Metagenesis tumbuhan paku

Belajar Tentang Metagenesis Tumbuhan Paku [ Terlenkap ] + Gambarnya

Dalam artikel kali ini kita akan belajar tentang metagenesis tumbuhan paku beserta dengan skema metagenesis paku.

Sebelumnya apakah kalian tau apa metagenesis itu?

Jika belum, kalian tidak perlu pusing mencari jawaban karena pada artikel ini akan dijelaskan tentang pengertian metagenesis beserta dengan prosesnya secara lengkap.

Disini juga akan dibahas tentang perbedan metagenesis pada paku dan metagenesis pada lumut. 

Metagenesis tumbuhan paku juga dapat dibagi menjadi dua yakni metagenesis paku homospora dan metagenesis paku heterospora.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, mari kita selami lebih dalam artikel ini hingga ke dasarnya:

Pengertian Tumbuhan Paku

Metagenesis tumbuhan paku
Good news from indonesia

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan batang berduri yang mempunyai sistem pembuluh sejati (Tracheophyta) meskipun tumbuhan ini tidak pernah menghasilkan biji untuk proses perkembangbiakannya.

Tumbuhan ini juga kerap disebut juga sebagai paku – pakuan atau pakis-pakisan. Dalam bahasa Inggris tumbuhan paku disebut sebagai ‘fern’.

Tumbuhan ini mudah hidup di segala iklim bahkan tumbuh di seluruh dunia kecuali pada daerah yang bersalju.

Meskipun dalam perkembangbiakannya tumbuhan ini tidak menggunakan buah atau bunga penyebaran, tetapi tetap hidup dengan hanya tunas.

Di indonesia dan malaysia tumbuhan paku ditemukan hidup sekitar 12.000 spesies. Banyak sekali spesies tumbuhan paku yang tersebar dan tumbuh di berbagai daerah.

Jika pergi atau berwisata ke hutan kita akan menemukan banyak sekali tumbuhan paku yang tumbuh dengan lebat, akan tetapi tumbuhan ini sama sekali tidak berbahaya untuk dikunjungi ataupun didekati.

Metagenesis Tumbuhan Paku dan Lumut

Metagenesis tumbuhan paku dan lumut
Artikelsiana

Pengertian Matagenetis pada tumbuhan paku

Metagenetis adalah proses pergantian generasi atau daur hidup yang perkembangbiakannya dilakukan secara seksual, kemudian perkembangbiakan aseksualnya terjadi pada generasi lain.

Morfologi yang dimiliki oleh kedua generasi tersebut biasanya berbeda beda.

Untuk metagenesis pada tumbuhan, khususnya metagenesis tumbuhan paku Secara umum pergantian generasinya terjadi antara keturunan sporofit dengan keturunan gametofit.

Selain pada tumbuhan paku metagenesis tumbuhan juga terjadi pada tumbuhan lumut maupun tumbuhan paku.

Ada perbedaan antara proses metagenesis paku dengan proses metagenesis pada lumut. Hal ini bisa dilihat pada bentuk metagenesis tumbuhan paku yang lebih dominan.

Tumbuhan paku akan mengalami metagenesis dengan cara fese sporofit, sedangkan fase gametofitnya terjadi pada metagenesis tumbuhan lumut.

Jenis Jenis Metagenesis Tumbuhan Paku

Metagenesis tumbuhan paku bisa dikelompokkan menjadi dua jenis yakni metagenesis paku heterospora dan metagenesis paku homospora.

Dibawah ini akan diuraikan mengenai masing masing jenis metagenesis yang terdapat pada tumbuhan paku lengkap dengan skema metagenesis pakunya. Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Metagenesis Paku Heterospora

Jenis metagenesis tumbuhan paku berikut ini adalah metagenesis paku heterospora. Metagenesis heterospora ini mempunyai proses tertentu.

Agar lebih jelas dalam memahaminya anda dapat melihat skema metagenesis paku heterospora di bawah ini.

Proses metagenesis pada tumbuhan paku
Materi belajar – Blogger.com

Kita bisa menyimpulkan berdasarkan skema metagenesis tumbuhan paku di atas bahwa, metagenesis tumbuhan paku heterospora sangat berbeda dengan metagenesis paku homospora.

didalam stuktrur tumbuhan paku heterospora tersusun atas dua jenis protalium dan spora yang berasal dari hasil perbedaan ukuran germinasi sporanya.

Jenis Jenis spora yang terdapat pada tumbuhan paku heterospora adalah mikrospora yang yang nantinya berfungsi untuk menghasilkan mikroprotalium yang kemudian akan membentuk spermatozoid.

Selain itu ada juga jenis spora lain seperti, spora makrospora yang fungsinya untuk menghasilkan makropotalium dan kemudian akan menciptakan ovum arkeogonium pada tumbuhan paku tersebut.

Untuk lebih memahami tentang metagenesis tumbuhan paku kita bisa mengambil sampel pada tumbuhan paku heterospora yaitu Paku Semanggi Marsilea Crenata dan Paku Rane Selaginella.

2. Metagenesis Tumbuhan Paku Homospora

Jenis metagenesis tumbuhan paku yang kedua adalah metagenesis paku homospora. Metagenesis homospora ini memiliki proses tersentu. Agar lebih jelas dalam memmahaminya, anda bisa melihat langsung skema metagenesis paku homospora di bawah ini.

Cara metagenesis tumbuhan paku
Materi belajar – blogger.com

jika diperhatikan sesuai skema metagenesis paku di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa metagenesis tumbuhan paku homospora bisa terjadi lewat dua fase utama.

Untuk paku homospora ini, fase utamanya mencangkup fase sporofit diploid (2n) maupun fase gametofit haploid (n).

Penjelasan lebih lengkap mengenai skema proses metagenesis tumbuhan tersebut ialah:

  1. Metagenesis tumbuhan paku berawal pada sporofit terlebih dahulu, karena pada tumbuhan ini fase sporofitnya lebih dominan.
  2. pada saat tumbuhan paku sudah mulai menjadi dewasa, kamudian akan membentuk sporangium dengan kromosom diploid (2n).
  3. Sel tunggal yang dimiliki oleh spora kemudian akan bergerminasi sehingga dapat menghasilkan organ baru multiseluler, seperti protalium atau protalus, yaitu organisme tumbuhan paku yang menghasilkan gamet dengan fase gametofit dan mengandung kromosom set haploid.
  4. Terdapat dua jenis gamet yang berbeda pada Protalium (protalus) karena proses dari dua organ seks yang berbeda. Dengan begitu spermatozoid dihasilkan dari anteridium dan sel telur (ovum) dihasilkan dari arkegonium. Gamet yang dihasilkan oleh protalium adalah proses pembelahan dengan cara mitosis. setelah itu sel telur akan memiliki sifat sesil sehingga akan tetap berada di arkegonium. Sedangkan hasil spermanya akan bergerak karena memiliki sifat motil.
  5. Selanjutnya metagenesis tumbuhan paku ini akan dilanjutkan hingga pada tahap pembentukan zigot dari fase sporofit dengan kromososm diploid (2n) yang merupakan hasil pertemuan antara gamet paku sperma dan ovum.
  6. Kemudian zigot akan terus berkembang hingga menjadi tumbuhan paku dewasa dan akan mengulangi proses metagenesis tadi.

 

Metagenesis tumbuhan paku ini bisa terjadi karna mencangkup fase sporofit dan gametofit, kedua fase ini bisa hidup secara independen.

Oleh karna itu metagenesis paku dengan cara fase gametofit tidak akan membutuhkan bantuan dari indukan tumbuhan paku dengan fase sporofit, sehingga bisa hidup dengan bebas.

Dalam metagenesis tumbuhan paku terdapat protalus atau protalium yang memiliki bentuk mirip hati yang berukuran kecil yakni sekitar 1 – 5 mm.

Bahkan kita juga bisa melihatnya dengan kasat mata seperti contoh protalium atau protalus yang terdadat pada tumbuhan paku sejati Dicksonia Antarctica seperti di bawah ini.

Macam Macam Tumbuhan Paku

Tumbuha paku memiliki bebarapa macam jenis yang dapat kita bedakan dengan ciri – cirinya, berikut ini beberapa macam tumbuhan paku yang banyak tumbuh dibeberapa daerah:

1. Subdivisi Pteropsida

Metagenetis Subdivisi Pteropsida
UtakAtikOtak.com

Subdivisi Pteropsida merupakan tumbuhan paku sejati yang biasa disebut tumbuhan pakis. Tumbuhan ini banyak tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.

Tumbuhan ini memiliki daun yang lumayan lebar di bandingkan dengan tumbuhan paku yang lain. Contoh beberapa tanaman subdivisi Pteropsida antara lain, Adiantum cuneatum (suplir), Marsilea crenata (semanggi), serta Asplenium nidus (paku sarang kuda).

Tumbuhan subdifisi memiliki ciri-ciri Pteropsida:

  • mempunyai batang yang tumbuh tegak di atas permukaan tanah, namun ada juga tumbuh terbenam dibawah permukaan tanah (rimpang atau rhizome).
  • Dalam proses pembuahannya membutuhkan air untuk menghasilkan sel telur dan sperma
  • Angin sangat membantu dalam proses penyebaran spora ke berbagai daerah yang baru 
  • Spora – spora ini menyatu dan kemudian berada di bawah daun ( tersimpan )

  2. Subdivisi sphenopsida

Subdivisi sphenopsida adalah tumbuhan paku yang habitatnya ada di daerah tropis. Tumbuhan ini sering juga disebut sebagai paku ekor karena mempunyai ekor panjang. Contoh dari tumbuhan Subdivisi sphenopsida adalah Equisetum palustre.

Tumbuhan sphenopsida mempunyai ciri – ciri seperti berikut:

  • Memiliki batang yang tumbuh tegak ke atas
  • Terdapat kandungan silika yang sangat banyak pada batangnya
  • Biasanya tumbuhan ini banyak di temukan di daerah rawa atau lembab

3. Berdaun Makrofil

Metagenesis tumbuhan paku
Dunia tumbuhan – Blogger.com

Tumbuhan paku berdaun makrofil adalah tanaman paku yang sangat identik dengan daunnya yang lebar. Tumbuhan ini sangat mudah di temukan di berbagai tempat karena sangat mudah pertumbuhannya.

Ciri-ciri dari tumbuhan makrofil seperti berikut:

  • Tanaman paku berdaun makrofil mempunyai diferensiasi sel untuk perkembangbiakannya.
  • Pada daunnya terdapat tangkai
  • daunnya bercabang dan terdapat tulang pada kerangka daunnya
  • Mempunyai bentuk daun yang besar-besar.

4. Paku purba ( Subdivisi psilopsida )

Psilopsida merupakan tumbuhan paku sederhana dan juga punya susunan cukup sederhana. Tanaman ini berbentuk berupa ranting yang bercabang-cabang.

Tunaman ini diselimuti oleh bulu bulu halus dan berakar serabut halus, tanaman ini juga biasa disebut akar semu yang berfungsi juga sebagai perekat pada tumbuhan lain.

Salah satu contoh dari tumbuhan paku subdivisi psilopsida ini adalah Psilotum nudum.

Tanaman psilopsida memiliki ciri ciri seperti berikut:

  • terdapat mikrofil pada daunnya serta batangnya berklorofil
  • Tanaman ini hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis
  • Tidak mempunyai daun sejati

Metagenesis Tumbuhan Paku dan Lumut

Metagenetis Pada Tumbuhan Lumut

Metagenetis tumbuhan lumut
Materi belajar – Blogger.com

Kita bisa lihat pada tumbuhan lumut daun misalnya bagaimana proses metagenetisnya.

Pada tumbuhan tersebut spora tumbuh dan berkembang menjadi protonema selanjutnya protonema terus tumbuh dan berkembang menjadi lumut yang dapat menghasilkan alat perkembangbiakan jantan ( Anteredium ) serta alat perkembangbiakan betina ( arkegonium ).

Keberadaan dua organ ini bisa dalam satu tempat yang sama ( Berumah satu ) atau juga bisa berada dalam tempat yang berbeda ( berumah dua ).

Anteridium pada tumbuhan ini berfungsi untuk memproduksi sperma sedangkan sel ovum akan di hasilkan oleh arkegonium.

Dengan demikian tumbuhan lumut kemudian juga disebut sebagai gametofit ( bersifat pribadi ) atau tumbuhan yang bisa menghasilkan gamet.

Zigot akan dihasilkan setelah bertemunya antara sperma dan ovum yang akan terus mengalami perkembangan hingga menjadi sporofit yang bersifat diploid atau tumbuhan yang bisa menghasilkan spora.

Pada ujung dari tumbuhan lumut daun akan tetap tertempel sporofit. Pada sporofit pembentukan spora akan terjadi dengan proses pembelahan sel – sel Induk di dalam sporangium sedangkan sporofit mulai terbentuk setelah bertemunya sperma dan ovum.

 

 

Tinggalkan komentar