Biografi Baden Powell [Terlengkap] Biografi Sang Bapak Pandu Dunia

Artikel kali ini akan membahas tentang biografi baden powell sang pencetus lahirnya pramuka sehingga dikenal atau disebut dengan bapak pandu atau pramuka dunia.

Beliau merupakan sosok yang sangat menginspirasi bagi semua orang, baik dari segi pemikiran, karya, hingga prestasinya yang sangat gemilang yang hingga kini masih exsis di dunia pendidikan.

Untuk ikut menghormati jasa dan karya beliau, atau jika kalian merupakan seorang anak didik pramuka, maka sedah sewajarnya untuk mengenal lebih dekat sosok baden powell, berikut biografinya.

Biografi Baden Powell

Biografi Baden Powell
toriqa.com

Nama lengkap Baden Powell adalah Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, atau dikenal juga sebagai BP, bipi atau Lord Baden-Powell.

Beliau merupakan seorang letnan satu umum di tentara britania, sekaligus juga penulis, dan pendiri Gerakan Kepanduan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah kemiliteran (74 altilery), Baden-Powell langsung bertugas di Angkatan Darat Inggris mulai tahun 1876 hingga tahun 1910, ia pernah mendapat tugas di India dan Afrika.

Dan pada saat Perang Boer Kedua sedang berkecamuk di Afrika Selatan pada tahun 1899, saat itu Baden-Powell bersama pasukan britania yang lain berhasil berjuang dan mempertahankan kota yang di Pengepungan Mafeking.

Beliau sangat berpengalaman di militer sehingga beberapa buku bertema militer yang ditulis olehnya untuk pengintaian dan pelatihan pandu di Afrika banyak dibaca oleh anak laki-laki.

Selanjutnya, ia melanjutkan menulis karya buku yang pernah ia tulis sebelumnya, ia menulis Scouting for Boys, yang diterbitkan pada tahun 1908 oleh Pearson, untuk pembaca remaja.

Selama menulis, ia menguji pemikirannya dengan melakukan perjalanan berkemah di Pulau Brownsea dengan Boys’ Brigade bersama dengan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai awal Kegiatan Kepanduan.

Kemudian pada 31 Oktober 1912, ia melangsungkan pernikahannya dengan Olave St Clair Soames, setelah itu Baden-Powell bersama adiknya Agnes Baden-Powell banyak memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepanduan Putri.

Baden Powell meninggal dunia di Nyeri, Kenya pada tahun 1941.

Untuk menambah luasnya wawasan Anda, lihat juga sosok-sosok lain yang juga sangat mengispirasi untuk kita semua, seperti para tokoh pendiri NU yang berjuang dalam membentuk organisasi terbesar di Indonesia.

Kehidupan Awal Robert Baden Powell

Sejarah baden Powel
pixabay

Robert Baden Powell lahir di London, Inggris pada 22 Februari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth Powell, atau lebih akrab dengan panggilan Stephe Powell, di Jalan Stanhope nomor 6.

Ayahnya merupakan seorang Pendeta bernama Baden Powell, dia seorang Savilian yang mengajar geometri di Universitas Oxford dengan 4 orang anak dari kedua pernikahan sebelumnya.

Pendeta Powell menikah dengan Henrietta Grace Smyth dari tahun 1824 hingga tahun 1914 Pada 10 Maret 1846 di Gereja St Lukas, Chelsea putri merupakan anak sulung dari Laksamana William Henry Smyth yang 28 tahun lebih muda.

Dari pernikahannya dengan  Henrietta Grace Smyth, lahirlah Warington tahun 1847, George tahun 1847, Augustus tahun 1849 dan Francis tahun 1850.

Namun ketika masih muda, ketiga anaknya itu meninggal dunia, tapi sebelumnya mereka telah memiliki Stephe, Agnes (1858) dan Baden (1860).

Pendeta Powell meninggal dunia pada saat Stephe masih berusia tiga tahun.

Untuk menghormati dan juga untuk mengatur anak-anaknya sendiri yang saat itu masih terpisah dari saudara dan sepupu, ibunya (Henrietta Grace Smyth) kemudian mengubah nama keluarga menjadi Baden-Powell.

Selanjutnya, Stephe dibesarkan oleh ibunya, seorang wanita yang memiliki prinsip bahwa anak-anaknya harus berhasil.

Perihal ibunya, Baden-Powell pernah berkata bahwa, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya”

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Stephe dianugerahi beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Charterhouse.

Dia mulai banyak mengenal perihal kecakapan kepanduan, seperti kecakapan memburu serta memasak hewan dan menghindari guru di hutan yang berdekatan, yang masuk kawasan terlarang.

Dia juga cukup pandai dalam memainkan piano dan juga biola, ia juga mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangannya serta gemar dalam bermain seni peran seperti drama.

Waktu-waktu liburannya banyak ia habiskan dengan melakukan ekspedisi pelayaran ataupun bermain kano dengan saudara-saudaranya.

Karir di Ketentaraan

Sejarah baden powell di ketentaraan
toriqa.blogger

Robert Baden-Powell mulai bergabung dengan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876.

Kemudian di tahun 1895 ia mulai bertugas di dinas khusus Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin Pasukan Dragoon ke-5.

Selama berada di Afrika, Baden-Powell saling berlatih dan mengasah kemampuan kepanduannya dengan raja Zulu Dinizulu pada awal 1880an di provinsi Natal, yang saat itu resimennya ditempatkan disana, ia juga diberi penghargaan karena keberaniannya.

Kemudian pada tahun 1896, Baden-Powell kembali mendapat tugas sebagai kepala staf militer ke daerah Matabele di Rhodesia Selatan, yang sekarang ini dikenal dengan nama Zimbabwe, ia bertugas disana dibawah Jenderal Frederick Carrington dalam Perang Matabele Kedua.

Disanalah ia untuk pertama kalinya bertemu dengan orang yang nanti menjadi sahabat dekatnya, yaitu Frederick Russell Burnham, seorang tentara asli Amerika Serikat yang menjabat sebagai kepala pasukan pengintai Inggris.

Posisinya saat itu sangat berperan penting dalam pengalamannya, tidak hanya karena Baden-Powell berkesempatan memimpin tugas sulit di daerah musuh, namun lebih dari itu Ia banyak mendapat inspirasi dalam menciptakan sistem pendidikan kepanduan.

Saat itu Ia masuk dalam tim pengintai atau tim mata-mata yang berada di Lembah Matobo.

Disana Burnham mulai mengajari woodcraft kepada Baden-Powell, sebuah keahlian yang juga turut menginspirasi dalam menyusun program atau kurikulum, serta kode kehormatan kepanduan.

Woodcraft sendiri merupakan suatu keahlian yang banyak dikenal dan dikuasai di Amerika, namun di Inggris keahlian ini belum dikenal.

Nah, keahlian inilah yang menjadi cikal bakal dari apa yang kini sering disebut Keterampilan Kepramukaan.

Mereka berdua sadar bahwa kondisi alam serta siatuasi peperangan di Afrika jauh berbeda dengan di Inggris.

Maka dari itu, mereka merencanakan membentuk program pelatihan untuk para pasukan Inggris agar dapat beradaptasi di medan yang lain.

Masa Masa Penting Baden Powell dan Frederick Russell Burnham

Program-program seperti itu kemudian diajarkan kepada anak-anak muda, yang isinya penuh dengan materi-materi tentang eksplorasi, trekking, kemping hingga cara meningkatkan kepercayaan diri di medan yang baru.

Saat itu juga menjadi kali pertama bagi Baden Powell dalam menggunakan topi khasnya, yaitu topi Burnham mirip topi koboi sebagai pengenal yang hingga sekarang masih dipakai oleh anggota kepanduan di seluruh dunia.

Selain itu, Baden-Powell juga diberi sangkakala kudu, semancam terompet yang digunakan dalam Perang Ndebele.

Nantinya, terompet itu akan digunakan setiap pagi dengan cara ditiup guna membangunkan para peserta Perkemahan Kepanduan yang pertama di Kepulauan Brown sea.

Tiga tahun setelahnya, tepatnya di Afrika Selatan dalam Perang Boer II, Robert Baden-Powell ditugaskan di kota kecil bernama Mafeking bersama dengan pasukan Boer yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pada di tempat sebelumnya.

The Mafeking Cadet Corps merupakan satuan anak muda yang dibentuk oleh Lord Edward Cecil, tugasnya adalah membawakan pesan untuk pasukan lain.

Dan walaupun mereka minim pengalaman dalam menghadapi musuh, namun mereka berhasil melawan musuh dalam membantu mempertahankan kota tahun 1899–1900.

Peristiwa inilah yang menjadi salah satu faktor bagi Baden-Powell untuk membuat materi kepanduan.

Dalam pasukan tersebut, setiap orang menerima bedge penghargaan yang mirip jarum kompas yang dikombinasikan dengan ujung anak panah.

Bentuk dari budge ini mirip dengan fleur de lis, yang logonya hingga sekarang masih digunakan sebagai logo organisasi kepanduan di banyak negara di dunia.

Di Inggris ia menjadi pahlawan Nasional atas jasanya dalam memimpin pasukan Mafeking, orang-rang mengenalnya sebagai sosok yang penuh prestasi.

Hal ini berdampak sangat bagus, karena buku kecil yang ditulisnya berjudul Aids to Scouting menjadi terjual laris dan memberikan banyak keuntungan.

Setelah ia kembali ke Inggris, Ia telah mendapati bukunya telah populer dan banyak digunakan oleh para guru dalam mendidik muridnya, serta pemuda yang aktif dalam organisasi.

Biografi Baden Powell, Karya Karya Sang Bapak Pandu Dunia

Biografi baden powell
toriqa.com

Maka dari itu, Ia kemudian diminta agar menulis ulang bukunya itu agar lebih mudah untuk dipahami oleh anak muda, terutama untuk anggota Boys’ Brigade, sebuah orgaisasi kepemudaan yang besar dan bernuansa militer.

Saat itu Baden-Powell mulai berpikir tentang kemungkinan hal ini bisa terus berkembang menjadi jauh lebih besar, sehingga Ia juga mempelajari materi lain yang bisa menjadi bahan tambahan dalam pelajaran kepanduan.

Pada Juli 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan buku salinannya pada Baden-Powell yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians.

Seton merupakan seorang warga negara Kanada yang lahir di Inggris dan tinggal di Amerika Serikat.

Ia bertemu dengan aden-Powell bulan Oktober 1906, dalam pertemuannya itu mereka saling berbagi ide tentang program pelatihan untuk para generasi muda.

Pada tahun 1907, Baden-Powell menulis draft buku dengan judul Boy Patrols.

Di tahun yang sama juga, dia mengumpulkan 21 pemuda dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk menguji idenya tersebut, mereka diundang dari beberapa sekolah khusus laki-laki di London, yakni Poole, Parkstone, Hamworthy, Bournemouth, dan Winton Boys’ Brigade units.

Selanjutnya, mereka menyelenggarakan perkemahan selama seminggu di Brownsea Island, Poole Harbour, Dorset, Inggris.

Di dalam perkemahan itu, metode yang diterapkan adalah memberikan kesempatan bagi para pemuda yang terlibat untuk mengatur kelompok mereka sendiri dengan cara membentuk kelompok kecil serta mengangkat salah satu dari anggota kelompoknya sebagai pemimpin.

Di musim panas tahun 1907, Baden-Powell mengadakan suatu bedah buku barunya, yang berjudul Scouting for Boys sebagai bentuk promo.

Baden Powell bukan hanya sekadar menulis ulang bukunya Aids to Scouting yang lebih banyak materi kemiliterannya.

Namun di bukunya yang baru itu, beberapa aspek kemiliterannya diperkecil kemudian diganti dengan beberapa teknik non-militer terutama survival, seperti pioneering dan juga penjelajahan.

Selain itu, dia juga memasukkan perinsip edukasi yang inovatif, yang dikenal dengan Scout method atau metode kepramukaan. Bahkan juga ditambah kreasi seperti membuat game-game menarik sebagai sarana pendidikan mental.

Pada awalnya, Scouting for Boys diperkenalkan di Inggris pada Januari 1908 dengan 6 jilid.

Kemudian di tahun yang sama, buku itu dicetak kembali dalam bentuk satu buku utuh.

Dan luar biasanya, buku tersebut masuk ke peringkat ke empat dalam daftar buku bestseller dunia sepanjang masa hingga saat ini.

Lihat juga beberapa artikel releted lainnya yang khusus kami sajikan untuk Anda seperti tokoh penting dalam kisah penemu mesin jahit.

Pulang Kembali ke Inggris

Sejarah kelahiran Baden powel
Pixabay

Setelah kembali ke negara asalnya, ia sedikit kaget karena mendapati buku panduan ketentaraannya Aids to Scouting itu sudah menjadi buku terlaris, bahkan sudah banyak digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda.

Setelah ia kembali dari pertemuannya bersama dengan pendiri Boys’ Brigade, yakni Sir William Alexander Smith, Baden-Powell memutuskan untuk kembali menulis bukunya Aids to Scouting, untuk menyesuaikannya dengan pembaca remaja.

Kemudian pada tahun 1907 dia membuat suatu acara perkemahan di daerah Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang latar belakangnya berbada-beda, mereka semua diundang.

Tujuannya adalah untuk menguji sebagian dari idenya sebelum buku dengan judul Scouting for Boys akhirnya diterbitkan pada tahun 1908 dengan 6 jilid didalamnya.

Gerakan pramuka berdiri tampa sengaja, awalnya hanya ada kanak-kanak remaja membentuk Scout Troops secara spontan, kemudian diadakan lagi di tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional.

Biografi Baden Powell, Sejarah Gerakan Pandu Putri Dunia 

Seiring dengan Boys’ Brigade ini gerakan pramuka juga terus mengalami perkembangan.

Semua pramuka untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan di Crystal Palace di London pada 1908, dan pada saat itulah Baden-Powell menemukan gerakan Pandu Puteri untuk pertama kalinya.

Setelah itu, pandu Puteri mulai didirikan, tepatnya pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, yaitu Agnes Baden-Powell.

Baden powell di militer juga memiliki reputasi bagus, saat itu dia sebenarnya bisa saja menjadi Panglima Tertinggi, namun Baden Powell memilih untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral, menuruti nasihat Raja Edward VII, raja Inggris kala itu.

Raja Edward VII itu mengusulkan agar dirinya lebih baik melayani negaranya dengan cara memajukan gerakan Pramuka.

Baden-Powell bertemu dengan calon pendamping hidupnya (Olave Soames) di atas kapal penumpang (Arcadia) Januari 1912 dalam perjalanannya ke New York untuk memulai Lawatan Pramuka Dunia.

Pertama baru bertemu, Olave saat itu baru berusia 23 tahun, sedang Baden-Powell berusia 55 tahun, namun uniknya, tanggal lahir mereka sama.

Mereka kemudian melangsungkan pertunangan pada September tahun yang sama sehingga mereka menjadi sensasi pers, mungkin saja dari ketenaran Baden-Powell, namun untuk perbedaan usia saat itu menjadi sesuatu yang lazim.

Demi kelancaran dan menghindari gangguan pihak pers, mereka mengadakan pernikahan secara rahasia pada tanggal 30 Oktober 1912.

Sebagai hadiah pernikahan, pramuka Inggris memberikan satu penny masing-masing, selain itu mereka juga membelikan Baden-Powel hadiah pernikahan berupa sebuah mobil Rolls Royce.

Perang Dunia I dan Kejadian-Kejadian Selanjutnya

Perang Dunia I dan Kejadian-Kejadian Selanjutnya
Kompas.com

Ketika Perang Dunia I masih berkecamuk di tahun 1914, Baden-Powell menawarkan diri untuk Jabatan Perang.

Namun saat itu tidak ada tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada dia, karena, seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchener bahwa, “dia bisa saja dengan mudah mendapatkan beberapa divisi umum, akan tetapi dia tidak bisa mencari orang yang kompeten meneruskan usaha baik Boy Scouts”.

Dan pada tahun 1922, Robert Baden Powell dianugrahi gelar Baronet, sehingga dikenal dengan gelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex, pada tahun 1929.

Taman Gilwell merupakan taman untuk latihan Pemimpin Pramuka tingkat Internasional.

Selain itu, Baden-Powell juga dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris tahun 1937, yang kemudian disusul pemberian anugerah lain sebanyak 28 gelar dari negara-negara asing.

Berkat usaha serta kegigihnya dalam pergerakan Pramuka, akhirnya membuat pergerakan pramuka dunia berkembang.

Bahkan hingga tahun 1922, sudah ada lebih dari satu juta pramuka yang tersebar di 32 negara, dan pada tahun 1939 jumlah pramuka didunia meningkat melebihi 3,3 juta orang.

Dalam keluarga Baden-Powell, ia mempunyai tiga orang anak, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Kedua anak perempuannya mendapat gelar-gelar kehormatan pada 1929, sedang anak laki-lakinya kemudian menggantikan ayahnya pada 1941.

Biografi Baden Powell, Kematian Sang Bapak Pandu Dunia

Setelah menikah, tidak lama kemudian Baden-Powell mengalami banyak masalah kesehatan, serta beberapa gangguan serangan penyakit.

Salah satunya ia menderita sakit kepala secara terus menerus, dan dokter meganggapnya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisis mimpi.

Sakit kepala yang dideritanya ini akan berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru yang ada di balkon rumahnya.

Taklama setelah itu ia pindah ke rumah yang pernah ia bangun di kenya, negara yang dulu ia pernah rehat disana.

Dia pun meninggal dunia dan dimakamkan daerah Nyeri, kenya.

Untuk memperingati sekaligus merayakan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia, pergerakan Pramuka dan juga Pandu Puteri merayakan 22 Februari sebagai hari B-P, yaitu tanggal lahir antara Robert dan Olave Baden-Powell.

Karya dan Tulisan Baden Powell

Karya dan tulisan Baden Powell
Museum amerika

Dalam kehidupannya, Baden-Powell membuat lukisan dan menggambar, dan Kebanyakan lukisannya mempunyai karakter humoris atau informatif.

Selama bertahun-tahun bertugas di kemilitrean, ia banyak mempublikasikan buku dan teks lainnya tentang keuangan hidup-nya dan pendidikan dirinya.

Selama hidupnya dia menceritakan banyak “cerita menyenangkan” pada khalayak sehingga ia banyak dianggap sebagai pendongeng yang cukup luar biasa.

Salah satu karya yang ia terbitkan adalah Scouting for Boys, dan masih banyak lagi buku-buku lain yang ia tulis, diantaranya adalah buku pegangan serta bahan pendidikan untuk seluruh anggota kepanduan.

Kemudian di tahun-tahun berikutnya, ia juga menulis mengenai gerakan kepanduan serta gagasannya di masa depan.

Selama dekade terakhir kehidupannya, ia banyak menghabiskannya di Afrika, sehingga buku-buku berikutnya banyak bertemakan Afrika.

Jika Anda ingin melihat catatan-catatan dari halaman harian yang ia tulis, dengan gambar-gambar yang asli buatannya sendiri, saat ini disimpan di Museum Kepanduan Nasional di Irving, Texas, Amerika Serikat.

Berangkatlah kesana jika ingin berkunjung untuk mengenal lebih dekat karya-karya Baden Powell yang masih utuh hingga sekarang.

Buku Buku Karya Baden Powell

Hambar rasanya jika mengetahui bagaimana biografi badel powell tapi tidak mengetahui apa saja karya-karya tulisnya.

Berikut ini hanya segelintir dari buku-buku karya beliau yang masih bisa kita ketahui sekarang ini.

Buku Dibidang KemiliteranBuku KepanduanBuku Buku Lainnya
Quick Training for WarScouting Round the WorldMore Sketches Of Kenya
Sport in WarLast Message to ScoutsPaddle Your Own Canoe
Aids to Scouting for N,-C,Os and MenScouting and Youth MovementsBirds and Beasts of Africa
The Matabele CampaignScouting for BoysAfrican Adventures
The Downfall of PrempehYarns for Boy ScoutsAmbidexterity
Pigsticking or HoghuntingBoy Scouts Beyond The Sea: My World TourIndian Memories
Cavalry InstructionGirl GuidingMy Adventures as a Spy
Reconnaissance and ScoutingAids To ScoutmastershipAn Old Wolf’s Favourites
Notes and Instructions for the South African ConstabularyWhat Scouts Can Do: More YarnsYoung Knights of the Empire: Their Code, and Further Scout Yarns

Biodata Baden Powell Secara Detail Sebagai Bapak Pandu Dunia

Biografi Baden Powell
toriqa.com

Untuk mengetahui biografi baden powell secara lebih rinci dan simple, berikut ini kami sediakan Biodata lengkap dari sang bapak pandu dunia.

Tanggal Lahir Baden Powell

Lahir di Paddington, london, Inggris 22 Februari 1857.

Nama Lengkap Baden Powell

Robert Stephenson Smyth Baden-Powell.

Nama Panggilan

Robert Baden Powell lebih akrap dipanggil Stephe Powell, bipi atau Lord Baden-Powell.

Nama Kecil 

Nama kecil Robert baden powel adalah Robert Stephenson

Nama Ayah baden Powell

Ayah baden Powell adalah Baden Powell yang berprofesi sebagai pendeta Gereja Inggris, ia juga seorang teolog liberal terkemuka yang mengajukan gagasan-gagasan maju tentang evolusi.

Nama Ibu 

Nama ibu baden powel adalah Henrietta Grace Smyth.

Saudara Banden Powell

  1. Agnes Baden-powell (saudara kandung perempuan)
  2. George Baden-Powell (saudara kandung laki-laki)
  3. Henrietta smyth powell (saudara kandung perempuan)
  4. Warington baden-Powell (Saudara kandung laki-laki)
  5. John penrose smyth baden powell (Saudara kandung laki laki)
  6. Louisa ann powell (saudara kandung perempuan)
  7. Agustus baden powell (Saudara laki-laki)
  8. Feank baden powell (Saudara kandung laki-laki)
  9. laettitia mary powell (Saudara kandung perempuan)
  10. Charlotte Elizabeth powel (Saudara kandung perempuan)
  11. Jessie smyth powell (Saudara kandung perempuan)

Pekerjaan atau Profesi Robert Baden Powell

  • Personil terntara AD britania raya.
  • Pejuang negara.
  • Pendiri gerakan kepanduan Internasional.
  • Penulis.
  • Seniman.

Anak-anak Baden Powell: 

  1. Anak laki-laki: Peter Baden-Powel.
  2. Anak perempuan: Betty Caly.
  3. Anak perempuan: Heather Grace Baden-Powel.

Ok. Mungkin cukup sekian pembahasan kita seputar topik Biografi baden powel, berikut sejarah dan karya-karyanya.

Semoga kita semua dapat terinspirasi dari semangat perjuangan beliau dalam melahirkan hal-hal yang positif. semoga tulisan santuy ini bermanfaat dan terimakasih sudah mampir.

Selain mengkaji seputar biografi baden powel, lihat juga sosok-sosok lain yang juga sangat mengispirasi untuk kita semua, seperti para tokoh pendiri NU yang berjuang dalam membentuk organisasi terbesar di Indonesia.

Selain itu ada juga tokoh tokoh penting lainnya misalnya kisah penemu mesin jahit, dan juga tokoh tokoh penting dalam sejarah koperasi dunia.

Tinggalkan komentar