Kitab Sari zaman kerajaan sriwijaya

√ Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya [ Gambar dan Penjelasannya ]

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya – Kerajaan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan maritim terkuat yang pertama kali ada di Nusantara. Hal ini dikarenakan wilayah kekuasaan kerajaan ini meliputi hampir separuh wilayah Indonesia hingga ke semenanjung Asia. Mulai dari Malaya, Thailand, hingga Kamboja.

Sriwijaya adalah kerajaan maritim pertama terkuat  di nusantara yang wilayah kekuasaanya meliputi Malaya, Thailand, hingga Kamboja.

Akan tetapi, meskipun kerajaan ini termasuk kerajaan besar, Kerajaan Sriwijaya ternyata tidak meninggalkan banyak bangunan candi sebagai bukti adanya kerajaan ini, seperti halnya kerajaan-kerajaan yang pernah pernah ada Jawa.

Peninggalan dari kerajaan Sriwijaya ini hanya ada 5 buah candi yang hingga kini baru ditemukan. Berikut ini penjelasannya:

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Riau 

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Riau
Sejarah Lengkap

Candi Muara Takus merupakan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang memiliki ukuran paling besar. Letak dari candi ini berada di desa Muara Takus, Kec. 13 Koto, Kampar, Riau.

Jika dilihat dari bentuk dan desainnya, dapat disimpulkan bahwa candi ini merupakan Candi Budha.

Para Ilmuan juga memperkirakan minimnya jumlah dari bangunan candi yang ditinggalkan kerajaan Sriwijaya meskipun ia adalah pusat pendidikan Agama Budha di Asia Tenggara. Faktor penyebabnya karna lokasi kerajaan ini yang berupa rawa dan hutan yang jauh dari gunung berapi.

Di kompleks bagian dalam candi Muara Takus terdapat beberapa bangunan candi, seperti Candi Sulung, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka. Para ahli arkeolog memperkirakan pembangunan candi ini berlansung pada zaman kejayaan Sriwijaya di sekitar abad ke 8 Masehi.

Pendapat lain juga menyebutkan bahwa daerah letak ibukota Kerajaan Sriwijaya pada masa itu berada di sekitar candi ini, Karna bangunannya yang cenderung paling megah di antara candi peninggalan kerajaan Sriwijaya lainnya.

Candi Muara takus memiliki Arsitektur yang sangatlah unik, karena tidak di temukan di tempat lain di Indonesia. Bangunan ini memiliki kesamaan dengan Stupa Budha di Myanmar, Vietnam, Sri Lanka dan bahkan stupa di India

( Baca Juga: Peninggalan Kerajaan Majapahit )

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Bangka 

Candi peninggalan kerajaan sriwijaya
epigraphi comer

Candi Kota Kapur merupakan sebuah candi peninggalan kerajaan Sriwijaya. Candi ini terletak di Desa Kota Kapur, Pulau Bangka. ada waktu Candi ini ditemukan pada tahun 1994 dalam kondisi sudah berupa reruntuhan dan pondasinya sudah tidak tersusun.

Para Ilmuan memperkirakan bahwa awal dari pembangunan candi ini dilatarbelakangi oleh maraknya kejahatan dan perampokan terhadap kapal asing. Darerah sekitar teluk Bangka ini merupakan lalulintas yang cukup ramai pada abad 7 Masehi.

Kemudian Pada masa pemerintahan Raja Brawijaya, beliau mendirikan candi ini dan meletakan sebuah prasasti (Prasasti Kota Kapur) sebagai peringatan terhadap setiap pelaku perompakan.

Candi Gapura Sriwijaya

Candi peninggalan kerajaa sriwijaya
Pinterest

Candi Gapura merupakan Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang mempunyai bentuk seperti gapura atau gerbang. Lokasi dari Candi ini Berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Sumber dari beberapa sejarah menyebutkan bahwa, gapura yang terdapat pada kompleks percandian ini berjumlah 9 buah. Akan tetapi sampai saat ini baru ditemukan 7 buah, itupun kondisinya sudah dalam keadaan rusak parah.

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Jambi 

Candi Peninggalan kerajaan sriwijaya
Kumpulan Ilmu Pengetahuan

Candi Muaro Jambi merupakan sebuah kompleks candi yang berasal dari zaman kerajaan Sriwijaya yang berada di Kec. Muara Sebo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kalau dilihat dari segi gaya arsitekturnya, para arkeolog menyimpulkan bahwa candi ini didirikan pada abad ke 11 Masehi.

Sementara menurut segi coraknya, dapat diketahui bahwa kompleks candi ini merupakan sebuah lokasi peninggalan candi Hindu Budha.

Saat ini, Keberadaan dari kompleks candi Muaro Jambi sangat terawat keberadanya dan pada tahun 2009 lalu, Candi ini pernah didaftarkan untuk masuk dalam nominasi situs warisan dunia ke Unesco.

Candi Peninggalan kerajaan Sriwijaya Muara Takus

Candi muara takus kerajaan sriwijaya
Pegipegi

Candi Muaro Takus adalah candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang paling besar. Candi ini terletak di desa Muara Takus, Kec. 13 Koto, Kampar, Riau. Jika dilihat dari bentuk dan juga desainnya, candi ini dapat diperkirakan merupakan Candi agama Budha.

Di dalam kompleks candi Muara Takus dapat ditemukan beberapa bangunan candi, seperti Candi Sulung, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka. Para arkeolog memperkirakan pembangunan dari Candi ini berlangsung pada zaman kejayaan Sriwijaya di sekitar abad ke 8 Masehi.

Dari beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa lokasi ibukota Kerajaan Sriwijaya pada masa itu letaknya berada di sekitar candi ini, mengingat bangunannya yang cenderung paling megah dari pada candi peninggalan kerajaan Sriwijaya lainnya.

Candi Muara takus memiliki model Arsitektur yang sangat unik, karena tidak di temukan di tempat lain di Indonesia. Bangunannya memunyai kesamaan dengan Stupa Budha yang ada di Myanmar, Vietnam, Sri Lanka dan bahkan stupa di India.

Peninggalan Candi Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan kerajaan sriwijaya
Dictio Communiti

Candi Biaro Bahal merupakan daerah kompleks candi Budha yang beraliran Vajrayana yang terletak di desa Bahal, Kec. Padang Bolak, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kalau Dilihat dari segi Arsitekturnya, Candi peninggalan kerajaan Sriwijaya ini Hampir sama dengan Arsitektur candi Jabung yang ada di Probolinggo, Jawa Timur.

Oleh karna itu para ahli memperkirakan bahwa pembangunan Candi Biaro Bahal dibangun pada abad ke 11 Masehi.

Bahan pembangunan dari kompleks candi Muaro Bahal  berasal dari material berupa batu bata merah. Terdiri dari 3 bangunan candi yang berjajar pada satu garis lurus, yaitu Candi Bahal 1, Candi Bahal 2, dan Candi Bahal 3.

Artikel Terkait: Peninggalan Kerajaan Pajajaran / Peninggalan Kerajaan Hindu

 Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan kerajaan sriwijaya
Gellsy.com

Peninggalan kerajaan Sriwijaya tidak hanya sekedar berupa peninggalan candi saja, namun kerajaan Sriwijaya juga mempunyai peninggalan berbagai macam prasasti penting. Berikut ini beberapa prasasti penting yang hingga sekarang masih terjaga keberadaanya.

  • Prasasti kota kapur

Prasasti ini adalah salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di

Pulau Bangka. Prasasti ini tertulis dalam bahasa Melayu kuno. Sementara Aksara yang digunakan menggunakan Aksara Pallawa.

  • Prasasti Ligor

Penemuan dari Prasasti berada di wilayah Thailand bagian Selatan. Prasasti ini mempunyai patahan di kedua sisinya. Sisi pertama prasasti diberi nama dengan Prasasti Ligor A sedangkan di bagian sisi lain diberi nama dengan Prasasti Ligor B.

  • Prasasti Talang Tuwo

Di kaki sebuah bukit di bagian utara Sungai Musi, Louis Wetenenk seorang residen dari Palembang menemukan adanya sebuah prasasti yang dinamakan prasasti Talang Tuo. Didalam Prasasti terdapat tulisan tentang doa dedikasi dari aliran Budha yang digunakan pada masa kerajaan Sriwijaya.

Prasasti ini ditemukan dalam keadaan yang masih sangat baik. Isi dari tulisan prasasti ini pun masih bisa terbaca dengan jelas. Prasasti ini mempunyai tulisan hingga 14 baris yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

  • Prasasti Palas Pasemah

Prasasti ini ditemukan di daerah pinggiran rawa di sebuah desa di Lampung Selatan bernama Desa Pasemah. Penulisan prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno dengan menggunakan huruf Pallawa. Di dalam prasasti ini juga terdapat 13 baris tulisan.

  • Prasasti Leiden

Prasasti Leiden juga merupakan prasasti yang sangat bersejarah yang berasal dari kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini ditulis dalam sebuah lempengan tembaga dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Prasasti ini sekarang berada di sebuah museum di Negara Belanda. Perasasti ini juga berisi tentang kisah hubungan baik antara Kerajaan Chola dari Tamil dengan Kerajaan Sailendra yang berasal dari tanah Sriwijaya.

Kitab Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kitab Sari zaman kerajaan sriwijaya
Gudang artikel

Karya sastra peninggalan dari kerajaan Sriwijaya hanya ada satu  dalam bentuk kitab, yakni Pramanavartika yang ditulis oleh Dharma Kirti. Sedangkan untuk karya sastra lainnya semuanya berbentuk prasasti.

Pramanavartika adalah karya sastra yang berbentuk kitab. Ditulis oleh Dharma Kirti dan merupakan salah satu dari sekian banyak peninggalan dari kerajaan sriwijaya. Kitab ini adalah satu-satunya hasil karya sastra yang bentuk kitab yang berasal dari peninggalan kerajaan sriwijaya.

Kurangnya informasi sejarah yang menyatakan isi dari kitab ini. Tetapi penting untuk diketahui bahwa dengan ditemukannya kitab ini, berarti membuktikan bahwa memang benar bahwa penyebaran ajaran hindu ataupun budha di Indonesia juga daat berpengaruh pada seni sastra. Kitab ini adalah salah satu karya sastra peninggalan hindu-buddha di Indonesia.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar