3 Contoh Kritik Karya Seni Rupa 2, 3 dimensi, Tahap, Jenis & Gaya Bahasa

Kali ini kita akan membahas atau mempelajari tentang contoh kritik karya seni rupa 2 dan 3 dimensi.

Agar anda bisa berkarya semakin bagus, maka penting ada yang namanya kritik yang membangun. dengan adanya kritik karya kita bisa tau celah, dan bahkan bisa menjadi ciri khas karya kita.

Dalam mengalalisis maupun menyampaikan kritikan karya seni tentu tidak bisa sembarangan, kita harus paham bagaimana sistemnya, tahapannya, jenis-jenisnya. Dan lebih bagus lagi jika kita mengetahui seperti apa sih kritik karya seni rupa yang bagus itu.

Nah, disini kita akan membahasnya secara gamblang supaya kita bisa memahami alur dan membuat suatu kritikan yang bagus untuk suatu karya seni (yang berbobot)

Mari simak ulasan singkatnya disini.

Pengertian dan Contoh Kritik Karya Seni Rupa

Pengertian dan Contoh Kritik Karya Seni Rupa
toriqa.com

Berbicara masalah kritik, pada dasarnya manusia sudah sejak lama melakukannya untuk berbagai tujuan.

Contoh kecil saja, kita pasti entah secara sengaja ataupun tidak pasti pernah atau sering melontarkan kata, kalimat, atau bahasa yang bersifat memberikan tanggapan, komentar, dan penilaian terhadap sebuah karya apa pun.

Mengapa demikian?

Karena manusia dibekali empat kemampuan dasar sebagai kapasitas mantal, yaitu sebagai berikut.

  1. Kemampuan absorptif : kemampuan mengamati.
  2. Kemampuan retentif : yaitu kemampuan mengingat dan mereproduksi.
  3. Kemampuan reasoning : yaitu kemampuan untuk menganalisa serta mempertimbangkan.
  4. Kemampuan kreatif : yaitu kemampuan berimajinasi, menafsirkan, serta mengemukakan pendapatnya.

Sehingga proses adanya kritik itu sudah menjadi sesuatu yang wajar saja.

Dengan adanya kemampuan reasoning dan kreatif inilah yang merangsang kita sebagai manusia untuk selalu tergugah dalam melakukan kritik, meskipun itu tampa adanya semacam permintaan maupun faktor kesengajaan.

Kebiasaan dalam melontarkan kritik terhadap hasil karya orang lain ini sebenarnya adalah hal yang wajar, karena merupakan dorongan kritis yang didasari oleh beberapa unsur yang disebut dengan karsa, cipta, dan rasa dalam diri seseorang.

Untuk memperjelas semua itu, mari simak beberapa contoh kritik karya seni rupa lukisan berikut ini.

Contoh Kritik Karya Seni Rupa 2 dimensi (Judul Lukisan Istriku dan Kebun Kecilnya)

Contoh Kritik Karya Seni Rupa 2 dimensi
toriqa.com

Deskripsi

Lukisan yang berujudul Istriku dan Kebun Kecilnya ini ukurannya hanya 1 x 2 m, lukisan ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

  1. Latar depan tampak adanya seorang wanita dengan seekor hewan, serta beberapa bentuk pepohonan.
  2. Latar tengahnya tampak ada dua orang wanita yang sedang duduk di bangku, sementara di sebelahnya terdapat sebuah keranjang. Serta tampak juga ada sebuah meja antik yang ada bagian atasnya dengan satu buah keranjang kecil, dan satu buah gelas.
  3. Latar belakang ditunjukkan dengan keberadaan tiga orang wanita.

Secara keseluruhan, dalam lukisan ini menampakkan enam figur wanita dengan beragam posisi sedang melakukan aktivitasnya.

Dalam lukisan ini juga didominasi oleh warna hijau, biru, serta kuning.

Selain itu, ada beberapa bentuk lain yang tampak, seperti halnya pepohonan, salur-saluran daun, serta ranting yang berwarna biru, hijau, dan coklat.

Pernahkah Anda mendengar lagu daerah Jawa Tengah? ketahui secara lengkap tentang daftar lirik lagu tradisional Jawa disini.

Analisis Formal

Pada dasarnya, keberadaan garis dalam lukisan ini berfungsi sebagai identitas bentuk lukisan sehingga bentuknya lebih mudah untuk kita kenali.

Garis sebagai identitas bentuk, maksudnya adalah beberapa bentuk yang tampak pada wanita, seperti misalnya hewan, pohon, dedaunan, bangku panjang, meja, keranjang kecil, pot bunga, gelas dan sangkar burung.

Bangun (shape) dalam lukisan ini terjadi karena adanya batasan pada sebuah garis, dan juga dibatasi oleh aneka warna yang berbeda atau oleh gelap terangnya tampilan.

Hal ini bisa kita lihat contohnya pada sosok istri yang duduk pada bagian latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

Adapun penggunaan beberapa warna, seperti kuning, biru, hijau, coklat, hitam, yang melengkapi unsur lukisan ini menunjukkan suatu tanda pada bentuk yang membedakan ciri bentuk atau benda satu dengan yang lainnya.

Dalam pengelompokan beberapa unsur seni yang ada, penempatannya menimbulkan kesan yang seimbang dan harmonis.

Pengelompokan menunjukkan keterpaduan secara utuh dan juga menyatu.

Interpretasi

Lukisan ini bisa juga disebut sebagai ungkapan dari sebuah pengamatan dari sang pelukis secara menyeluruh, dalam artian menghadirkan keadaan istrinya dengan beberapa aktivitas yang ada dalam kebun kecilnya.

Dan secara menyeluruh, jika kita lihat lukisan ini menunjukkan akan nuansa warna yang sejuk, antara lain warna hijau kekuningan dan warna tanah (kecokelatan).

Penempatan secara seimbang antar beberapa objek pada lukisan istri yang tersebar ke segala bidang menjadikan tampilan semakin harmonis.

Kemampuan pelukis dalam menampilkan karakter sangat ditonjolkan dengan tarikan garis yang cukup kuat dalam lukisan.

Evaluasi

Berdasarkan hasil analisis, pada dasarnya terlihat wanita sebagai objek utama dalam lukisannya.

Pengelompokan beberapa unsur seni secara seimbang, menyatu, dan harmonis sangat penting dalam menciptakan suatu karya seni yang punya tampilan efek mewah.

Adapun komparasi dengan lukisan yang lain (dua penari dan pengantin cucakrawa) memberikan dukungan kuat, baik dari segi teknik, wujud, dan isi.

Sebaliknya berdasarkan hasil sintesis dan hasil komparasi lukisan lainnya, lukisan berjudul Istriku dan Kebun Kecilnya ini menggambarkan makna inovasi ekspresi artistik yang tinggi.

Hal demikian tentu ada faktor dukungan dari kemampuan pelukis dalam memadukan antara media, teknik, pengorganisasian struktur rupa serta isi.

Contoh Kritik Karya Seni Rupa Lukisan (2 Dimensi)

Contoh Kritik Karya Seni Rupa Lukisan
toriqa.com

Judul Lukisan : Potrait Seorang Perempuan menggunakan Gitar.

Pelukis : Risa Rahmawati.

Material : Mix Media.

Media : Kanvas 40cm x 59cm.

Narasi

Media yang diterapkan dalam lukisan ini masuk dalam kategori mix media, maksudnya adalah ada lebih dari satu media yang digunakan dalam pembuatan lukisan ini.

Biasanya beberapa media yang dipakai antara lain:

  • Cat minyak.
  • Cat poster.
  • Serbuk yang menyerupai perak
  • Pena.
  • Krayon.
  • Pensil warna.
  • Konte.
  • Kanvas kuas.
  • Kertas dan Komputer.

Penggunaan mix media diketahui bertujuan untuk menimbulkan kesan meriah, berwarna namun tidak monoton.

Untuk para seniman yang profesional, serta orang-orang yang sudah mengenal seni rupa dengan sangat dalam, karya ini memang bisa dibilang tidak ada apa-apanya.

Meski demikian, dengan hasil seperti ini pun tetap terkandung makna yang begitu dalam di balik lukisan.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh senimannya sendiri, bahwa lukisan ini dibuat untuk sang ibu atas dasar kasih sayang kepada orang tuanya.

Dia berharap jika lukisan bisa memenangkan perlombaan, maka dia akan mengajak kedua orang tuanya untuk ikut menyaksikan pameran perlombaan seni rupa itu, dan dapat membuat kedua orang tuanya bangga padanya.

Meski demikian, jika mau dinilai secara lebih dalam dan detail, masih ada beberapa kelemahan dalam lukisan ini. Misalnya saja pada pemilihan warnanya yang cenderung tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer serta sangat sedikit warna yang digunakan yang sekunder apalagi warna tersier.

Jadi, penggunaan warna dalam lukisan tersebut masih cenderung tidak matang.

Melalui konsep lukisan tersebut, sang seniman ingin menunjukan suatu gambaran tentang bagaimana perasaan seseorang (dalam hal ini pelukis) ketika tengah memainkan gitar.

Dalam memainkan musik, seseorang akan merasa senang dengan perasaan berwarna, meliuk-liuk dengan tenang dan gemerlap bagaikan bintang.

Semua perasaan-perasaan tersebut akan akan atau sudah tertuang dalam suatu lukisan dengan perwakilan-perwakilan tertentu pada objek-objek atau komponen-komponen lukisan.

Walaupun lukisan ini masih terlihat jauh jika dibanding dengan karya-karya seniman profesional lain, namun setidaknya ini jadi langkah awal bagi pelukis untuk terjun di dunia seni rupa.

Mengidentifikasi

Deskripsi

Konsep lukisan yang menunjukan akan gambaran perasaan seseorang (pelukis) saat tengah memainkan gitar.

Perasaan penuh warna, imajinasi yang luas namun tenang serta gemerlap bagaikan bintang. Semua perasaan tersebut tertuang dalam sebuah lukisan dengan sebuah objek-objek atau komponen-komponen lukisan tertentu sebagai perwakilannya.

Tari Kupu Kupu khas Bali, salah satu ikon kesenian dam mahakarya para seniman Bali.

Formal Interpretasi

Media yang diterapkan dalam lukisan ini tergolong mix media, yang mana menggunakan lebih dari satu media dalam pembuatan lukisan.

Ada banyak media yang digunakan dalam pembuatan lukisan ini.

Diketahui pula bahwa penggunaan mix media dalam lukisan ini bertujuan untuk menciptakan kesan meriah, berwarna dan tidak monoton.

Penilaian dan Evaluasi

Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya masih ada kelemahan dalam lukisan ini, diantaranya adalah pemilihan warna yang tidak variatif karena warna-warna yang dipilih banyak berupa warna primer serta masih sedikit sekali warna sekunder yang digunakan, terlebih untuk warna tersiernya.

Jadi penggunaan warna-warna dalam lukisan tersebut masih cenderung tidak matang.

Simbol, Jenis dan Fungsi Karya Seni Rupa

Melalui konsep lukisannya, sang seniman ingin menunjukan tentang suatu gambaran bagaimana perasaan seseorang (pelukis) ketika tengah memainkan gitar.

Yaitu sebuah perasaan yang penuh warna, perasaan yang tenang namun penuh imajinasi gemerlap bagaikan bintang.

Kekurangan

Setiap karya pastilah tetap ada sisi kekurangannya, demikian juga dengan lukisan ini.

Beberapa kekurangan jika kita menilai dalam lukisan ini diantaranya yaitu pada pemilihan warnanya yang tidak variatif, karena kebanyakan menggunakan warna-warna yang primer dan sedikit sekali digunakan warna sekunder. Terlebih pada warna tersiernya.

Jadi, hasil kombinasi warna-warna dalam lukisan tersebut masih cenderung tidak matang.

Kelebihan

Kelebihannya terletak pada sudut pandang, penerapan imajinasi, serta kandungan makna lukisan, walaupun lukisan ini masih jauh dibanding karya-karya seniman profesional, setidaknya ini adalah langkah awal yang baik untuk sang pelukis untuk terjun di dunia seni rupa.

Jenis-Jenis Kritik Seni

Jenis-Jenis Kritik Seni
toriqa.com

Kita mengenal macam macam kritik seni setidaknya ada 4 jenis, diantaranya sebagai berikut:

Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah atau dikenal pula dengan kritik akademi yaitu sebuah hasil pemikiran dalam membuat analisis nilai seni secara umum, intensif dan tersusun secara baik dalam menafsirkan maupun meng-analisis serta melaksanakan metode kritik secara spekulatif.

Kritik Populer

Kritik seni populer merupakan hasil analisis yang ditujukan untuk konsumsi massa atau umum.

Hasil tanggapan atau komentar yang disampaikan biasanya bersifat umum, seperti pengenalan atau publikasi suatu karya, dan pada umumnya gaya bahasa maupun istilah-istilah yang digunakan cukup sederhana yang mudah dipahami orang awam.

Kritik Jurnalistik

Jenis kritik jurnalis ini ditulis untuk para pembaca jurnal maupun koran yang diberikan atau disampaikan secara publik, khususnya melalui surat kabar.

Nah, jika fungsi kritik seni rupa adalah untuk menjembatani persepsi maupun apresiasi artistik serta estetik karya seni rupa, antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni, berbeda halnya dengan kritik seni rupa yang bertujuan untuk menyampaikan data terhadap beragam kejadian dalam dunia kesehatan.

Kritik Pendagogik

Umumnya, pembuatan jenis kritik pendagogik ini ada dalam kegiatan prosedur belajar membentuk di organisasi pendidikan kesenian.

Yang mendorong adanya kritik tersebut adalah guru kesenian.

Tujuan dari kritikan tersebut agar dapat menumbuhkan kemampuan serta daya kreatif dalam berseni peserta didik, supaya kemampuan keterampilannya semakin terasah dan meningkat.

Tahapan-Tahapan Kritik Seni

Tahapan-Tahapan Kritik Seni
toriqa.com

Setelah mengetahui beberapa contoh kritik karya seni rupa dan jenis-jenisnya, Anda juga harus paham apa saja tahapan-tahapan dalam membangun kritik seni.

Nah, disini saya akan lanjut menjelaskan tentang 4 tahap-tahap kritik karya seni, seperti berikut ini:

Evaluasi atau Penilaian

Pertama adalah evaluasi atau penilaian, yaitu tahapan kritik untuk menentukan nilai karya seni setelah disamakan dengan karya lain yang serupa.

Proses persamaan tersebut dilakukan di berbagai bagian, tergantung dengan karya tersebut baik bagian latar belakang maupun bagian resmi.

Interpretasi

Interpretasi merupakan proses atau tahapan dalam menerjemahkan arti suatu karya seni, meliputi karakter yang di datangkan, pokok pikiran yang dikerjakan dan kejadian yang di kedepankan.

Proses penerjemahan tersebut berupa publik, diimbaskan secara perspektif serta pemahaman pemberi kritiknya.

Semakin lapang setiap individu yang memahami pemberi kritik umumnya semakin kaya penerjemahan karya yang dikritisinya.

Analisis formal

Analisis formal merupakan bagian dari tahapan kritik karya seni yang bertujuan untuk menyusuri suatu karya seni berdasarkan bentuk resmi maupun bagian penciptaannya.

Nah, dalam tahap ini, setiap individu / kritikus harus memahami setiap bagian seni rupa dan dasar organisasi, maupun pencantuman dalam setiap bentuk karya seni.

Deskripsi

Deskripsi adalah tahapan kritik untuk memperoleh serta menjelaskan semua materi yang dipandang apa adanya dan tidak berupaya melakukan kajian ataupun penguraian.

Agar berhasil dalam menguraikannya dengan baik, setiap individu atau pemberi kritik harus menguasai kata-kata teknis yang biasa dipakai dalam dunia seni rupa.

Tanpa pemahaman yang matang dalam bidang ini, maka pemberi kritik tentu akan mengalami masalah dalam menguraikan gejala karya yang dipandangnya.

Gaya Kritik Seni

Gaya Kritik Seni
toriqa.com

Dalam kritik karya seni rupa, dikenal pula yang namanya gaya kritik seni, yang dikelompokkan menjadi beberapa macam yaitu:

  1. Kontekstual, yaitu kritikan yang disampaikan secara konstektual, tidak hanya menggunakan kriteria estetik, namun juga mempertimbangkan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang berhubungan dengan psikologi, moral, sosiologi serta religi.
  2. Intrinsik, yaitu gaya kritik yang bisa dikatakan murni untuk kepentingan estetik, karena yang dikaji dengan fokus terhadap nilai estetikanya tanpa dibebani dengan hal lain.
  3. Komparatif, yaitu gaya bahasa dalam meng-kritik yang dilakukan dengan membandingkan karya seorang seniman dengan seniman lain, karya seniman dengan teman sejawatnya, daerah asalnya, atau dengan karya seni suatu kelompok masyarakat lainnya.

Kesimpulan Tentang Kritik Karya Seni Rupa

Kita telah mempelajari tentang contoh kritik karya seni rupa. Jadi, kritik seni rupa merupakan kegiatan mengomentari suatu karya seni sehingga diketahui kelebihan maupun kekurangannya.

Keterangan tentang keunggulan maupun kekurangan disini bertujuan untuk digunakan dalam berbagai aspek, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya itu sendiri.

Nah, kembali ke contoh kritik seni rupa diatas, lukisan “Melukis di Taman” adalah lukisan yang sangat menarik, lukisan ini ber-genre lukisan dekoratif yang mengandung nilai seni yang cukup tinggi, meskipun ada beberapa kekurangan setelah dikaji lebih detail.

Namun beberapa kekurangan tersebut masih bisa di tolelir, karena pada dasarnya setiap seniman mempunyai sisi kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Malah dengan adanya atau ditemukannya kekurangan tersebut sebenarnya malah dapat menjadi cirik has dari seniman itu sendiri, termasuk juga dengan karya lukisan “Melukis di Taman” ini.

Mungkin cukup sekian uraian tentang contoh Kritik Karya Seni Rupa 2, 3 dimensi yang bisa saya jelaskan disini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Tinggalkan komentar