Konsep Musik Barat: Unsur, Jenis, Ciri & Analisis Struktur Not

Artikel kali ini akan membahas secara lengkap tentang konsep musik barat, yaitu ide penyusunan utama secara ilmiah  yang mendasari dihasilkannya keindahan bentuk, harmoni, dan ekspresi emosi musikal seni musik yang dihasilkan oleh masyarakat Barat.

Kata konsep berasal dari bahasa Latin, yaitu conceptum yang memiliki arti sesuatu yang dipahami.

Sedangkan menurut istilahnya, konsep merupakan suatu abstraksi dari sebuah ide atau gambaran mental yang divisualisasikan lewat suatu kata atau simbol.

Konsep juga dapat berarti sesuatu yang terdiri suatu komponen, unsur atau ciri-ciri yang dapat diberi nama.

Jadi, pada intinya konsep itu merupakan suatu ide atau gagasan yang mendasari terbentuknya sesuatu.

Konsep Musik Barat

Konsep Musik Barat
toriqa.com

Konteks, dalam konteks musik Barat dapat diartikan sebagai suatu ide ataupun gagasan yang menjadi dasar akan dihasilkannya suatu keindahan, bentuk, harmoni, maupun ekspresi emosi musikal dari masyarakat Barat.

Pada awalnya, tradisi musik Barat bertujuan untuk kegiatan spiritual dalam rangka memuji keagungan para dewa, yaitu dewi kesenian bangsa Yunani bernama Musae (cikal bakal nama musik).

Pada masa itu, alat musik seperti lyra dan anlos dijadikan sebagai alat musik digunakan dalam aliran pemuja Apollo dan Dionysius.

Maka dari itu, awalnya musik terdiri dari rangkaian suara (instrumen dan vokal) yang melengkapi melodi dan harmoni sehingga terdengar seperti suatu mantra.

Adapun struktur nada dalam konsep musik Barat menggunakan skala diatonik yang punya tujuh not berbeda-beda dalam satu oktaf.

Menurut tradisi Barat, musik adalah suatu bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari manusia ataupun benda-benda atau alat tertentu sebagai garapan utama dalam seni musik.

Musik merupakan hasil suatu karya serta cabang dari ilmu seni yang harus dinikmati dengan indra audio (indra pendengaran).

Umumnya, konsep musik Barat tersusun atas tiga jenis, yaitu musik, musik tonal, musik modal dan musik atonal.

Berikut ini penjelasannya.

Musik Modal

Musik Modal
toriqa.com

Modal merupakan sebutan untuk setiap karya musik yang berasal dari salah satu jajaran nada dengan jarak interval tertentu dan yang masing-masing not tangga nadanya satu sama lain tidak berhubungan, kecuali nada besar yang merupakan pusat (finalis tangga nada modal).

Pada prinsipnya, musik modal berasal dari musik monofon, yaitu jenis musik yang hanya terdiri dari satu lagu saja atau satu melodi line yang dinyanyikan oleh satu atau beberapa orang saja.

Berdasarkan hal ini, berarti prinsip modal mirip dengan salah satu prinsip dalam musik karawitan, yakni sebuah sistem pelog atau slendri karena tangga nada pelog/slendro lebih dekat hubungannya dengan karakter melodi yang monofon (horizontal) serta disertai dengan nada dasar sebagai pusat.

Perbedaan antara musik lokal (Indonesia dengan prinsip modal di Eropa) dapat ditemukan di dalam rangka ketentuan interval, karena musik di Indonesia tidak ada standarisasi jarak intervalnya.

Namun hal ini bukanlah suatu kekurangan, akan tetapi hanya suatu perbedaan yang berdasarkan estetika musik (sejarah, tradisi budaya) yang berbeda saja.

Karakteristik Musik Modal

Berikut ini beberapa karakteristik musik modal yaitu :

  1. Punya nada pusat berupa nada dasar.
  2. Bersifat monofon.
  3. Masing – masing tangga nada tidak memiliki hubungan khusus.
  4. Menggunakan tangga nada pentatonik.
  5. Bersifat horizontal.

Sementara di Eropa, unsur-unsur pentatonik diubah menggunakan suatu sistem tangga nada modal. Padahal, karakter pentatonik masih kali muncul dalam beragam karya-karya musik Barat sebagai suatu simbol paling alami.

Ada beberapa karya musik di Eropa yang cukup populer menggunakan unsur pentatonik, yaitu musik manofon abad ke-7 yaitu:

  • Lagu Gregorian. Karya Claude Debussy yang berjudul Epigraphes Antique.
  • karya Franz Schubert yang berjudul Fruhlingstraum.

Musik Tonal

Karakteristik Musik Modal, misik tonal
toriqa.com

Tonal adalah suatu istilah dalam suatu cabang musik yang berarti menyatakan bunyi atau warna suara, sedangkan tone artinya adalah bunyi nada itu sendiri.

Musik tonal ini memiliki ciri yaitu memandang bunyi secara vertikal dan horizontal. Adanya pusat nada yang didengar atau dirasakan. Artinya adalah sebuah rangkaian not yang tidak hanya mempunyai hubungan secara horizontal saja, setiap not tidak berdiri sendiri, serta punya tangga nada diatonik mayor dan juga diatonik minor.

Dalam teori musik, skala diatonik merupakan suatu komponen dasar teori musik dalam dunia Barat.

Skala diatonik mempunyai tujuh not yang satu sama lain tidak sama dalam satu oktaf. Nah, not-not ini adalah not-not putih yang ada pada piano.

Pada notasi solmisasi, beberapa not tersebut terdiri dari do re mi fa sol la si (terkadang “si” ini direpresentasikan dengan “ti” supaya huruf pertama pada setiap notnya berbeda).

Skala mayor berada pada not pertama (do) dan dan biasanya di akhiri dengan not do yang ada satu oktaf di atas do yang pertama.

Dalam teori musik. skala diatonik mayor merupakan bagian penting dalam pembangunan tradisi musik dunia Barat.

Sakal ini tersusun atas tujuh not dalam satu oktaf, dan dibentuk dalam tuts putih yang biasanya ada dalam alat musik piano. Diperoleh dari serangkaian 6 nada ke-5 (fifth) yang terstruktur secara berurutan dalam suatu versi meantone temperament. Memuncukan dua tetrakor yang satu sama lain dipisahkan dengan interval satu nada bernilai penuh.

Untuk mencari skala minor alami dapat menggunakan beberapa cara:

  • Cara pertama yaitu sebagai minor relatif dari sekala mayor yang dimulai dengan tingkat keenam skala, lalu kemudian dilanjutkan dengan langkah demi langkah melalui tetrakor hingga sampai pada okaf pertama dari tingkat keenam. Dalam solfege la ti do re mi fa sol.
  • Solusi atau alternatifnya, minor alami dapat diketahui sebagai suatu gabungan dari perbedaan tetrakor dari bagian 2-1-2-2-1-2-2. Di tempat do re mi fa sol le te do.

Sejak renaisans sampai akhir abad ke-XIX, harmoni musik barat berdasar pada skala diatonik serta beberapa rangkaian unik yang dihasilkan oleh sistem pengorganisasian ketujuh nada ini.

Musik Atonal

Musik atonal merupakan hasil garapan musik yang mengabaikan kunci atau tonal center atau harmoni tonal.

Musik atonal adalah jenis musik yang tidak dilengkapi dengan nada dan disonansi yang mungkin mempunyai kesamaan, namun sebenarnya tidak sama.

Ada juga yang berpendapat bahwa atonal bukan bagian dari musik.

Jika memang atonal bukan bagian dari musik, hal ini agak kurang tepat juga. Karena musik yang tidak ada nadanya sebenarnya sudah ada dan bahkan familiar dalam sejarah musik dan dipahami sebagai sebuah gerakan yang berbeda dimulai sekitar awal abad 20.

Musik dengan aliran Atonal sendiri saat itu muncul karena adanya keakraban manusia terhadap nada, namun masih belum tercampur dengan sentuhan perasaan.

Melalui musik Atonal ini, kita bisa paham akan cara membuat musik berbumbu.

Atonal juga diyakini sebagai awal mula munculnya musik klasik yang exsistensinya sebenarnya sudah terlihat sejak abad ke-20.

Pada masa itu, musik yang berirama tanpa adanya nada menjadi fenomena besar selama awal abad 20 karena dinilai sebagai musik alternatif yang lebih harmonis.

Sebenarnya, musik tanpa nada ini ditandai dengan teori dan sistem yang cukup mudah, dimana nadanya hanya berupa tonal.

Pada awal kemunculannya, banyak yang mencecar musik atonal karena dinilai tidak jelas, namun seiring dengan banyaknya musisi atonal yang bermunculan membawa karya-karyanya, lambat laun orang-orang pun mulai menyukai musik ini.

Tidak ada aturan baku dalam permainan musik atonal ini dan juga tidak memperhitungkan tonal nada, hanya saja menggunakan tangga nada kromatif.

Dalam hal ini bisa juga disimpulkan bahwa musik atonal ini termasuk musik yang bersifat spontanitas.

Unsur Unsur Dalam Musik Barat

Unsur Unsur Dalam Musik Barat
toriqa.com

Unsur-unsur musik barat secara umum dapat dibedakan menjadi 4, yaitu irama dan mantra, atmosfir, suasana hati dan pesan.

1. Irama dan Mantra

Irama pada musik kontemporer (musik pop) sering kali disebut tradisi, style, idiom, atau corak/genre.

Dalam musik pop modern, irama itu terdiri dari:

  1. Country.
  2. Folk.
  3. Rock ‘n roll.
  4. Samba.
  5. Waltz.
  6. Salsa.
  7. Disko, dan lain-lain.

Sementara yang mencakup fusi atau peleburan corak pop seperti :

  1. Jazz-rock.
  2. Country-rock, ataupun Latin-disco.

Ritme itu tidak sama dengan mantra. Sederhananya, mantra adalah kelompok dari ketukan dasar yang tetap pada lagu.

Ritme sendiri dalam musik barat disebut dengan beat atau umumnya jika dalam bahasa Inggris artinya “ketukan” dalam bahasan Indonesia.

2. Atmosfir

Atmosfir merupakan situasi atau keadaan dimana nyanyian itu berada.

Salah satu fungsi Atmosfir yaitu bisa memberi jawaban atas pertanyaan: “Dimana kamu?” Bisa jadi di suatu pantai tropis atau pegunungan salju yang dingin.

3. Suasana Hati

Merupakan suatu gambaran perasaan yang anda rasakan saat bernyanyi.

Bentuknya bisa bermacam-macam, misal merenung, Bahagia, sedih, sepi, samai, tenang, bercanda, rindu, sangat hormat, dan sebagainya.

4. Pesan

Contoh Alat Musik Barat
toriqa.com

Merupakan pesan-pesan yang biasanya ada dalam tiap-tiap bait lagu yang hendak disampaikan. Lihat kumpulan lagu lokal (Tradisional) yang kaya akan makna disini.

Pesan juga bisa berupa pengungkapan fakta, sudut-pandang tentang pemikiran, tanggapan yang ingin disampaikan.

Secara spesifik, ada 4 unsur musik Barat, yaitu:

1. Lirik

Ada beberapa perbedaan arti antara lirik dan pesan.

Di satu sisi, pesan berupa apa yang kamu bicarakan lewat suatu lagu atau nyanyian, sementara lirik sendiri ialah kumpulan atau rangkaian kata-kata atas imajinasi seorang penyanyi melalui sebuah lagu.

2. Melodi

Melodi adalah gabungan atar ritme dengan rangkaian tinggi nada atau pitch.

Rangkaian ritme dan tinggi rendahnya nada bisa kita kenali dengan adanya rangkaian not dan tanda diam dengan berbagai nilai.

3. Harmoni

Harmoni musik Barat merupakan teori tentang cara Menyusun rangkaian akord-akord supaya music tersebut menjadi lebih selaras, sehingga dapat menghasilkan irama musik yang lebih enak untuk didengar.

4. Ritme

Dalam hal musik. Ritme juga merupakan bagian dari unsur lagu atau melodi. Ritme lebih ke proses distribusi antar not-not serta tekanan not.

Not-not ini diberi nilai nya sendiri.

Contoh Alat Musik Barat

Konsep Musik Barat
toriqa.com
Berbicara masalah konsep musik barat, tak lengkap rasanya jika kita tidak tau apa aja unsur unsur pendukungnya, semisal alat-alat musik yang biasa digunakan.
Nah, disini saya akan share macam macam alat musik barat menjadi tiga kategori yaitu, alat musik melodis, alat musik serasi dan alat musik ritmis.
Beberapa alat musik tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori.
Berikut ulasan selengkapnya:

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis pertama dikenal dan populer di dunia barat. Alat musik ini dimainkan dengan rumus ritme melodi. Adapun beberapa macam alat musik melodi diantaranya yaitu:
  1. Rekorder.
  2. Harmonika.
  3. Pianika.
  4. Hobo.
  5. Trompet.
  6. Saxophon.
  7. Biola.
  8. Klarinet.
  9. Flute.

Alat Musik Harmonis

  1. Gitar.
  2. Electon.
  3. Keyboard.
  4. Piano.

Sejarah dan Perkembangan Musik Barat

Diketahui bahwa tradisi musik barat awalnya bertujuan sebagai sarana spiritual, yaitu untuk memuji keagungan para dewa.

Di era itu, masyarakat Yunani khususnya menggunakan musik sebagai sarana pemujaan terhadap dewi kesenian bangsa Yunani yang dikenal dengan Musae.

Adanya tradisi semacam inilah yang membuat musik tidak bisa lepas dari kegiatan-kegiatan spritual.

Pada awalnya, musik terdiri dari beberapa rangkaian suara (vokal dan instrumental) yang berupa melodi dan harmoni dan terdengar seperti mantra.

Namun seiring dengan perkembangan peradaban, kepercayaan maupun pemujaan terhadap para dewa lambat laun mulai digantikan oleh kepercayaan kepada Tuhan yang diajarkan oleh agama.

Hingga akhirnya, musik pun dibuat hanya sebatas sebagai sarana peribadatan saja, dalam hal ini agama Kristen.

Ada banyak geraja yang menggunakan dan mengembangkan musik secara sakral sebagai bagian doa.

Di masa sekarang, musik biasanya bersifat monofoni dan sakral.

Namun karena seni musik tidak hanya menghasilkan ketenangan dalam doa, namun juga keindahan musikal yang menyentuh secara umum, terutama setelah aspek harmoni digarap dengan baik. Maka musik pun terus dikembangkan keberbagai ranah penggunaan, baik sebagai sarana hiburan yang menyenangkan dan lain sebagainya.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang konsep musik Barat yang terdiri dari musik modal, tonal dan atonal beserta penjelasan masing-masing.

Tinggalkan komentar