Ciri-Ciri Cerita Fabel

Cerita Fabel 4 Tokoh Berbeda Singkat: [Pembahasan & Contohnya]

Fabel merupakan salah satu dari sekian jenis karya sastra yang mungkin udah pernah kalian pelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, nah disini saya hadirkan beberapa contoh cerita fabel 4 tokoh dengan kemampuan serta karakter yang berbeda-beda.

Semoga bisa membantu kalian yang sedang mencari dialog teks fabel yang melibatkan 4 tokoh hewan.

Apa Itu Cerita Fabel

Cerita fabel 4 tokoh
toriqa.com

Pengertian cerita fabel Fabel adalah suatu cerita yang menceritakan seputar kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia, yang mana dalam bahasa ingris disebut dengan fable.

Jadi, fabel ialah cerita khayalan belaka (fantasi) atau fiksi, bentuk cerita fabel kadang kala juga memasukkan karakter minoritas berupa manusia.

Cerita fabel juga disebut dengan cerita moral karena didalamnya terdapat pesan-pesan yang tersirat yang berkaitan dengan moral, namun yang yang jelas tokoh-tokoh dalam cerita fabel didominasi oleh binatang.

Hewan diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, serta dapat berbicara layaknya manusia, semuanya dibuat semenarik mungkin.

Watak dan budi manusia juga digambarkan sedemikian rupa melalui tokoh binatang tersebut agar menarik dibaca.

Cerita fabel 4 tokoh dibuat untuk memberikan ajaran moral dengan menunjukkan sifat-sifat jelek manusia melalui simbol binatang-binatang.

Dengan tokoh-tokoh binatang, pengarang ingin agar pembaca bisa terpengaruh dan mencontoh hal-hal yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik.

Fabel bisa kita artikan sebagai kisah fiksi atau imajinasi yang ditampilkan dalam bentuk karakter binatang serta menyampaikan pesan-pesan moral untuk pembacanya.

Berikut beberapa contoh cerita fabel 4 tokoh yang menarik untuk dibaca.

Cerita Fabel 4 Tokoh Hewan

Cerita Vabel 4 Tokoh Hewan
Cerita rakyat

Alkisah, dahulu kala hiduplah seekor keledai tua yang sudah dibuang oleh majikannya.

Keledai itu berjalan seorang diri, dan rupanya ia hendak menuju ke tempat Bremen.

Saat itu, ia sudah memutuskan untuk menjadi pemain musik di Bremen.

Setelah berjalan beberapa saat, tiba-tiba dia melihat seekor anjing pemburu yang dudah tua sedang berbaring di pinggir jalan.

Ia melihat anjing itu terlihat sedang bersedih.

Kemudian ia datang mendekatinya lalu menegur “Apa yang membuatmu bersedih, temanku?” tanya keledai.

Anjing itu pun bicara, ia bilang “Aku ini sudah tua, sehingga tidak bisa lagi berburu, sedang majikanku memukuli aku hampi setiap hari. untuk itu aku sekarang lagi melarikan diri dan berbaring di sini. Sekarang, aku hanya bisa berharap semoga ada yang mau memberiku makan,” ujar anjing tua itu sambil murung.

“Baiklah, lebih baik kamu ikut denganku ke Bremen, kita bisa bermain musik disana, aku akan memainkan kecapi, sementara kamu bisa memainkan drum,” ajak keledai.

Anjing itu pun mengangguk senang dan menerima tawaran keledai.

Selajutnya kedua binatang itu pun berjalan berjajar, setelah beberapa saat, mereka bertemu dengan seekor kucing yang duduk di pinggir jalan.

Kucing itu terlihat sedang bersedih, Keledai pun bertanya pada kucing itu, “mengapa kamu bersedih hei kucing”.

“Aku ini sudah tua, sudah tidak sanggup lagi untuk menangkap tikus, Aku lebih suka duduk dan tidur, tapi majikanku mau membunuhku, makanya aku lari darinya, lalu kabur ke sini,” jawab si kucing.

Mendengar kisahnya yang juga memilukan, akhirnya mereka mengajaknya untuk ikut  ke Bremen bermain musik bersama, Setelah berpikir sebentar, kucing pun setuju, mereka lalu pergi bersama-sama menuju Bremen.

Tidak lama berjalan, mereka melihat ada seekor ayam jantan sedang berkokok, nampaknya ayam jantan itu terlihat ketakutan.

Setelah ditanya, mereka pun tau bahwa ayam tersebut hendak disembelih oleh majikan dan akan dijadikan hidangan makan malam.

Keledai pun mengajak ayam jantan itu untuk ikut bersama bermain musik.

Ayam jantan itu mungkin bisa bernyanyi menggunakan suaranya yang nyaring, tanpa banyak berfikir, si ayam jantan langsung mengiyakan.

Si keledai yang awalnya hanya sendirian, sekarang sudah punya tiga teman yang nasibnya tidak jauh berbeda, dan sepanjang perjalanan, mereka saling bertukar cerita.

Ada yang hidupnya menyedihkan, memilukan, tapi ada juga yang membahagiakan.

Semakin lama, mereka menjadi lebih akrab satu sama lain.

Hari mereka terus berjalan sambil ngobrol sana sini, mereka sekarang sudah berada di hutan dan setelah menyeberangi hutan, mereka akhirnya tiba di Bremen, dan sampai disana, si kucing malah kelelahan.

Karena sudah sama-sama kelelahan, akhirnya keempat binatang itu pun memutuskan untuk tidur di hutan malam ini.

Pas ketika hendak memejamkan mata, si ayam jantan yang bertengger di pepohonan sekilas melihat ada seberkas cahaya dari kejauhan.

Setelah diperhatikan, ternyata cahaya itu berasal dari sebuah rumah di hutan itu.

Ia pun segera memberitahukan kepada teman-temannya apa yang baru saja ia lihat.

Setelah mendengar kabar dari si ayam, keempat binatang itu memutuskan untuk mendekat ke rumah tersebut.

Mereka sangat berharap dari tempat itu bisa mendapatkan makanan sehingga mereka bisa tidur dengan nyenyak tanpa menderita kelaparan.

Contoh Cerita Fabel 4 Tokoh

Mereka berempat pun mulai berjalan dengan sangat hati-hati, sesampainya di rumah tersebut, mereka mengintip melalui sebuah jendela.

Dan benar saja, mereka melihat ada banyak sekali makanan dirumah itu, Si kucing yang dari tadi sudah kelaparan, ingin sekali memakan makanan tersebut.

“Wahh, perutku sudah sangat keroncongan, Ayo cepat, kita masuk,” gerutu si kucing pada teman temannya.

“jangan buru-buru, lihat dulu suasana didalam, sepertinya ada gerombolan perampok didalam sana, jika sampai ke ketahuan, kita pasti dibunuh dan dimakan oleh mereka?” sahut si keledai.

“Kita harus mencari cara bagaimana kita masuk tampa tertangkap oleh para perampok itu,” ujar anjing.

Setelah sama-sama berfikir mencari cara, kemudian keempat sekawan itu menemukan ide yang cukup cemerlang.

Pada saat keledai memberi aba-aba, anjing langsung melompat ke punggungnya. Lalu, kucing memanjat punggung anjing kemudian disusul ayam jantan yang terbang kemudian hinggap di kepala kucing.

Ketika mereka sudah siap, keledai meringkik dengan disusul gonggongan anjing, ngeong kucing, serta kokok ayam jantan yang sangat keras.

Para perampok yang mendengar suara aneh tersebut dari  dalam ruangan pun mulai merasa ketakutan.

Mereka takut ada hewan buas mendekat, akhirnya mereka bergegas keluar menuju pintu.

Karena sudah sama-sama ketakutan, mereka pun saling dorong satu sama lain dan saling berebut agar bisa keluar lebih dulu.

Semua perampok itu keluar dan lari kocar-kacir menjauhi rumah, mereka terus berlari ke dalam hutan.

Setelah dilihatnya aman, keempat binatang itu segera melangkah masuk menuju rumah tersebut, dan dengan gembira, mereka menyantap semua hidangan yang ada.

Karena mereka makan dengan rakusnya, akhirnya mereka mengantuk, apalagi mereka juga kelelahan setelah lama berjalan, mereka pun tertidur dengan pulasnya.

Akhirnya, keledai, kucing, anjing dan ayam jantan pun tinggal di rumah baru tersebut.

Mereka menghabiskan hari-hari mereka di sana dengan bahagia sehingga mereka tidak jadi pergi ke Bremen untuk bermain musik.

Mereka lebih nyaman hidup di sana bersama kawan-kawannya.

Sekian cerita fabel 4 tokoh hewan (Anjing, Ayam, Kucing dan Keledai) berikut. Lalu apa yang bisa kita ambil dari cerita fabel tersebut.

Jangan pernah menyakiti hewan, karena hewan atau binatang juga mempunyai perasaan yang sama seperti semua makhluk di Bumi, Jadi sayangilah mereka karena sejatinya hidup rukun dan saling berbagi itu jauh lebih indah.

Cerita Fabel 4 Tokoh Hewan

Kisah Persahabatan Seekor Sapi, Domba, Katak dan Tikus

Kisah Persahabatan Seekor Sapi, Domba, Katak dan Tikus
toriqa.com

Sebelum membaca cerita fabel yang berikutnya, lihat juga cerita menarik lainnya terkait tema kumpulan Cerita Anak Islami karena sifatnya yang mendidik serta penuh makna.

Al-kisah pada jaman dahulu, di sebuah desa hidup dua ekor hewan yang sangat akrab, yaitu seekor sapi yang bernama Moo dan seekor domba yang bernama Mbe.

Mereka berteman sangat dekat karena mereka mempunyai beberapa kesamaan dalam hal makanan, mereka hidup rukun saling membantu satu sama lain.

Meski demikian ternyata si Moo selalu merasa dirinya lebih baik dari si Mbe

Dan disana, selain ada seekor sapi dan domba, ternyata ada juga seekor tikus bernama Kukus yang bersahabat dengan katak bernama Ropy.

Hingga suatu hari di pinggir ladang, Kukus dan Ropy sedang bersama.

Mereka disana sedang mempersiapkan peralatan untuk bermain-main.

Tiba-tiba Kukus melihat ada Moo dan Mbe sedang berjalan menghampirinya.

“Hey, kalian mau kemana? ayo kemari, ikutlah bermain bersama kita disini.” Sapa Kukus kepada Moo dan Mbe.

“Wah, tentu aku mau akutan main dengan kalian, ini aku hanya sedang berjalan-jalan aja kok sama Mbe,” Jawab Moo kegirangan.

“Iya boleh-boleh.” Mbe menambahkan.

“Ini kita mau bermain apa?” Tanya Moo.

Kukuspun menjawab “Nih aku sudah menyrdiakan peralatan masak, jadi kita main masak-masakan.” sambil menunjuk ke arah peralatan yang sudah siap.

Tiba-tiba si Moo langsung menghampiri kemudian mengambil peralatan tersebut sambil berkata, “Aku mau pegang yang ini, yang ini, yang ini, dan yang ini.”

Si Moo langsung mengambil beberapa peralatan dan sibuk sendiri, padahal belum dipersilahkan oleh Kukus.

Sedangkan, Mbe, Ropy dan juga Kukus hanya melihat dari arah mereka berdiri.

Setelah itu, perlahan Ropy, Mbe, dan Kukus menghampiri Moo dan bermain bersama.

Namun sikap ketiga temannnya itu sedikit kesal dan juga jengkel terhadap Moo karena tingkahnya yang tidak tahu malu, ia bersikap seolah mainan itu miliknya dan ia hanya bermain seorang diri.

“Kalau tau begini, aku tidak mau mengajak Moo bermain bersama, ” gerutu Kukus dalam hatinya akibat rasa jengkelnya pada si Moo

Satu minggu berlalu.

Rumput-rumput yang ada disekitar ladang mereka sudah semakin sedikit, keduanya pun menyimpan makanan sebanyak-banyaknya sebagai bahan persediaan di kemudian hari.

Contoh Cerita Fabel 4 Tokoh

Contoh Cerita Vabel 4 Tokoh
DetikTravel.com

Mbe yang tubuhnya lebih kecil berpikiran bahwa ia harus lebih banyak menyimpan makanan karena ia mudah sekali kelaparan.

“Tubuhku ini lebih kecil, jika aku makannya sedikit nanti aku bisa kurus,” Ucap Mbe pada Moo

Namun si Moo membantah “Tubuhku lebih besar dari pada tubuhmu, seharusnya aku yang harus lebih banyak makan karena Perutku besar.”

Mereka pun terus saling berebut untuk menyimpan rumput lebih banyak.

“Mbe, tubuhku ini jauh lebih tinggi dari pada tubuhmu, sehingga lebih mudah meraih dedaunan yang tinggi, sedang kamu jika mau mengambil dedaunan yang tinggi harus minta bantuanku dulu, kamu pasti membutuhkan bantuanku buat makan Mbe.” Ucap Moo dengan sombongnya.

“Moo, kamu jangan bisacara sombong seperti itu, kita ini sudah lama berteman akrab tapi kenapa kamu masih saja mementingkan diri sendiri, kamu jahat Moo,” Ucap Mbe sambil menangis tersedu-sedu.

“Ini kan kenyataan Mbe kalau kamu harus meminta tolong aku dulu jika mau mengambil makanan? jika tidak karena bantuanku, kamu bisa mato Mbe.” Jawab Moo.

“Hik Hik Hik kamu jahaaat,” Ucap Mbe sambil terisak-isak sedih.

Dari dulu memang Moo selalu merasa dirinya lebih dari yang lain.

Melihat sikap Moo yang tidak kunjung berubah, akhinya Mbe berpikir untuk pergi dari ladang tempat Moo berada, Mbe berinisiatif untuk mencari makanan ke tempat lain.

Mbe pun pergi ke ladang yang lain.

Mbe berfikir “Dari pada aku mati kelaparan karena mesti menunggu Moo demi mengambilkan makanan, lebih baik aku pergi saja ke tempat lain untuk mencari makanan.”

Setelah berjalan mencari makanan cukup jauh, akhirnya Mbe menemukan daerah yang ada rerumputan hijau yang cukup lebat.

Melihat didepannya ada ladang rumput, Mbe merasa sangat senang “Waah indah sekali rerumputan disana, beruntung aku pergi dari ladang tempat Moo.”

Setelah sampai diladang tersebut, Mbe bertemu dengan Ropy dan Kukus.

“Loh, kalian kok berada disini?” Tanya Mbe kepada Ropy dan Kukus.

“Iya aku memang sering bermain kesini, karena rumput disini hijau-hijau,” Jawab Ropy.

“Kalo aku sih males aja berada di ladang milik Moo, dia begitu egois sikapnya, selalu merebut mainanku, dia juga pernah main ke rumahku dan meminjam mainanku tanpa izin, sunggu aku juga tidak menyukai sikapnya itu,” Jawab kukus dengan penuh rasa kesal.

“Sudah, sabar saja kus, aku juga pernah kok mainanku dipinjam olehnya dan rusak dibuatnya,” Balas Ropy.

Moo memang selalu meminjam paksa mainan milik temannya, bahkan tampa seizinnya.

Hari demi hari berlalu.

Moo pun hanya tinggal sendirian, dia terus melihat ke sekelilingnya berharap Mbe kembali mendatanginya, setiap hari Moo menunggu kedatangan Mbe serta teman-temannya yang lain.

Namun, itu semua hanya sebatas harapannya saja karena kini Moo hanya tinggal sendirian sehingga membuatnya merasa kesepian.

Moo ditinggalkan oleh teman-temannya karena sikapnya yang serakah, egois, dan suka menyombongkan diri terhadap teman-temannya.

Ciri-Ciri Cerita Fabel

Ciri-Ciri Cerita Fabel
toriqa.com
  1. Tokoh utama binatang.
  2. Alur ceritanya sederhana.
  3. Ceritanya singkat, gerakan ceritanya juga cepat.
  4. Karakter tokoh tidak begitu dijelaskan secara terperinci.
  5. Gaya ceritanya dibuat secara lisan.
  6. Pesan-pesan atau temanya terkadang juga dituliskan dalam cerita.
  7. Pendahuluan juga dibuat secara singkat dan langsung.

Struktur Cerita Fabel

Orientasi

Orientasi adalah bagian permulaan dalam sebuah cerita fabel yang biasanya isinya berupa pengenalan cerita fabel tersebut seperti:

  • Pengenalan tokoh.
  • Pengenalan latar tempat serta waktu.
  • Pengenalan tema atau backround cerita, dan lain sebagainya.

Komplikasi

Komplikasi adalah klimaks dalam sebuah cerita yang isinya secara umum adalah puncak dari masalah yang dialami atau dirasakan oleh tokoh.

Resolusi

Resolusi merupakan pemecahan permasalahan yang sedang dialami dan dirasakan oleh tokoh yang masih bagian dari teks.

Koda

Koda adalah bagian terkahir dari sebuah teks cerita yang isinya pesan-pesan atau amanat yang terdapat di dalam cerita fabel itu sendiri.

Jenis-Jenis Cerita Fabel

Jika dilihat dari waktu kemunculnya, fabel terbagi menjadi dua, yaitu fabel klasik dan fabel modern:

Fabel Klasik

Fabel klasik merupakan suatu bentuk cerita yang waktu kemunculannya sudah ada sejak zaman dahulu, namun tidak diketahui persis waktu munculnya, cerita ini diwariskan secara turun-temurun lewat sarana lisan.

Ciri-ciri fabel klasik adalah sebagai berikut:

  1. Cerita sangat pendek.
  2. Tema sederhana.
  3. Kental dengan petuah atau moral.
  4. Sifat hewani masih melekat.

Fabel Modern

Kalau Fabel modern merupakan suatu bentuk cerita yang muncul dalam kurun waktu relatif belum lama dan memang ditulis oleh pengarang sebagai ekspresi kesastraan.

Ciri-ciri fabel modern adalah sebagai berikut:

  1. Ceritanya ada yang panjang atau pendek.
  2. Temanya lebih rumit.
  3. Kadang-kadang berupa epik atau saga.
  4. Karakter setiap tokoh unik.

Itulah tadi pembahasan seputar cerita fabel 4 tokoh berikut contohnya, semoga bermanfaat, lihat juga postingan terkait yaitu 18 Cerita Rakyat Indonesia Pilihan Terbaik Dari Seluruh Nusantara.

 

 

Tinggalkan komentar