasanya kurang lengkap tanpa menyertakan pakaian adat Rencongan.

Ya, karena pasangan dari baju pesa’an sendiri adalah Kebaya Rancongan, uniknya Kebaya ini juga memiliki model yang sederhana serta mengikuti bentuk tubuh.

Untuk membuat pakaian ini lebih serasi, maka penggunaan kebaya ini dipadukan dengan sarung Batik yang bermotif lasem, storjan atau tebiruan.

4. Pakaian Adat Cak dan Ning

Pakaian Adat Cak dan Ning
Enciety

Selanjutnya adalah pakaian Cak dan Ning, pakaian ini adalah asli pakaian adat Jawa timur.

Mengapa menggunakan nama ini? Karena memang pakaian adat yang satu ini umumnya hanya dipakai ketika ada acara kontes Cak dan Ning.

Kontes ini diadakan seperti layaknya kontes yang berasal dari daerah lain, misalnya seperti Abang None, kakang senduk, bujang dare dan masih banyak yang lainnya.

Pada saat acara kontes pemilihan bujang dan gadi mulai digelar, biasanya pria dan wanita memakai pakaian ini dengan masing-masing model yang berbeda, misalnya:

  1. Baju Cak untuk pria, pakaian ini terdiri dari beskap dan celana kain yang dilapisi dengan jarik. Pakaian ini memiliki saku yang terletak di dada sebelah kiri, selain itu juga disematkan aksesoris kuku macan serta saputangan berwarna merah.
  2. Baju Ning untuk wanita, pakaian ini terdiri dari Kebaya dan Jarik serta tambahan Kerudung selendang yang memiliki motif renda. Selain itu pakaian Ning juga dilengkapi dengan aksesoris seperti anting, gelang dan selop.

Walaupun mempunyai desain yang sederhana, namun pakaian ini memberi kesan menawan pada pemakainya.

Sampai saat ini, kontes Cak dan Ning masih tetap ada untuk menjaga tradisi turun temurun dalam masyarakat Jawa Timur.

5. Pakaian Adat Jawa Timur ( Sakera Madura )

Pakaian Adat Jawa Timur
YuKepo.com

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan pakaian berbentuk kaos dengan motif garis berwarna merah putih bukan?

Bagi yang belum tahu, pakaian berbentuk kaos yang satu ini merupakan pakaian khas tradisional Madura yang bernama Baju Sakera.

Pakaian khas Madura ini biasanya dikenakan bersamaan dengan celana hitam longgar dengan tambahan pelengkap yakni penutup kepala, kain sarung dan ikat pinggang.

Pakaian ini umumnya dikenakan oleh kaum lelaki Madura sebagai busana sehari-hari maupun acara resmi.

Sebagai pakaian tradisional sekaligus pakaian kebanggaan yang sudah cukup populer di nusantara, pakaian ini ternyata juga memiliki makna tersendiri dari warna khas bajunya.

Anda bisa memperhatikan pada pakaian, pada bajunya terdapat bentuk garis-garis merah, yang memiliki makna tersendiri yakni memperlihatkan sikap tegas yang dimiliki masyarakat Madura.

Selain itu, pakaian ini juga menegaskan tentang semangat juang tinggi pada masyarakat Madura dalam hal menghadapi segala hal.

Jenis Jenis Pelengkap Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian adat Jawa Timur ketika dikenakan tak lepas dari beragam perlengkapan yang juga digunakan, serasi dengan tiap-tiap pakaian yang dikenakan.

Masing-masing pakaian adat memiliki pakaian lain sebagai pelengkapnya, seperti beberapa pakaian pelengkap berikut ini.

1. Odheng Santapan

Odheng santapan merupakan sebuah penutup kepala sebagai pelengkap pakaian adat berupa Kupluk atau Peci.

Odheng santapan biasanya dibuat dari bahan Batik khas Jawa Timur, Odheng umumnya digunakan oleh para laki-laki di bagian kepala.

Selain itu, untuk desain Odheng santepan sendiri biasanya dibuat dari bahan Batik bermotif populer, salah satunya yaitu motif telaga biru, atau yang populer orang menyebutnya dengan Storjoan.

Bentuk Kupluk atau peci ini umumnya berbentuk segitiga dengan ukuran kupluk yang dapat diatur dan disesuaikan dengan masing-masing lingkar kepala penggunanya.

Kain Batik yang panjang tentunya sangat dibutuhkan untuk ukuran lingkar kepala yang lebih lebar.

Sedang untuk ukuran lingkar kepala yang lebih kecil, tentu tidak membutuhkan banyak kain Batik yang diperlukan.

2. Sarong Bahan

Sarong Bahan
toriqa.com

Selain Odheng sebagai pelengkap pakaian adat, Sarong bahan juga merupakan salah satu pakaian adat Jawa Timur yang sering digunakan sebagai pelengkap dari pakaian adat.

Umumnya kain yang digunakan ialah kain Sutra, sedangkan saring untuk bagian plekatnya menggunakan bahan Katun, namun kain yang dipilih tentu kain yang berkualitas tinggi serta sangat nyaman untuk dipakai.

Warna untuk bahan sarongnya ada beragam warna dan dapat dipilih sesuai selera, biasanya warna yang dipilih adalah warna-warna yang mencolok, misalnya kuning keemasan.

Selain warna tersebut, warna putih juga sering dipilih sebagai warna dasar dan motif kotak-kotak hijau atau biru sebagai tambahan.

Untuk ukuran sarong bahan tentu dapat disesuaikan dengan masing-masing individu yang menggunakannya.

3. Odheng Tapoghan

Odheng Tapoghan
ArtisaniBistro

Bentuk Odheng tapoghan hampir mirip dengan Odheng santapan, bedanya hanyalah, jika Odheng tapoghan lebih banyak dikenakan oleh laki-laki dari pada perempuan.

Menariknya dari pakaian pelengkap ini, terdapat salah satu bagian dari Odheng tapoghan yang memiliki ikon bunga hiasan yang cantik, ada juga Soga sebagai pengganti dari ikon bunga tersebut.

Tampilan Soga seperti lidah api yang memiliki warna merah menyala-nyala.

Untuk bahan-bahan yang digunakan berupa kain Batik yang didesain untuk dapat dimodifikasi sesuai dengan selera dan nilai.

Odheng Tapoghan memiliki bentuk segitiga dan diikatkan pada bagian kepala, sehingga dengan demikian, rambut Anda tidak akan tertutup oleh kain tersebut.

4. Udeng Ponorogo

Udeng Ponorogo
toriqa.com

Masih seputar penutup kepala, ternyata di Jawa Timur tidak hanya memiliki Odheng santapan dan Odheng topoghan saja sebagai pelengkap pakaian adat.

Namun ternyata, di Jawa Timur masih ada beragam jenis penutup kepala yang lain, sebut saja Udeng khas ponorogo yang juga merupakan pelengkap pakaian adat Jawa Timur dari Ponorogo.

Selain itu, Udeng Ponorogo ini juga mempunyai nama lain, yakni Udeng wulung atau Udeng warok yang sering dikenakan pada saat acara-acara penting seperti pentas Reog ponorogo.

Bagi masyarakat Ponorogo sendiri, penyebutan Udeng hanya ditunjukkan untuk ikat kepala saja.

Sedangkan untuk penyebutan Udeng wulung ataupun Udeng waro itu dimaksudkan untuk ikat kepala yang khas dari Ponorogo, namun memiliki bentuk serta corak yang unik.

Umumnya, Udeng asli Ponorogo ini memiliki warna hitam dengan motif putih selebar jari tangan, dan terletak di bagian pinggir dan tengahnya.

5. Sandal Atau Alas Kaki

Sandal Atau Alas Kaki
Informasi Budaya Jawa

Sandal merupakan alas kaki yang juga digunakan sebagai aksesoris penting sebagai identitas pakaian adat, sandal sebagai aksesoris adat biasanya dikenakan secara umum oleh perempuan.

Meski demikian, jika dibutuhkan, aksesoris ini juga dapat dikenakan oleh kaum laki-laki, dengan menggunakan aksesoris ini memperindah penampilan sudut atau bagian bawah mempelai.

Aksesoris adat ini selain dikenal dengan nama Sandal juga familiar dengan sebutan terompah, karena berbentuk terbuka dan longgar pada bagian ujung ketika dikenakan.

Terdapat pada beberapa bagian Sandal yang dilengkapi penjepit yang berfungsi untuk menjepit kaki, terutama pada bagian jari-jari kaki.

Alat penjepit dipasang untuk membuat pemakai lebih nyaman ketika menggunakannya, Sandal adat dibuat dari bahan kulit sapi yang berkualitas.

6. Ikat Pinggang

Ikat Pinggang
Cintanegri.com

Perlengkapan lain yang juga tidak kalah penting digunakan sebagai aksesoris selain sandal ialah ikat pinggang.

Ikat pinggang adat ini lebih populer dengan sebutan sabuk Katemang Raja, atau juga sering kali disebut sebagai Katemang Kalep.

Jika  dibandingkan dengan ikat pinggang pada umumnya, ikat pinggang khas Jawa Timur ini mempunyai bentuk yang lebih lebar.

Selain itu pada bagian depan ikat pinggang ini juga dilengkapi dengan saku sebagai tempat untuk menyimpan uang.

Adapun jenis bahan yang digunakan pada ikat pinggang khas ini terbuat dari material kulit sapi.

Namun tidak sembarang kulit sapi dapat dijadikan bahan, akan tetapi bahan kulit sapi yang memiliki kualitas yang sangat baik saja yang dipakai, bukan kulit sapi sembarangan.

Biasanya ciri Kulit sapi yang dipilih adalah kulit sapi yang berwarna coklat dan berdesain polos.

Kesimpulan

Baiklah teman-teman, itulah tadi beberapa jenis pakaian adat Jawa Timur yang sangat menarik untuk kita ketahui karena masing-masing pakaian adat tersebut sarat dengan nilai budaya yang tinggi.

Jawa Timur memiliki busana khas yang memiliki ciri khas yang unik yang melekat pada identitas pakaian adat tersebut dan belum terkikis hingga saat ini.

Terakhir dan penting, untuk kita sebagai penerus bangsa harus sadar dan bahu membahu melestarikan pakaian tradisional asli Jawa Timur ini demi menjaga keutuhan budaya Indonesia tercinta.

Tinggalkan komentar