Komponen yang Terdapat di Rem Cakram Mobil

Cara Kerja Rem Cakram Pada Mobil dan Sepeda Motor – Super Automotif

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cara kerja rem cakram setelah sebelumnya saya juga sudah share komponen – komponen pada rem cakram.

Apa pentingnya belajar materi ini? jelas karena rem merupakan komponen kendaraan yang secara fungsi atau manfaat sangat vital bagi sebuah kendaraan, baik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga roda delapan sekalipun.

Karena pada dasarnya, sistem rem yang ada pada tiap kendaraan sudah menjadi komponen penunjang atas keselamatan kita diperjalanan.

Disini kita akan membahas beberapa poin penting, seperti:

  • Cara kerja rem cakram pada sepeda motor.
  • Cara kerja rem cakram pada Mobil.
  • Beberapa komponen utama dan penunjang rem cakram.
  • Prinsip kerja Rem Cakram di masing masing type.

Yuk, langsung saja kita mulai.

Prinsip Kerja Rem Cakram 

Prinsip Kerja Rem Cakram 
toriqa.com

Jika Anda seorang teknisi otomotof, Anda pasti tau bahwa sistem rem memiliki prinsip perubahan energi dari energi gerak ke energi panas.

Nah, sistem untuk merubah energi ini dilakukan dengan cara menggesek bidang yang berputar dengan bidang yang diam, maka nantinya akan menghasilkan perubahan energi dari energi gerak ke energi panas.

Akibatnya, bidang yang berputar tersebut akan semakin lambat dan suhu bidang tersebut juga akan meningkat, metode yang diterapkan untuk menghasilkan dua bidang tersebut adalah melaui metode gesekan.

Kedua bidang tersebut yaitu, bidang yang diam disebut kampas rem, sementara bidang yang bergerak (berputar) disebut dengan rotor, sehingga terjadilah proses pengereman.

Cara Kerja Rem Cakram Mobil

Cara Kerja Rem Cakram Mobil
toriqa.com

Rem cakram merupakan sistem pada kendaraan yang dipakai untuk pengereman kendaraan itu sendiri.

Sistem ini menggunakan metode jepit yang bisa menghentikan atau mengurangi putaran, yang terdapat pada piringan yang ada di roda kendaraan tersebut.

Sistem ini lebih sederhana dan juga lebih responsif, karena memiliki luas penampang rem yang ukurannya kecil, tetapi memiliki arah gesek yang saling menekan.

Hal itulah yang membuat sistem pengereman pada kendaraan menjadi lebih efektif. Pada prinsipnya, sistem ini memiliki perubahan energi dari energi gerak menjadi energi panas.

Perubahan ini dilakukan dengan cara digesek pada bidang yang berputar di bidang yang sedang diam. Maka terjadilah perubahan energi dari gerak ke panas.

Berikut ini cara kerja rem cakram atau rem tromol pada mobil:

Ketika Pedal Rem Diinjak

Pada saat pengemudi kendaraan menginjak rem pedal maka akan muncul tekanan hidrolis yang berasal dari master silinder.

Tekanan ini akan disalurkan pada aktuator rem yang juga merupakan caliper pada rem.

Tekanan pada caliper rem tersebut akan dipakai untuk menggerakkan piston yang posisinya ada di dalam caliper.

Gerakan piston di dalamnya akan mendorong 2 buah kampas rem, yang nantinya akan bergerak dengan menjepit rotor yang sedang dalam kondisi berputar.

Maka hasilnya putaran rotor pun akan berhenti karena telah terhambat oleh kampas rem yang posisinya menjepit rotor.

Ketika Pedal Rem Dilepas

Cara kerja rem cakram atau rem tromol pada mobil berikutnya adalah pada saat pedal rem sedang dilepas.

Maka tekanan yang ada di hidrolis yang sebelumnya terdapat pada sistem rem pun akan menghilang. Hal itu membuat kampas rem tersebut kehilangan daya dorongnya.

Daya dorong yang berasal dari kampas rem sumbernya adalah dari kekuatan injak kaki pengemudi yang dilakukan ke pedal rem.

Hasilnya, rotor pun akan terbebas dan rotor itu juga bisa berputar lagi.

Lihat juga: (Macam Macam Komponen Rem Cakram)

Cara Kerja Rem Cakram Sepeda Motor

Cara Kerja Rem Cakram Sepeda Motor
toriqa.com

Setelah mengetahui cara kerja rem cakram pada mobil, selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara kerja dari rem cakram pada motor, agar kita lebih paham fungsi dan cara kerja rem cakram secara seimbang.

Tujuannya adalah, jika kita paham cara kerjanya maka kita akan semakin peduli dengan kondisinya. Langsung saja, berikut sistem kerja rem cakram untuk kendaraan sepeda motor atau roda dua.

  • Pertama, Rem akan bekerja pada saat kita mulai menginjak pedal, nah dari injakan itu maka piston pada master rem akan tertekan yang mengakibatkan adanya dorongan kedepan.
  • Tekanan tersebut juga akan terjadi pada minyak rem yang dilanjutkan melalui selang rem ke piston yang mengakibatkan kampas rem terdorong, sehingga kampas rem akan mencengkram piringan cakram.
  • Akibat dari cengkraman itu maka akan menghasilkan gaya atau daya pengereman sehingga memperlambat laju motor.
  • Begitu juga sebaliknya, pada saat kita melepaskan pedal rem, maka akan mengakibatkan adanya peregangan, sehingga tidak ada lagi gesekan antara kampas rem dengan piringan.

Cara Kerja Rem Cakrak Tipe Floating (Kaliper Tipe Luncung)

Pada rem cakram yang ber-tipe kaliper luncur (floating caliper), di dalam kaliper rem cakram jenis ini ada satu hingga dua komponen rem cakram yang disebut piston, namun piston-piston tersebut hanya terdapat pada salah satu sisi kalipernya.

Dari segi konstruksinya, rem cakram ini lebih sinple atau lebih sedikit dibanding dengan tipe fixed caliper, sehingga membuat kaliper lebih ringan.

Sistem kerja rem cakram tipe floating caliper ini yaitu, pada saat pedal rem Anda mulai di tekan maka otomatis juga akan menekan piston pada master silinder, dan selanjutnya akan ditekan dan didistribusikan ke kaliper.

Pada kaliper, Tekanan hidrolik pada kaliper juga akan menekan piston (A) yang kemudian akan menekan piringan.

Dan saat itu juga, tekanan hidrolik akan menekan sisi pad (B) sehingga menyebabkan kaliper akan bergerak ke kanan, sehingga kedua pad rem akan menjepit cakram yang menyebabkan adanya gaya pengereman.

Cara Kerja Rem Cakram Tipe Fixed Caliper (Kaliper Tetap)

Untuk tipe rem cakram kaliper tetap (fixed caliper), didalam kaliper itu ada dua piston yang biasanya terletak pada kedua sisi  kaliper.

Cara kerjanya, pada saat Anda menekan pedal rem maka tekanan hidrolik cairan rem dari master silinder akan diteruskan ke kaliper.

Selanjutnya, tekanan hidrolik itu akan menekan kedua piston yang terletak pada kedua sisi kaliper tersebut yang selanjutnya akan menekan pada rem sehingga terjadilah pengereman.

Keuntungan adanya dua piston yang digunakan pada kedua sisi kaliper ini akan memberikan gaya pengereman yang jauh lebih besar jika bandingkan dengan rem cakram yang hanya mengandalkan satu piston.

Selain itu, gaya pengereman juga akan seimbang di kedua sisinya sebelah kiri dan kanan.

Perbedaan dari kedua tipe ini, jika pada tipe fixed caliper menggunakan dua piston sehingga mampu menghasilkan gaya pengereman yang jauh besar, sehingga rem tipe fixed caliper ini sangat cocok jika digunakan pada kendaraan-kendaraan yang membutuhkan gaya pengereman yang cukup besar.

Jika dilihat dari segi kontruksinya, rem cakram tipe fixed caliper ini punya konstruksi yang lebih kompak, sehingga dengan konstruksi ini proses menghilangkan panas akibat proses pengereman juga akan lebih cepat.

Kelebihan dan Kekurangan dari Rem Cakram

Kelebihan dan Kekurangan dari Rem Cakram
toriqa.com

Namun, rem cakram ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang meliputi hal-hal berikut ini:

1.     Kelebihan Rem Cakram

  • Bentuknya cukup ringkas sehingga cocok digunakan di jenis kendaraan yang ukurannya kecil.
  • Modelnya juga terbuka dan membuat proses pelepasan panasnya menjadi lebih baik hingga rem tidak akan mudah panas, ketika sedang digunakan.
  • Daya pengeremannya bisa mencapai 100% karena metode yang dipakainya adalah metode jepitan.
  • Durabilitasnya cukup baik walaupun kondisi remnya basah.

2.     Kekurangan Rem Cakram

  • Luas kapasnya berukuran lebih kecil hingga daya pengereman yang ada pada rem cakram tidak sekuat rem tromol.
  • Pada jenis rem cakram tertentu, proses ausnya lebih cepat karena adanya metode jepitan yang akan membuat penekanan kampas pun menjadi besar.
  • Kalipernya memungkinkan kemasukan kotoran sehingga caliper tersebut bisa mudah rusak.
  • Velg yang ada pada roda di rem cakram ini akan lebih kotor untuk beberapa jenis rem cakram tertentu.

Tipe-Tipe Rem Cakram

Berdasarkan Jumlah Piston

Jika dilihat dari jumlah pistonnya, maka ada dua jenis kaliper yang terdapat pada rem cakram, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Single Piston

Merupakan jenis caliper yang hanya mempunyai sebuah piston saja yang bisa menggerakkan dua buah kampas rem.

  1. Multi Piston

Merupakan caliper yang mempunyai dua atau lebih piston, yang fungsinya adalah untuk menggerakkan caliper rem tersebut.

Semakin banyak jumlah pistonnya, maka akan semakin tinggi permukaan yang terdapat pada gesek remnya.

Berdasarkan Tipe Aliran Fluida

Dilihat dari tipe aliran fluidanya, maka tipe rem cakram ini terdiri dari berbagai tipe seperti berikut:

  1. Tipe Fixed Caliper

Biasanya terdapat dua buah atau bahkan lebih piston yang ada di samping kiri dan juga kanan kampas rem tersebut.

Pada saat rem ditekan maka beberapa piston tersebut akan saling menjepit.

  1. Tipe Floating Caliper

Hanya terdapat satu buah piston saja pada rem cakram tipe ini, dan ada di bagian dalam caliper tersebut. Untuk posisi caliper pada tipe floating ini juga bisa digerakkan ke kiri ataupun ke kanan.

Maka saat rem ditekan gerakan pistonnya akan mendorong caliper untuk bergerak, hingga bisa menjepit bagian kampasnya.

Komponen yang Terdapat di Rem Cakram Mobil

Komponen yang Terdapat di Rem Cakram Mobil
toriqa.com

Selain cara kerja rem cakram atau rem tromol pada mobil, Anda juga harus tahu apa saja komponen yang ada di rem cakram mobil tersebut. Berikut adalah komponen yang terdapat di rem cakram mobil.

1.     Kaliper

Komponen ini merupakan bagian vital yang terdapat pada rem cakram, dan kaliper inilah yang membedakan antara rem tromol dengan rem cakram.

Fungsinya yaitu untuk menghimpit kampas dan menopang kampas serta bagian piston rem.

2.     Caliper Bracket

Komponen yang satu ini menjadi dudukan yang terdapat pada caliper. Fungsinya adalah untuk menahan caliper supaya posisinya tetap berada di sana.

Komponen ini juga terhubung dengan steering knuckle secara langsung.

3.     Piston Brake

Caliper tak akan bisa bekerja jika tak ada bagian lainnya yaitu piston brake. Peran dari komponen ini adalah untuk menekan kampas rem yang tersambung ke piringan cakram.

Posisinya ada di dalam caliper yang bentuknya menyerupai tabung.

Salah satu bagian ujungnya akan membentuk lekukan, untuk menyimpan karet yang menjadi pelindung debu.

4.     Seal Piston

Piston brake itu sendiri mencakup beberapa bagian di dalamnya. Salah satu bagiannya yaitu seal piston, yang merupakan bagian dari piston brake yang paling krusial.

Fungsinya adalah untuk menarik piston ke tempat asalnya sesudah proses pengereman dilakukan.

Peran lainnya dari seal piston ini adalah untuk menutup aliran minyak yang berasal dari mekanisme hidrolik, yang biasa terjadi ketika bagian pedal remnya diinjak.

5.     Selang Hidrolik

Fungsi dari selang ini adalah untuk menyalurkan minyak rem ke bagian caliper. Cara kerjanya yaitu dengan cara memanfaatkan tekanan hidrolik yang asalnya dari pedal rem.

Pada saat mobil sedang berjalan tekanan di dalam selang menjadi sangat fluktuatif.

Selang hidrolik ini dibuat dengan material yang memiliki kemampuan dalam menahan tekanan, misalnya baja. Hal itu dilakukan supaya minyak tidak mengalami kebocoran.

6.     Kampas Rem

Tugas dari kampas rem adalah untuk menekan piringan pada cakram. Maka piringan pun akan menghasilkan daya gesek yang mampu membuat putaran cakram berhenti.

Fungsi dari kampas rem ini sangat penting, sehingga Anda harus memilih jenis kampas yang kualitasnya baik.

Setelah mengetahui cara kerja rem cakram atau rem tromol pada mobil maka Anda bisa menangani perawatan dan pemeliharaan rem cakram ini dengan baik.

Anda juga harus paham dengan masing-masing fungsi dari komponen dan tipe-tipe rem cakram, sehingga Anda paham mengenai fungsi keseluruhan dari rem cakram tersebut.

Sebagai pengendara yang baik, tentu Anda harus tahu apa saja bagian-bagian dari mobil seperti rem ini.

Tinggalkan komentar